Salbron adalah obat untuk meringankan gejala sesak napas, mengi, dan batuk akibat penyempitan saluran pernapasan atau bronkospasme. Obat dengan kandungan salbutamol ini digunakan untuk terapi serangan asma, bronkitis kronis, dan emfisema.

Bahan aktif salbutamol dalam Salbron bekerja dengan cara melemaskan otot-otot di saluran pernapasan yang menyempit. Hasilnya, saluran pernapasan bisa melebar dan aliran udara menuju paru-paru menjadi lebih lancar sehingga keluhan berupa sesak napas atau mengi dapat cepat reda.

Salbron

Produk Salbron

Berikut ini adalah varian produk Salbron sebagai obat bronkospasme:

  • Salbron 2 mg 10 Tablet, yang mengandung 2 mg salbutamol tiap tabletnya
  • Salbron 4 mg 10 Tablet, dengan kandungan 4 mg salbutamol tiap tablet

Selain produk di atas, tersedia juga varian Salbron Ekspektoran dengan kombinasi 2 mg salbutamol dan 90 mg guaifenesin.

Apa Itu Salbron

Bahan aktif  Salbutamol
Golongan Obat resep
Kategori Bronkodilator (beta-2-agonist dengan reaksi cepat)
Manfaat Meringankan batuk, sesak napas, dan mengi, akibat serangan asma, bronkitis kronis, dan emfisema
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia ≥2 tahun
Salbron untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Salbron untuk ibu menyusui Salbron umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui. Akan tetapi, penggunaannya harus berdasarkan anjuran dokter.
Bentuk obat Tablet 

Peringatan sebelum Menggunakan Salbron

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi tablet Salbron:

  • Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang dimiliki. Individu yang alergi terhadap salbutamol atau obat lain dari golongan beta-2-agonist, seperti terbutaline, tidak boleh menggunakan Salbron.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami penyakit jantung, seperti angina pektoris, aritmia, gagal jantung, atau serangan jantung.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita tekanan darah tinggi, hipertiroidisme atau tirotoksikosis, diabetes, kejang atau epilepsi, atau penyakit liver, penyakit ginjal, hipokalemia, pheochromocytoma, maupun aneurisma.
  • Bicarakan dengan dokter perihal penggunaan Salbron jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk produk herbal dan suplemen. Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Informasikan kepada dokter bahwa Anda sedang menggunakan Salbron bila direncanakan untuk menjalani operasi, terutama operasi dengan bius total.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter perihal konsumsi Salbron jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Jangan langsung melakukan kegiatan yang memerlukan kewaspadaan, seperti mengemudi, setelah menggunakan Salbron. Obat ini dapat menyebabkan pusing.
  • Jangan merokok selama mengonsumsi Salbron. Rokok dapat menghambat kinerja obat dengan memicu terjadinya iritasi pada paru-paru dan memperburuk gangguan pernapasan.
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Salbron.

Dosis dan Aturan Pakai Salbron

Secara umum, dosis Salbron untuk meredakan gejala-gejala penyempitan saluran pernapasan, yaitu:

  • Dewasa dan anak usia >12 tahun: 2–4 mg, 3–4 kali sehari.
  • Anak usia >6–12 tahun: 2 mg, 3–4 kali sehari.
  • Anak usia 2–6 tahun: 1–2 mg, 3–4 kali sehari.

Cara Menggunakan Salbron dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan bacalah aturan pakai yang tertera pada kemasan obat sebelum mengonsumsi Salbron. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.

Berikut adalah cara menggunakan Salbron dengan benar:

  • Minumlah Salbron ketika perut dalam keadaan kosong, disarankan 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan. Telan tablet obat secara utuh dengan air putih. 
  • Salbron hanya dikonsumsi ketika diperlukan. Bila sesak napas tidak segera membaik meski telah menggunakan obat ini, sebaiknya segera ke dokter atau IGD terdekat untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.
  • Patuhi jadwal kontrol rutin yang ditentukan oleh dokter jika Anda memiliki asma. Anda mungkin perlu menjalani pemeriksaan kesehatan, seperti tes fungsi paru-paru, sehingga dokter bisa mengetahui perkembangan kondisi Anda dan menyesuaikan obat bila diperlukan.
  • Simpan Salbron di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan mengonsumsi Salbron yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.

Interaksi Salbron dengan Obat Lain

Penggunaan Salbron bersama obat-obat tertentu dapat menyebabkan efek interaksi antara lain:

  • Peningkatan risiko terjadinya jantung berdebar, tekanan darah tinggi, atau nyeri dada, jika digunakan bersama obat antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline 
  • Peningkatan risiko terjadinya kekurangan kalium (hipokalemia) bila digunakan dengan kortikosteroid; teofilin; atau obat diuretik jenis thiazide atau diuretik loop, seperti furosemide
  • Penurunan efektivitas dari obat digoxin
  • Penurunan efektivitas Salbron dan peningkatan risiko terjadinya sesak napas yang parah, jika digunakan bersama obat beta-blocker, misalnya propranolol

Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, diskusikan dengan dokter jika Anda berencana mengonsumsi Salbron bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Salbron

Efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi Salbron antara lain: 

  • Gemetar (tremor)
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Kram otot
  • Gelisah 
  • Insomnia 

Konsultasikan ke dokter melalui chat apabila keluhan di atas tidak kunjung membaik atau malah memburuk. Segera cari pertolongan medis jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:

  • Detak jantung tidak teratur (aritmia), terlalu lambat, atau terlalu cepat (takikardia)
  • Batuk, sesak napas, atau mengi yang memburuk
  • Nyeri dada atau dada seperti tertekan