Spasmolit adalah obat untuk meredakan nyeri perut akibat kram pada otot lambung, usus, atau kandung kemih. Selain meredakan nyeri akibat kram, obat ini juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri haid. Spasmolit tersedia dalam bentuk tablet dan mengandung bahan aktif 10 mg hyoscine butylbromide.
Kandungan hyoscine butylbromide dalam Spasmolit bekerja dengan cara melemaskan otot yang mengalami kram sehingga rasa nyeri dapat berkurang. Spasmolit dapat digunakan untuk mengatasi kram di otot-otot saluran cerna, saluran kemih, dan rahim.

Apa Itu Spasmolit
| Bahan aktif | Hyoscine butylbromide |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antispasmodik |
| Manfaat | Meredakan nyeri perut akibat kram pada otot lambung, usus, atau saluran kemih |
| Meredakan nyeri haid | |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Spasmolit untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Spasmolit untuk ibu menyusui | Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jika Anda akan menggunakan obat ini selama masa menyusui. Disarankan untuk tidak menggunakan obat ini jika bayi terlahir prematur atau masih berusia di bawah 2 bulan. |
| Bentuk obat | Tablet salut selaput |
Peringatan sebelum Menggunakan Spasmolit
Spasmolit tidak boleh digunakan secara sembarangan. Perhatikan beberapa hal berikut sebelum menggunakan obat ini:
- Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Spasmolit tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap hyoscine butylbromide.
- Hindari penggunaan Spasmolit pada lansia di atas 65 tahun dan anak usia di bawah 6 tahun.
- Informasikan kepada dokter jika nyeri perut yang dialami disertai dengan muntah-muntah, sembelit parah, diare, asam lambung naik (refluks), berat badan menurun, atau tidak bisa buang angin.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda menderita penyakit asam lambung GERD atau radang usus, seperti kolitis ulseratif.
- Beri tahu dokter jika Anda menderita hipertensi, glaukoma, pembesaran prostat, hipertiroidisme, sindrom Down, denyut jantung yang cepat (takikardia), atau myasthenia gravis.
- Sampaikan kepada dokter bahwa Anda sedang menggunakan Spasmolit jika direncanakan untuk menjalani operasi, termasuk pada gigi.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
- Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan setelah menggunakan Spasmolit, karena obat ini dapat menyebabkan pusing, kantuk, serta penglihatan buram.
- Segera ke dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Spasmolit.
Dosis dan Aturan Pakai Spasmolit
Spasmolit harus digunakan sesuai dengan resep dokter. Berikut adalah dosis Spasmolit berdasarkan kondisi yang akan ditangani dan usia pasien:
Kondisi: Nyeri akibat kram saluran pencernaan, kram saluran kemih, dan nyeri haid
- Dewasa dan anak usia ≥12 tahun: 20 mg, 4 kali sehari.
- Anak-anak usia 6–11 tahun: 10 mg, 3 kali sehari.
Kondisi: Sindrom iritasi usus besar
- Dewasa dan anak usia ≥12 tahun: Dosis awal 10 mg, 3 kali sehari. Jika perlu, dosis dapat ditingkatkan menjadi 20 mg, 4 kali sehari.
- Anak usia 6–11 tahun: 10 mg, 3 kali sehari.
Cara Menggunakan Spasmolit dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada label kemasan obat sebelum menggunakan obat ini. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa persetujuan dokter.
Untuk Spasmolit bentuk tablet, perhatikan cara penggunaan yang benar berikut ini:
- Konsumsilah Spasmolit tablet sebelum atau sesudah makan.
- Telan tablet Spasmolit secara utuh dengan bantuan air putih. Jangan menghancurkan, membelah, atau mengunyah obat.
- Jika Anda lupa mengonsumsi Spasmolit, segera minum begitu teringat. Namun, bila jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Simpan Spasmolit di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Spasmolit dengan Obat Lain
Berikut ini adalah efek interaksi yang bisa terjadi jika Spasmolit digunakan bersama dengan obat-obatan lain:
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping jika digunakan bersama ipratropium, quinidine, atau obat golongan antihistamin
- Penurunan efektivitas Spasmolit jika digunakan bersama domperidone atau metoclopramide
Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, diskusikan dengan dokter jika Anda berencana menggunakan Spasmolit bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Spasmolit
Beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan Spasmolit adalah:
- Kantuk
- Pusing
- Mulut kering
- Sembelit
- Penglihatan buram
- Denyut jantung cepat
Periksakan ke dokter atau berkonsultasilah dengan dokter melalui chat jika keluhan di atas tidak kunjung mereda atau makin parah. Segera cari pertolongan medis apabila muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:
- Susah buang air kecil
- Linglung
- Halusinasi
- Muncul pikiran aneh atau paranoid
- Gelisah
- Kejang
- Psikosis