Penderita asam urat harus waspada terhadap komplikasi yang dapat timbul dari penyakit ini. Beberapa komplikasi tersebut adalah:

  • Muncul benjolan keras (tofus)
    Tofus atau tofi terbentuk akibat adanya penumpukan kristal asam urat di bawah kulit. Benjolan ini dapat muncul di beberapa area tubuh, seperti jari, tangan, siku, kaki, dan di sekitar mata kaki. Tofus bisa membengkak, mengeras, dan menimbulkan nyeri saat serangan asam urat terjadi.
  • Kerusakan sendi permanen
    Pada sejumlah kasus, serangan asam urat bisa terjadi beberapa kali dalam setahun. Bila dibiarkan tidak tertangani, kondisi tersebut dapat menyebabkan pengeroposan dan kerusakan pada sendi.
  • Penyakit batu ginjal
    Asam urat tidak hanya bisa mengkristal di dalam sendi, tetapi juga di ginjal. Oleh karena itu, penderita gout lebih berisiko mengalami penyakit batu ginjal, terutama jika tidak mendapatkan pengobatan yang tepat.

Komplikasi di atas dapat dicegah dengan mengontrol kadar asam urat darah, baik dengan obat-obatan maupun dengan perubahan gaya hidup. Selain itu, batu ginjal akibat asam urat juga dapat dicegah dengan alkalinisasi urine menggunakan natrium bikarbonat.

Pencegahan Asam Urat

Pencegahan asam urat dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

  • Jaga berat badan tetap ideal atau turunkan berat badan bagi yang kelebihan.
  • Kurangi konsumsi minuman beralkohol dan minuman tinggi gula.
  • Minum air yang cukup, agar ginjal bekerja dengan baik serta terhindar dari dehidrasi.
  • Lakukan olahraga secara rutin.
  • Hentikan kebiasaan merokok.
  • Batasi konsumsi makanan yang mengandung purin tinggi, seperti daging merah, jeroan, dan beberapa jenis hidangan laut.

Selain itu, orang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti diuretik atau imunosupresan, perlu berkonsultasi dengan dokter agar dosis obat dapat diturunkan atau jenis obat diganti dengan yang lain.