Scobutrin adalah obat untuk meredakan nyeri perut akibat gangguan otot polos pada saluran pencernaan, empedu, maupun saluran kemih. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet salut selaput yang penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk dokter.

Dalam satu tablet Scobutrin, terkandung 10 mg hyoscine butylbromide yang bekerja sebagai antispasmodik. Kandungan tersebut dapat membuat otot polos di saluran cerna dan saluran kemih lebih rileks, sehingga nyeri yang dirasakan dapat mereda. 

Scobutrin

Dengan mekanisme kerjanya tersebut, Scobutrin dapat digunakan untuk meredakan nyeri perut akibat berbagai kondisi, seperti menstruasi, batu ureter, atau irritable bowel syndrome (IBS).

Apa Itu Scobutrin

Bahan aktif Hyoscine butylbromide
Golongan  Obat resep
Kategori  Antispasmodik
Manfaat Mengurangi nyeri perut akibat kram pada lambung, usus, saluran empedu, dan saluran kemih
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia ≥6 tahun
Scobutrin untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Scobutrin untuk ibu menyusui Kandungan hyoscine butylbromide dalam Scobutrin sebaiknya dihindari oleh ibu menyusui yang bayinya berusia kurang dari 2 bulan atau lahir prematur. Bahan aktif ini dapat menyebabkan kulit kemerahan, mulut kering, atau sembelit pada bayi.
Bila Anda sedang menyusui, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.
Bentuk obat Tablet salut selaput

Peringatan sebelum Menggunakan Scobutrin

Karena merupakan obat resep, Scobutrin tidak boleh digunakan sembarangan. Oleh sebab itu, sebelum menggunakan obat ini, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut:

  • Bei tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Scobutrin tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang alergi terhadap hyoscine butylbromide.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami porfiria, glaukoma, pembesaran prostat dengan retensi urine, takikardia, pembesaran usus besar (megakolon), myasthenia gravis, atau penyempitan saluran cerna. Hyoscine butylbromide dalam Scobutrin tidak boleh digunakan oleh orang dengan kondisi tersebut.
  • Sampaikan kepada dokter jika pernah atau sedang menderita kolitis ulseratif, ileus paralitik, stenosis pilorus, heartburn, refluks asam lambung, mual muntah, BAB berdarah, atau perdarahan atau cairan vagina yang tidak normal. 
  • Diskusikan dengan dokter perihal penggunaan Scobutrin jika Anda pernah atau sedang mengalami penyakit ginjal, gangguan prostat, dan penyakit jantung, terutama serangan jantung.
  • Bicarakan dengan dokter mengenai penggunaan Scobutrin jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Hindari pemberian Scobutrin kepada anak usia di bawah 6 tahun untuk mengatasi kram perut, dan juga kepada anak usia di bawah 12 tahun untuk mengatasi sindrom iritasi usus besar.
  • Jangan langsung berkendara atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah menggunakan Scobutrin. Obat ini bisa menyebabkan kantuk, tubuh terasa lelah, atau penglihatan buram.
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Scobutrin.

Dosis dan Aturan Pakai Scobutrin

Untuk menghilangkan rasa nyeri akibat kejang otot di saluran pencernaan, dosis penggunaan Scobutrin harus disesuaikan dengan usia pasien di bawah ini:

  • Dewasa: 1–2 tablet sekali minum, 4 kali sehari
  • Anak usia ≥6–12 tahun: 1 tablet, 3 kali sehari

Cara Menggunakan Scobutrin dengan Benar 

Gunakan Scobutrin sesuai dengan anjuran dokter dan bacalah aturan pakai yang tertera pada kemasan obat. Jangan mengurangi atau menambahkan dosis tanpa persetujuan dokter. 

Agar hasil pengobatan maksimal, ikuti beberapa cara menggunakan Scobutrin dengan benar berikut ini:

  • Minumlah Scobutrin sebelum atau setelah makan. Telan tablet obat secara utuh dengan bantuan air putih. 
  • Pengobatan dengan Scobutrin perlu diimbangi dengan konsumsi makanan tinggi serat, seperti buah dan sayur, serta perbanyak minum air putih, untuk mencegah sembelit.
  • Jika Anda lupa minum Scobutrin, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila waktu minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Hentikan penggunaan Scobutrin bila keluhan sudah membaik.
  • Periksakan diri ke dokter jika kondisi Anda belum membaik meski telah minum Scobutrin selama 2 minggu.
  • Simpan Scobutrin di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan gunakan Scobutrin yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.

Interaksi Scobutrin dengan Obat Lain 

Hyoscine butylbromide dalam Scobutrin dapat menimbulkan efek interaksi jika digunakan bersama obat-obatan tertentu. Beberapa efek interaksinya adalah:

  • Penurunan efektivitas metoclopramide untuk mengatasi mual muntah
  • Penurunan efektivitas obat clozapine dan chlorpromazine pada pengobatan gangguan mental, seperti skizofrenia atau gangguan bipolar
  • Penurunan efektivitas Scobutrin bila digunakan dengan obat lain untuk sindrom iritasi usus besar
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping codeine, antihistamin untuk mengatasi alergi, atau antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline
  • Peningkatan efek samping obat asma hirup yang berisi ipratropium bromide

Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, konsultasikan ke dokter jika Anda berencana untuk mengonsumsi Scobutrin bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Scobutrin

Karena mengandung hyoscine butylbromide, Scobutrin juga dapat menimbulkan efek samping setelah dikonsumsi. Beberapa efek sampingnya adalah:

  • Mulut kering
  • Sembelit
  • Penglihatan kabur
  • Peningkatan detak jantung lebih dari 100 kali per menit (takikardia)

Konsultasikan dengan dokter melalui Chat Bersama Dokter apabila efek samping tersebut tidak membaik atau malah makin buruk. Segera temui dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang serius, seperti:

  • Gangguan penglihatan
  • Sulit buang air kecil
  • Sangat mengantuk atau pusing hebat
  • Mata merah dan nyeri
  • Sesak napas hingga mengi
  • Bengkak di wajah, mata, bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Sulit menelan
  • Ruam dengan kulit gatal, melepuh, atau mengelupas