Temazepam adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gejala insomnia, yaitu sulit tidur atau tidak bisa tidur dengan nyenyak. Selain itu, temazepam juga bisa diresepkan sebagai obat penenang sebelum prosedur operasi.

Temazepam hanya dikonsumsi berdasarkan resep dokter dan biasanya hanya digunakan untuk jangka pendek, selama sekitar 1-2 minggu.

Temazepam1

Obat ini termasuk obat penenang yang dikonsumsi untuk orang dewasa. Temazepam bekerja dengan cara memperbaiki ketidakseimbangan zat kimia di dalam otak pada penderita insomnia, sehingga menimbulkan efek menenangkan.

Tentang Temazepam

Golongan Obat penenang - Benzodiazepine
Jenis Obat Obat resep
Manfaat Mengatasi gejala insomnia 
 Dikonsumsi oleh Dewasa
 Bentuk obat Kapsul
Kategori Kehamilan dan menyusui Kategori X: Studi pada binatang percobaan dan manusia telah memperlihatkan adanya kondisi janin yang abnormal atau adanya risiko terhadap janin. Obat dalam kategori ini dikontraindikasikan pada wanita yang sedang atau memiliki kemungkinan untuk hamil.Obat ini dapat terserap ke dalam ASI, sehingga bisa menimbulkan efek yang tidak diinginkan pada bayi yang menyusui.

Peringatan:

  • Beri tahu dokter jika memiliki alergi terhadap obat atau bahan tertentu sebelum mengonsumsi obat ini.
  • Informasikan ke dokter jika pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, penyakit liver, masalah pernapasan atau paru-paru, gangguan mental, serta kecanduan alkohol atau penyalahgunaan NAPZA.
  • Konsultasikan ke dokter jika sedang mengonsumsi obat lain, termasuk obat bebas, suplemen, dan produk herbal, atau bila akan menjalani tindakan medis, seperti operasi.
  • Hindari mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin saat konsumsi temazepam.
  • Jika terjadi overdosis, segera kunjungi dokter.

Dosis Temazepam

Dosis temazepam berbeda-beda, tergantung tujuan penggunaannya. Untuk mengatasi insomnia, dosis yang dikonsumsi oleh orang dewasa adalah 7,5-30 mg, sekali sehari,  sebelum tidur. Sedangkan dosis untuk lansia adalah sebesar 5 mg, sekali sehari, sebelum tidur.

Jika temazepam digunakan sebagai penenang sebelum operasi, dosis untuk orang dewasa adalah 20-40 mg, sedangkan dosis untuk lansia adalah 10-20 mg. Obat ini dikonsumsi 1 jam sebelum operasi dilakukan.

Mengonsumsi Temazepam dengan Benar

Pastikan selalu mengonsumsi temazepam sesuai dosis yang ditetapkan dokter. Jangan menggandakan dosis obat tanpa sepengetahuan dokter.

Temazepam dapat menyebabkan kecanduan. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengonsumsi obat ini sesuai dosis yang diberikan dokter. Selain itu, jangan berbagi obat ini dengan orang lain, meski memiliki gejala yang sama.

Penyalahgunaan temazepam dapat menyebabkan overdosis, hingga kematian. Di samping itu, menjual atau memberikan obat ini kepada orang lain tanpa resep dokter termasuk perbuatan melanggar hukum.

Untuk memantau perkembangan kondisi dan memastikan obat bekerja dengan baik, periksakan diri ke dokter secara teratur selama mengonsumsi obat ini. Pemeriksaan rutin juga akan membantu dokter mengetahui efek samping obat.

Jangan menghentikan penggunaan obat ini tanpa sepengetahuan dokter. Hal ini bertujuan untuk menghindari gejala putus obat, seperti kram otot, gemetar, gangguan perilaku, halusinasi, atau kejang.

Jika kondisi sudah membaik, dokter akan mengurangi dosis temazepam secara bertahap sebelum menghentikan pengobatan, agar tidak terjadi gejala putus obat.

Interaksi Temazepam

Penggunaan temazepan bersama obat tertentu dapat menimbulkan efek yang berbahaya. Temazepam dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping, seperti gangguan pernapasan, pusing, dan mengantuk, pada obat-obat berikut ini:

  • Obat pereda nyeri, seperti codeine atau oxycodone.
  • Obat tidur atau antikecemasan, seperti alprazolam, lorazepam, atau zolpidem.
  • Obat antialergi, seperti cetirizine atau diphenhydramine.

Kenali Efek Samping Temazepam

Ada beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah mengonsumsi temazepam, di antaranya:

  • Mengantuk pada siang hari
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kehilangan ingatan
  • Gemetar dan langkah menjadi tidak stabil
  • Sesak napas

Di samping itu, temazepam juga dapat menimbulkan reaksi alergi. Gejala alergi dapat berupa gatal-gatal, wajah dan bibir bengkak, hingga sesak napas. Segera hubungi dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut.