Spashi adalah obat untuk meredakan nyeri perut akibat kram pada otot lambung, usus, atau kandung kemih. Obat ini juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri haid. Spashi mengandung bahan aktif hyoscine butylbromide.

Kandungan hyoscine butylbromide bekerja dengan cara melemaskan otot yang sedang kram. Dengan mekanisme tersebut, rasa nyeri dapat berkurang. Obat ini dapat digunakan untuk mengatasi kram di otot-otot saluran cerna, saluran kemih, dan rahim.

Spashi

Produk Spashi

Spashi tersedia dalam 2 varian, yaitu:

  • Spashi tablet, dengan kandungan 10 mg hyoscine butylbromide per tablet.
  • Spashi suntik, yang mengandung 20 mg hyoscine butylbromide per 1 ml.

Apa Itu Spashi

Bahan aktif  Hyoscine butylbromide 
Golongan Obat resep
Kategori Antispasmodik
Manfaat Meredakan nyeri perut akibat kram pada otot lambung, usus, atau saluran kemih
Meredakan nyeri haid
Digunakan oleh Dewasa 
Spashi untuk ibu hamil  Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Spashi untuk ibu menyusui Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jika Anda akan menggunakan obat ini selama masa menyusui. Disarankan untuk tidak menggunakan obat ini jika bayi terlahir prematur atau masih berusia di bawah 2 bulan.
Bentuk obat Tablet dan suntik

Peringatan sebelum Menggunakan Spashi

Spashi tidak boleh digunakan secara sembarangan. Perhatikan beberapa hal berikut sebelum menggunakan obat ini:

  • Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Spashi tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap hyoscine butylbromide.
  • Hindari penggunaan Spashi pada lansia di atas 65 tahun dan anak usia di bawah 6 tahun.
  • Informasikan kepada dokter jika nyeri perut yang dialami disertai dengan muntah-muntah, asam lambung naik (refluks), diare, sembelit parah, berat badan menurun, atau tidak bisa buang angin.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda menderita penyakit asam lambung GERD atau radang usus, seperti kolitis ulseratif.
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita hipertensi, glaukoma, sindrom Down, denyut jantung yang cepat (takikardia), pembesaran prostat, hipertiroidisme, atau myasthenia gravis.
  • Informasikan kepada dokter bahwa Anda sedang menggunakan Spashi jika direncanakan untuk menjalani operasi, termasuk pada gigi.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan setelah menggunakan Spashi, karena obat ini dapat menyebabkan pusing, kantuk, serta penglihatan buram.
  • Segera ke dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Spashi.

Dosis dan Aturan Pakai Spashi

Spashi harus digunakan sesuai dengan resep dokter. Berikut adalah dosis Spashi tablet berdasarkan kondisi yang akan ditangani dan usia pasien:

Kondisi: Nyeri akibat kram saluran pencernaan, kram saluran kemih, dan nyeri haid

  • Dewasa dan anak usia ≥12 tahun: 20 mg, 4 kali sehari.
  • Anak-anak usia 6–11 tahun: 10 mg, 3 kali sehari.

Kondisi: Sindrom iritasi usus besar

  • Dewasa dan anak usia ≥12 tahun: Dosis awal 10 mg, 3 kali sehari. Jika perlu, dosis dapat ditingkatkan menjadi 20 mg, 4 kali sehari.
  • Anak usia 6–11 tahun: 10 mg, 3 kali sehari.

Spashi dalam bentuk suntik akan diberikan oleh dokter atau petugas medis dalam pengawasan dokter. Dosisnya akan disesuaikan dengan usia dan kondisi pasien.

Cara Menggunakan Spashi dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada label kemasan obat sebelum menggunakan obat ini. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa persetujuan dokter.

Untuk Spashi bentuk tablet, perhatikan cara penggunaan yang benar berikut ini:

  • Konsumsilah Spashi tablet sebelum atau sesudah makan. Telan tablet secara utuh dengan bantuan air putih.
  • Jika Anda lupa mengonsumsi Spashi, segera minum begitu teringat. Namun, bila jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Simpan Spashi di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Sementara itu, Spashi bentuk suntik akan diberikan langsung oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter. Obat ini disuntikkan ke bawah kulit, ke dalam pembuluh darah, atau ke dalam otot pasien.

Interaksi Spashi dengan Obat Lain

Berikut ini adalah efek interaksi yang bisa terjadi jika Spashi digunakan bersama dengan obat-obatan lain:

Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, diskusikan dengan dokter jika Anda berencana menggunakan Spashi bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Spashi

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan Spashi adalah:

  • Kantuk
  • Mulut kering
  • Pusing
  • Sembelit
  • Penglihatan buram
  • Denyut jantung cepat

Periksakan diri ke dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung reda atau makin parah. Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius di bawah ini: