Sakit perut akibat infeksi kerap membuat aktivitas harian terganggu. Soalnya, gejala yang ditimbulkan bisa berupa rasa nyeri menusuk, kram perut, mual, muntah, dan diare. Dengan memahami penyebabnya dan mengetahui cara mengatasinya, Anda bisa segera mengambil langkah tepat untuk meredakan keluhan sekaligus mencegah komplikasi yang lebih serius.
Sakit perut akibat infeksi bisa datang tiba-tiba dan membuat penderitanya merasa tidak nyaman sepanjang hari. Kondisi ini sering kali terjadi setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, atau akibat kontak dengan orang sakit.
Kondisi ini sebenarnya bisa menyerang siapa saja. Namun, sakit perut akibat infeksi lebih sering dialami oleh anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah lho.
Tidak hanya menyebabkan nyeri perut, kondisi ini juga bisa menimbulkan gejala lain yang mengganggu, seperti mual, muntah, demam, tubuh lemas, dan diare. Nah, gejala-gejala ini bisa terasa ringan hingga berat, tergantung jenis kuman penyebab dan daya tahan tubuh masing-masing orang. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda dapat segera mengambil langkah penanganan dan pencegahan yang tepat agar sakit perut akibat infeksi tidak terjadi lagi.
Inilah Penyebab dan Faktor RIsiko Sakit Perut Akibat Infeksi
Berikut adalah beberapa penyebab utama sakit perut akibat infeksi yang perlu Anda ketahui agar dapat lebih waspada:
1. Infeksi virus
Virus merupakan salah satu penyebab utama sakit perut akibat infeksi. Saat virus, seperti norovirus atau rotavirus, masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, virus ini bisa menyerang lapisan usus dan mengganggu fungsinya.
Akibat serangan virus tersebut, lapisan usus mengalami peradangan dan terjadi kerusakan pada sel-sel dindingnya. Inilah yang membuat proses penyerapan cairan dan nutrisi di dalam tubuh menjadi terganggu sehingga menyebabkan gejala sakit perut, diare, mual, dan muntah.
Perlu diketahui, sakit perut akibat infeksi virus sangat mudah menular lho, terutama di lingkungan padat atau dengan kebersihan yang kurang baik.
2. Infeksi bakteri
Beberapa jenis bakteri, seperti Salmonella, Escherichia coli (E. coli), Shigella, dan Campylobacter, dapat menjadi penyebab sakit perut akibat infeksi. Bakteri ini umumnya masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, lalu menyerang dinding usus dan memicu peradangan.
Saat berkembang biak di dalam usus, bakteri akan menghasilkan racun (toksin) yang mengiritasi dan merusak lapisan usus. Akibatnya, timbul peradangan yang memicu gejala, seperti nyeri perut, mual, muntah, diare, dan ada darah di feses.
Ketika terjadi peradangan, tubuh akan berusaha melawan infeksi bakteri ini. Nah, kondisi ini bisa membuat keluhan sakit perut bertambah parah.
3. Infeksi parasit
Selain virus dan bakteri, parasit juga bisa menjadi penyebab sakit perut akibat infeksi. Parasit, seperti Giardia lamblia dan Entamoeba histolytica bisa hidup dan berkembang biak di saluran pencernaan. Biasanya, parasit ini masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman kotor, serta sanitasi yang buruk.
Begitu sampai di usus, parasit akan menempel pada dinding usus dan menyerap nutrisi di sana. Hal inilah yang menyebabkan peradangan, serta mengganggu proses penyerapan nutrisi dan cairan. Jika hal itu terjadi, Anda bisa mengalami sakit perut, kram perut, serta diare yang disertai darah dan lendir.
Selain itu, infeksi parasit juga bisa menyebabkan perut kembung, mual, dan tubuh terasa lemas, terutama jika berlangsung lama tanpa pengobatan.
Selain itu, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya sakit perut akibat infeksi, di antaranya:
- Mengonsumsi makanan atau minuman mentah, kurang matang, atau tidak terjamin kebersihannya.
- Tidak menjaga kebersihan diri sendiri, misalnya jarang mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
- Tinggal atau beraktivitas di lingkungan dengan sanitasi atau kebersihan yang buruk dan banyak sampah.
- Mengonsumsi susu atau produk susu yang tidak dipasteurisasi.
- Menderita penyakit infeksi saluran kemih atau organ lain, seperti ginjal atau organ reproduksi.
- Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, atau orang dengan menderita diabetes dan HIV/AIDS.
Cara Mengatasi dan Mencegah Sakit Perut Akibat Infeksi
Penanganan sakit perut akibat infeksi akan berbeda tergantung penyebab dan tingkat keparahannya. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:
- Beristirahat dan tidur yang cukup
- Menjaga kebutuhan cairan agar tidak dehidrasi, yaitu dengan mengonsumsi air putih, ASI, susu formula, oralit, jus buah, atau kaldu, sesuai dengan usia penderita.
- Mengonsumsi makanan yang lunak atau lembut dalam porsi kecil, seperti bubur atau sup.
- Menjaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan selama sakit, terutama sebelum makan dan setelah dari kamar mandi.
- Tidak mengonsumsi minuman beralkohol dan berkafein, makanan berlemak atau berbumbu menyengat.
- Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit
- Minum suplemen, seperti zinc dan probiotik yang mengandung Lactobacillus acidophilus, untuk mempercepat penyembuhan diare.
- Mengonsumsi obat antidiare yang dapat dibeli di apotek, tetapi konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan obat diare atau obat apa pun kepada anak
- Mengonsumsi obat antibiotik atau antiparasit sesuai dengan aturan pakai dari dokter.
Sakit perut akibat infeksi bukanlah hal yang bisa disepelekan ya. Soalnya, kondisi ini bisa membuat Anda merasa tidak nyaman dan menghambat aktivitas sehari-hari lho. Makanya, menjaga pola hidup bersih dan sehat sangatlah penting guna mencegah sakit perut akibat infeksi.
Sakit perut akibat infeksi umumnya dapat membaik dengan sendirinya jika gejalanya masih ringan. Namun, jika Anda merasa khawatir, Anda bisa memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran medis yang aman dan tepat.
Di sisi lain, apabila sakit perut akibat infeksi tidak membaik dalam 2–3 hari atau disertai tanda dehidrasi, demam, muntah berulang, serta adanya darah pada tinja, segera temui dokter ya. Dengan begitu, dokter dapat menentukan penyebabnya dan memberikan pengobatan sesuai kondisi Anda.
