Respiron adalah obat untuk meredakan keluhan sesak napas, mengi, atau batuk akibat penyempitan saluran pernapasan (bronkospasme), seperti pada asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Obat ini mengandung salbutamol dan penggunaannya harus sesuai dengan anjuran dokter.

Salbutamol dalam Respiron bekerja sebagai golongan beta-2 agonis kerja cepat yang dapat merelaksasi otot polos di saluran pernapasan. Dengan cara ini, saluran napas menjadi lebih terbuka sehingga aliran udara ke paru-paru lebih lancar dan keluhan pernapasan, seperti sesak napas atau mengi, dapat mereda.

Respiron

Umumnya, Respiron mulai bekerja dalam beberapa menit setelah digunakan, dengan efek yang dapat bertahan sekitar 4–6 jam.

Produk Respiron

Respiron tersedia dalam beberapa varian produk. Berikut ini adalah varian produk Respiron sebagai obat bronkospasme:

  • Respiron 2 mg 10 Tablet, yang mengandung 2 mg salbutamol tiap tabletnya
  • Respiron 4 mg 10 Tablet, dengan kandungan 4 mg salbutamol tiap tabletnya
  • Respiron 2 mg Sirup 60 ml, dengan kandungan 2 mg salbutamol tiap 5 ml sirop

Apa Itu Respiron

Bahan aktif Salbutamol
Golongan  Obat resep
Kategori  Bronkodilator (beta-2-agonist dengan kerjacepat)
Manfaat Mengurangi batuk, sesak napas, dan mengi, akibat serangan asma, bronkitis kronis, dan emfisema
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia ≥2 tahun
Respiron untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Respiron untuk ibu menyusui Respiron umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui. Akan tetapi, penggunaannya harus berdasarkan anjuran dokter.
Bentuk obat Tablet dan sirop

Peringatan sebelum Menggunakan Respiron

Penggunaan Respiron harus dengan resep dokter. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi Respiron, yaitu:

  • Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang dimiliki. Orang dengan alergi terhadap salbutamol atau obat lain dari golongan beta-2-agonist, seperti terbutaline, tidak boleh menggunakan Respiron.
  • Informasikan kepada dokter apabila Anda pernah atau sedang mengalami penyakit jantung, seperti angina pektoris, aritmia, gagal jantung, atau serangan jantung.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung, hipertiroidisme atau tirotoksikosis, diabetes, kejang atau epilepsi, penyakit liver, penyakit ginjal, hipokalemia, pheochromocytoma, maupun aneurisma.
  • Diskusikan bersama dokter perihal penggunaan Respiron jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk produk herbal dan suplemen. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Bicarakan dengan dokter bahwa Anda sedang menggunakan Respiron apabila direncanakan untuk menjalani prosedur medis apa pun, misalnya tes urine.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter perihal konsumsi Respiron jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Jangan langsung melakukan kegiatan yang memerlukan kewaspadaan, seperti mengemudi, setelah menggunakan Respiron. Obat ini dapat menyebabkan pusing.
  • Jangan merokok selama mengonsumsi Respiron. Rokok dapat menghambat kinerja obat dengan memicu terjadinya iritasi pada paru-paru dan memperburuk gangguan pernapasan.
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Respiron.

Dosis dan Aturan Pakai Respiron

Secara umum, berikut ini adalah dosis Respiron untuk meredakan gejala penyempitan saluran pernapasan berdasarkan varian dan usianya:

Respiron tablet

  • Dewasa: 1–2 tablet, 3–4 kali sehari.
  • Anak usia 6–12 tahun: 1 tablet, 3–4 kali sehari.
  • Anak usia 2–6 tahun: ½–1 tablet, 3–4 kali sehari.

Respiron sirop

  • Dewasa: 1–2 sendok takar, 3–4 kali sehari.
  • Anak usia 6–12 tahun: 1 sendok takar, 3–4 kali sehari.
  • Anak usia 2–6 tahun: ½–1 sendok takar, 3–4 kali sehari.

Cara Menggunakan Respiron dengan Benar 

Gunakan Respiron dengan anjuran dari dokter atau bacalah aturan pakai yang tertera pada kemasan obat. Jangan mengonsumsi Respiron lebih atau kurang dari dosis yang disarankan oleh dokter. 

Ikutilah cara menggunakan Respiron dengan benar agar mendapatkan hasil pengobatan yang maksimal. Berikut ini caranya:

  • MinumRespiron saat perut kosong, yaitu 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan.
  • Telan Respiron tablet secara utuh dengan bantuan air putih. 
  • Apabila hendak mengonsumsi Respiron sirop, kocok botol kemasannya terlebih dahulu. Gunakan sendok takar yang tersedia di dalam kemasan agar dosisnya tepat.
  • Konsumsilah Respiron pada jam yang sama setiap harinya. Jika Anda lupa, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila jeda waktu dengan dosis selanjutnya sudah dekat, abaikan dosis tersebut dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Patuhi jadwal kontrol yang diberikan oleh dokter selama menjalani terapi dengan Respiron. Anda mungkin perlu melakukan pemeriksaan rutin, seperti tes fungsi paru-paru. Tujuannya adalah agar dokter dapat memantau respons tubuh Anda terhadap obat.
  • Jangan menghentikan penggunaan Respiron secara tiba-tiba kecuali atas anjuran dokter.
  • Simpan Respiron di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Respiron dengan Obat Lain 

Kandungan salbutamol pada Respiron dapat menimbulkan efek interaksi dengan obat-obatan berikut jika dikonsumsi secara bersamaan atau dalam waktu berdekatan:

  • Peningkatan risiko terjadinya jantung berdebar, tekanan darah tinggi, atau nyeri dada, jika digunakan bersama obat antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline 
  • Peningkatan risiko terjadinya kekurangan kalium (hipokalemia) bila digunakan dengan kortikosteroid, teofilin, atau obat diuretik jenis thiazide atau diuretik loop, seperti furosemide
  • Penurunan efektivitas dari obat digoxin
  • Penurunan efektivitas Respiron dan peningkatan risiko terjadinya sesak napas yang parah, jika digunakan bersama obat beta-blocker, misalnya propranolol

Agar tidak terjadi efek interaksi, diskusikan dengan dokter jika Anda berencana mengonsumsi Respiron bersama obat, suplemen, atau produk herbal.

Efek Samping dan Bahaya Respiron

Beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah mengonsumsi Respiron adalah:

  • Pusing
  • Gemetar (tremor)
  • Sakit kepala
  • Kram otot
  • Insomnia

Konsultasikan ke dokter melalui Chat Bersama Dokter apabila keluhan di atas tidak kunjung membaik atau malah memburuk. Segera cari pertolongan medis jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:

  • Detak jantung tidak teratur (aritmia), terlalu lambat, atau terlalu cepat (takikardia)
  • Nyeri dada
  • Batuk, sesak napas, atau mengi yang memburuk