Pencegahan sirosis berfokus pada upaya menjaga kesehatan hati dan menghindari berbagai faktor yang dapat menyebabkan kerusakan hati dalam jangka panjang. Karena sirosis umumnya berkembang dari penyakit hati kronis, pencegahan sejak dini sangat penting untuk mengurangi risiko terbentuknya jaringan parut pada hati.
Berikut adalah beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah sirosis:
1. Vaksinasi Hepatitis B
Vaksinasi hepatitis B dapat melindungi tubuh dari infeksi virus hepatitis B. Virus ini menyerang sel-sel hati dan menyebabkan peradangan yang dapat berlangsung lama (hepatitis kronis). Jika peradangan tersebut terus terjadi selama bertahun-tahun, jaringan hati dapat mengalami kerusakan dan membentuk jaringan parut yang akhirnya berkembang menjadi sirosis.
Dengan mendapatkan vaksin hepatitis B, risiko infeksi dapat dicegah sehingga kerusakan hati kronis juga dapat dihindari.
2. Membatasi atau menghindari konsumsi alkohol
Alkohol diproses di dalam hati dan menghasilkan zat yang bersifat toksik bagi sel-sel hati. Konsumsi alkohol dalam jumlah besar atau dalam jangka panjang dapat menyebabkan perlemakan hati, peradangan, hingga kerusakan jaringan hati.
Jika kerusakan ini terjadi terus-menerus, hati akan membentuk jaringan parut yang dapat berkembang menjadi sirosis. Oleh karena itu, membatasi atau menghindari alkohol dapat membantu melindungi hati dari kerusakan.
3. Menjaga berat badan ideal
Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko perlemakan hati non-alkohol (non-alcoholic fatty liver disease/NAFLD). Penumpukan lemak di hati dapat memicu peradangan yang disebut non-alcoholic steatohepatitis (NASH).
Jika kondisi ini tidak ditangani, peradangan dapat menyebabkan kerusakan jaringan hati dan pembentukan jaringan parut. Maka dari itu, Anda disarankan untuk menjaga berat badan ideal dengan menjalankan pola makan sehat dan olahraga guna membantu mencegah penumpukan lemak di hati.
4. Menghindari penggunaan jarum suntik bersamaan
Penggunaan jarum suntik secara bergantian dapat meningkatkan risiko penularan virus hepatitis B dan hepatitis C melalui darah. Kedua virus ini dapat menyebabkan infeksi hati kronis yang berpotensi berkembang menjadi sirosis jika tidak diobati. Dengan tidak berbagi jarum suntik, risiko penularan virus yang dapat merusak hati dapat dikurangi.
5. Menerapkan hubungan seksual yang aman
Virus hepatitis B dan hepatitis C juga dapat menular melalui kontak dengan cairan tubuh, termasuk saat berhubungan seksual. Oleh sebab itu, menggunakan kondom dan menghindari perilaku seksual berisiko dapat membantu mencegah penularan virus tersebut.
6. Memastikan alat tato dan tindik steril
Prosedur tato atau tindik yang menggunakan alat tidak steril dapat menjadi media penularan virus hepatitis melalui darah yang terkontaminasi. Jika seseorang terinfeksi virus hepatitis akibat alat yang tidak steril, infeksi tersebut dapat berkembang menjadi hepatitis kronis dan akhirnya menyebabkan sirosis.
Oleh karena itu, pastikan alat yang digunakan steril sangat penting untuk mencegah penularan penyakit.
7. Tidak berbagi alat pribadi
Perlu diketahui, berbagi alat pribadi, seperti pisau cukur, gunting kuku, atau sikat gigi dapat meningkatkan risiko penularan virus hepatitis. Meskipun terlihat kecil, luka atau goresan pada kulit dapat menjadi jalur masuk virus ke dalam tubuh. Untuk mencegahnya, Anda disarankan untuk tidak berbagi alat-alat pribadi.
8. Menggunakan obat-obatan sesuai petunjuk dan anjuran dokter
Beberapa obat dapat menyebabkan kerusakan hati jika digunakan dalam dosis tinggi, jangka panjang, atau tanpa pengawasan medis. Selain itu, penggunaan obat herbal atau suplemen tertentu juga dapat memberikan efek toksik pada hati. Oleh karena itu, penggunaan obat sesuai petunjuk dan anjuran dokter dapat membantu mencegah kerusakan hati yang berpotensi berkembang menjadi sirosis.
9. Menjaga kebersihan diri
Salah satu cara menjaga kebersihan diri adalah dengan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, terutama sebelum atau sesudah makan, setelah dari toilet, atau setelah menyentuh benda yang berpotensi terkontaminasi. Kebiasaan ini dapat membantu mencegah masuknya berbagai kuman dan virus ke dalam tubuh.
Selain cara di atas, Anda juga perlu melakukan pemeriksaan secara rutin, terutama jika memiliki faktor risiko penyakit hati. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi gangguan pada hati sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan tersebut, risiko kerusakan hati yang dapat berkembang menjadi sirosis dapat dikurangi. Menjaga kesehatan hati sejak dini merupakan salah satu cara terbaik untuk mencegah penyakit hati yang serius di kemudian hari.
Jika Anda belum pernah mendapatkan vaksin hepatitis B atau tidak yakin dengan status imunisasi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter melalui fitur chat di aplikasi Alodokter guna mendapatkan saran pencegahan yang sesuai.