Lemak tak selamanya membawa dampak buruk bagi tubuh. Lemak dibutuhkan oleh tubuh antara lain sebagai sumber energi dan bahan baku pembentuk hormon. Salah satu jenis lemak yang dibutuhkan tubuh adalah lemak tak jenuh.

Unsaturated fat atau biasa dikenal dengan lemak tak jenuh adalah salah satu jenis asam lemak yang baik untuk tubuh.

Sadari Manfaat Lemak Tak Jenuh dari Sekarang - Alodokter

Berbeda dengan jenis lemak lainnya yang merugikan, seperti lemak jenuh dan lemak trans, lemak tak jenuh justru memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Lemak tak jenuh dapat membantu meningkatkan kolesterol baik (HDL), mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL), dan membantu menjaga kesehatan jantung.

Jenis-Jenis Lemak Tak Jenuh

Lemak tak jenuh terdiri dari dua jenis, yaitu:

Lemak tak jenuh tunggal

Lemak tak jenuh tunggal ini disebut juga dengan MUFA (monounsaturated fat acids) karena hanya memiliki satu ikatan rangkap. Asam lemak yang termasuk ke dalam jenis lemak tak jenuh tunggal adalah asam palmitoleat, asam oleat, dan asam vaksenik.

Lemak tak jenuh ganda

Asam lemak ini disebut juga dengan polyunsaturated fatty acids (PUFA). Disebut demikian karena asam lemak ini memiliki banyak ikatan rangkap. Ada dua jenis asam yang termasuk lemak tak jenuh ganda, yaitu asam lemak omega-3 dan asam lemak omega-6.

Asam lemak tak jenuh ganda juga memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan, seperti untuk mencegah penyakit jantung dan menunjang pertumbuhan otak.

Manfaat Lemak Tak Jenuh

Ada beberapa manfaat lemak tak jenuh bagi kesehatan, yaitu:

1. Meningkatkan kolesterol baik (HDL)

Mengonsumsi lemak tak jenuh dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam darah. Dengan meningkatnya kadar kolesterol HDL, risiko terjadinya penyempitan dan penumpukan plak di pembuluh darah akan menurun.

2. Membantu pertumbuhan sel-sel baru

Konsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh juga mampu memelihara dan membantu pembentukan sel-sel baru. Selain itu, kandungan vitamin E yang tinggi pada lemak ini juga dibutuhkan untuk menyehatkan mata, menjaga kesehatan kulit, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh.

3. Mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke

Mengganti konsumsi lemak jenuh dengan lemak tak jenuh mampu mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Lemak tak jenuh akan mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, sehingga mencegah terjadinya aterosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah yang menjadi penyebab penyakit jantung dan stroke.

4. Meningkatkan sensitivitas insulin

Lemak tak jenuh juga diketahui dapat meningkatkan sentivitas insulin di tubuh. Sebuah studi menemukan bahwa konsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh selama tiga bulan dapat meningkatkan sensitivitas insulin hingga 9 persen.

Jadi, mengonsumsi lemak tak jenuh secara rutin dapat membantu penderita diabetes tipe 2 untuk mengendalikan kadar gula darahnya.

5. Membantu menjaga berat badan

Salah satu manfaat mengonsumsi lemak tak jenuh tunggal secara rutin adalah membantu mengontrol berat badan. Orang yang rutin mengonsumsi lemak tak jenuh dan menjaga asupan kalori dapat mengalami penurunan berat badan.

Untuk mencukupi kebutuhan asam lemak tak jenuh, Anda bisa mengonsumsi beragam makanan yang kaya akan lemak jenis ini, seperti alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak zaitun, ikan salmon, ikan tuna, dan ikan sarden.

Meski lemak tak jenuh memiliki banyak manfaat bagi tubuh, namun Anda tetap disarankan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Jumlah asupan lemak tak jenuh tunggal yang direkomendasikan bagi orang dewasa adalah sekitar 50-65 gram per hari.

Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, berkonsultasilah dengan dokter untuk menentukan jenis makanan dan jumlah asupan lemak tak jenuh yang sesuai dengan kondisi Anda.