Seorang pasien dapat terdiagnosis menderita skizofrenia apabila dia:

  • Mengalami gejala-gejala skizofrenia (misalnya delusi, halusinasi, emosi datar, perilaku atau bicaranya aneh, dan tidak memerhatikan kebersihan diri) selama sekurang-kurangnya setengah tahun.
  • Gejala tersebut menyebabkan penurunan produktivitas kerja atau prestasi di sekolah, serta menyebabkan rusaknya hubungan dengan orang lain.
  • Gejala yang ada telah dipastikan bukan disebabkan oleh kondisi lain, seperti gangguan bipolar, gangguan skizoafektif, depresi berat, atau penyalahgunaan narkoba.

Kadang-kadang dokter kesulitan untuk mendapatkan keterangan di atas jika bertanya langsung pada penderita skizofrenia karena mereka cenderung tertutup, menyangkal, atau sama sekali tidak menyadari gejala yang ada. Untuk mengatasi hal ini, dokter perlu bertanya kepada orang-orang yang mengantar penderita berobat, misalnya keluarga atau teman.

Selain evaluasi psikologis, kadang-kadang dokter juga akan memberlakukan jenis pemeriksaan lain, seperti CT scan, MRI, dan pemeriksaan darah. Pemindaian lewat CT scan atau MRI pada kasus skizofrenia dimaksudkan untuk melihat adanya kelainan pada struktur otak dan sistem saraf pusat. Sedangkan pemeriksaan darah dilakukan untuk memastikan bahwa gejala bukan disebabkan oleh pengaruh obat-obatan, alkohol, atau kondisi kesehatan lainnya.