Jika baru selesai menjalani operasi, Anda mungkin khawatir dengan risiko terjadinya infeksi luka operasi. Pasalnya, infeksi pada luka bekas sayatan operasi merupakan keluhan yang cukup umum terjadi. Sekitar 2–5% pasien yang menjalani operasi mengalami kondisi ini.

Pada sebagian besar kasus, infeksi luka operasi disebabkan oleh bakteri Staphilococcus. Bakteri tersebut dapat masuk ke tubuh Anda selama atau setelah operasi.

Tanda Infeksi Luka Operasi dan Penanganannya - Alodokter

Jika tidak diobati, infeksi luka operasi dapat menimbulkan berbagai komplikasi, termasuk lambatnya penyembuhan luka operasi dan infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh (sepsis). Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala dari infeksi luka operasi dan penanganannya apabila Anda baru selesai menjalani operasi.

Gejala Infeksi Luka Operasi

Berikut ini adalah beberapa gejala yang umum muncul ketika luka bekas sayatan operasi mengalami infeksi:

1. Kemerahan dan bengkak di lokasi sayatan operasi

Sayatan operasi yang terinfeksi dapat mengeras dan membengkak karena jaringan di bawahnya meradang. Sayatan yang terinfeksi juga dapat berwarna kemerahan dan terasa hangat saat disentuh.

2. Keluar nanah dari luka operasi

Cairan nanah yang berbau tidak sedap dapat mengalir keluar dari luka operasi yang terinfeksi. Cairan ini biasanya bertekstur kental dan dapat berwarna hijau, putih, atau kuning.

3. Demam

Infeksi luka operasi juga dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celcius yang tidak kunjung turun selama lebih dari 24 jam.

4. Nyeri

Luka bekas operasi memang dapat menimbulkan rasa nyeri, tapi normalnya rasa nyeri ini akan berkurang secara perlahan seiring dengan sembuhnya luka. Namun, jika rasa nyeri di luka operasi tak kunjung membaik atau justru memburuk tanpa alasan yang jelas, hal itu bisa menjadi tanda adanya infeksi luka operasi.

Jenis Infeksi Luka Operasi dan Penanganannya

Berdasarkan tingkat keparahan infeksi dan kedalaman luka, infeksi luka operasi terbagi menjadi 3 jenis yang masing-masingnya membutuhkan penanganan berbeda. Berikut adalah penjelasannya:

Infeksi kulit

Infeksi luka operasi jenis ini hanya memengaruhi lapisan kulit. Bakteri dari kulit Anda, ruang operasi, tangan dokter bedah, dan permukaan lain di rumah sakit dapat berpindah ke luka operasi selama pembedahan dan menyebabkan infeksi.

Jenis infeksi luka operasi yang juga disebut infeksi superfisial ini biasanya bisa ditangani dengan pemberian antibiotik. Namun, dokter kadang perlu membuka sebagian sayatan operasi untuk mengeluarkan cairan pada luka dan mengeringkannya.

Infeksi pada otot dan jaringan

Infeksi luka operasi jenis ini melibatkan jaringan lunak di bawah kulit yang disayat. Jenis infeksi ini dapat disebabkan oleh infeksi superfisial yang tidak diobati atau perangkat medis yang ditanamkan di kulit Anda.

Hampir sama seperti infeksi superfisial, jenis infeksi ini juga ditangani oleh pemberian antibiotik. Bedanya, dokter mungkin harus membuka sayatan operasi sepenuhnya untuk membuang nanah dan mengeringkan luka.

Infeksi organ dan tulang

Jenis infeksi ini dapat terjadi akibat infeksi superfisial yang tidak diobati atau bakteri yang masuk jauh ke dalam rongga tubuh selama operasi.

Infeksi jenis ini memerlukan penanganan yang lebih kompleks daripada kedua jenis infeksi luka operasi sbelumnya. Penanganan yang dapat dilakukan dokter untuk infeksi jenis ini antara lain pemberian antibiotik, tindakan mengeluarkan nanah (drainase), dan terkadang operasi ulang untuk memperbaiki organ atau mengatasi infeksi.

Faktor yang Meningkatkan Risiko Terjadinya Infeksi Luka Operasi

Infeksi luka operasi pada dasarnya dapat dialami oleh siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang dewasa berusia lanjut. Selain itu, memiliki riwayat infeksi kulit atau kondisi yang melemahkan sistem kekebalan tubuh seperti di bawah ini juga dapat meningkatkan risiko Anda mengalami infeksi luka operasi:

Pencegahan Infeksi Luka Operasi

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya infeksi pada luka bekas operasi adalah:

  • Pastikan balutan steril yang dipasang pada luka tidak terlepas minimal selama 48 jam.
  • Minum antibiotik sesuai anjuran dokter.
  • Pastikan Anda memahami dan menerapkan cara merawat luka yang benar.
  • Selalu cuci tangan dengan sabun dan air yang bersih sebelum menyentuh luka dan mintalah setiap orang yang membantu perawatan luka Anda untuk melakukan hal yang sama.

Infeksi luka operasi memang keluhan yang umum terjadi, tetapi dapat berbahaya jika tidak segera diobati. Oleh karena itu, jika Anda baru selesai menjalani operasi dengan sayatan dan mengalami gejala infeksi luka operasi yang telah disebutkan di atas, segera temui dokter agar bisa secepatnya diberikan penanganan. 

Ditulis oleh:

dr. Sonny Seputra, M.Ked.Klin, Sp.B, FINACS
(Dokter Spesialis Bedah)