Siclidon adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, seperti infeksi saluran pernapasan, kulit, saluran kemih, infeksi menular seksual, tifus, serta infeksi akibat gigitan hewan atau serangga. Obat ini juga digunakan untuk mencegah malaria pada orang yang bepergian atau tinggal di daerah endemis.
Siclidon mengandung doxycycline, antibiotik golongan tetrasiklin yang bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi. Obat ini tersedia dalam bentuk kapsul dan hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Perlu diingat bahwa Siclidon tidak digunakan untuk mengobati infeksi virus, seperti flu atau pilek.

Apa Itu Siclidon
| Bahan Aktif | Doxycycline |
| Golongan | Antibiotik golongan tetrasiklin |
| Kategori | Obat resep |
| Manfaat | Mengobati berbagai infeksi bakteri, termasuk jerawat parah. |
| Mencegah malaria bagi orang yang akan bepergian atau tinggal di daerah rawan malaria. | |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia ≥8 tahun |
| Siclidon untuk ibu hamil | Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan obat berisiko terhadap janin manusia. |
| Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa. | |
| Siclidon untuk ibu menyusui | Doxycycline dalam Siclidon dapat terserap ke dalam ASI dan boleh digunakan oleh ibu menyusui dengan lama pengobatan tidak lebih dari 3 minggu. Penggunaan jangka panjang bisa memengaruhi pertumbuhan tulang bayi. Segera hubungi dokter jika bayi mengalami jamur mulut atau gastroenteritis saat Anda minum obat ini. |
| Bentuk obat | Kapsul |
Peringatan sebelum Menggunakan Siclidon
Sebelum mulai pengobatan dengan Siclidon, penting untuk mengenali situasi di mana penggunaannya perlu dihindari atau dikonsultasikan lebih dulu, antara lain:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Siclidon tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang alergi terhadap doxycycline atau obat lain yang satu golongan dengan obat ini.
- Sampaikan kepada dokter jika pernah atau sedang menderita penyakit hati, ginjal, gangguan pembekuan darah, lupus, myasthenia gravis atau porfiria.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang mengonsumsi isotretinoin dan obat kejang seperti phenytoin, carbamazepine, phenobarbital dan primidone.
- Beri tahu dokter jika Anda pernah menjalani operasi pada lambung atau usus, terutama gastrektomi.
- Informasikan kepada dokter jika Anda pernah mengalami infeksi jamur di mulut atau vagina.
- Beri tahu dokter jika Anda berencana melakukan vaksin tifoid karena Siclidon dapat menurunkan efektivitasnya.
- Jika ada rencana untuk menjalani tindakan medis apa pun, termasuk operasi gigi, sampaikan kepada dokter bahwa Anda sedang menggunakan Siclidon.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Konsultasikan ke dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah minum obat ini, karena Siclidon dapat menyebabkan pusing.
- Jangan terlalu lama terpapar sinar matahari selama menggunakan Siclidon, karena obat ini dapat menyebabkan kulit lebih mudah terbakar. Gunakan tabir surya dan pakaian tertutup saat beraktivitas di luar ruangan.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius selama menggunakan Siclidon.
Dosis dan Aturan Pakai Siclidon
Dosis Siclidon disesuaikan dengan usia, berat badan dan tingkat keparahan infeksi. Berikut panduan umum penggunaannya:
Dewasa
Tujuan: Mengobati infeksi bakteri
Dosis: 100–200 mg per hari.
Tujuan: Pencegahan malaria
Dosis: 100 mg per hari, mulai 1–2 hari sebelum ke daerah berisiko hingga 1 bulan setelah kembali.
Tujuan: Mengobati penyakit menular seksual (PMS)
Dosis: 100–300 mg per hari selama 7–10 hari.
Tujuan: Mengatasi jerawat
Dosis: 40–50 mg per hari selama 6–12 minggu.
Tujuan: Pencegahan leptospirosis
Dosis: 200 mg sekali seminggu selama berada di area berisiko, ditambah 200 mg di hari terakhir.
Anak-anak:
Tujuan: Mengobati infeksi bakteri
Berat >45 kg: 100–200 mg per hari
Berat <45 kg: 2,2–4,4 mg/kgBB per hari
Tujuan: Pencegahan malaria
Dosis: 2 mg/kgBB per hari
Cara Menggunakan Siclidon dengan Benar
Gunakan Siclidon sesuai anjuran dokter dan aturan pakai pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter. Sebagaimana antibiotik lain, penggunaan Siclidon tidak boleh sembarangan. Berikut adalah cara yang harus diikuti:
- Telan kapsul secara utuh dengan segelas air putih. Obat ini dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Jangan langsung berbaring setelah minum obat.
- Siclidon sebaiknya diminum saat perut kosong, yaitu 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan. Namun, jika obat menyebabkan nyeri lambung, dokter dapat menyarankan konsumsi setelah makan.
- Beri jeda 2–3 jam jika Anda juga sedang minum suplemen zat besi atau kalsium.
- Lakukan kontrol ke dokter sesuai jadwal agar kondisi dan efek terapi tetap terpantau.
- Jika Anda lupa mengonsumsi Siclidon, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah dekat dengan jadwal berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Simpan Siclidon di tempat sejuk, kering, terhindar dari sinar matahari langsung, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.
- Jangan gunakan Siclidon yang sudah kedaluwarsa.
Interaksi Siclidon dengan Obat Lain
Siclidon dapat berinteraksi dengan beberapa obat yang dapat mempengaruhi efektivitas atau menimbulkan efek samping. Interaksi yang perlu diwaspadai antara lain:
- Peningkatan risiko efek samping pada otak jika digunakan bersama isotretinoin.
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan bersama obat antikoagulan, seperti warfarin.
- Peningkatan risiko kejang jika digunakan bersama obat anti-epilepsi, seperti phenytoin atau carbamazepine.
- Penurunan efektivitas Siclidon jika digunakan bersama antasida yang mengandung aluminium, magnesium, kalsium, zinc, atau suplemen zat besi.
- Peningkatan risiko hipoglikemia jika dikombinasikan dengan glimepiride.
Efek Samping dan Bahaya Siclidon
Penggunaan Siclidon umumnya aman. Namun segera periksakan diri ke dokter jika muncul efek samping berikut selama pemakaian Siclidon, seperti:
- Mual, muntah, sakit perut, atau diare
- Sariawan atau iritasi pada tenggorokan
- Sakit kepala
Periksakan ke dokter jika efek samping di atas tak kunjung reda atau memburuk. Hentikan penggunaan Siclidon dan segera ke dokter bila Anda mengalami efek samping serius, seperti:
- Reaksi alergi berat, seperti sesak napas, ruam parah, bengkak pada wajah atau bibir
- Gangguan hati, seperti kulit atau mata menguning, atau urine berwarna gelap
- Nyeri hebat pada perut, muntah terus-menerus, atau tinja berdarah
- Sakit kepala berat, gangguan penglihatan, atau kaku pada leher
- Perubahan warna gigi umumnya terjadi pada anak
- Sensitivitas berlebihan terhadap sinar matahari
Segera konsultasikan ke dokter bila keluhan dan efek samping di atas tidak kunjung mereda atau malah memburuk. Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter atau buat janji konsultasi di aplikasi Alodokter.