Putus cinta tentu sangat menyakitkan. Tidak hanya menjadi beban pikiran, pengalaman ini bahkan juga bisa memengaruhi kondisi fisik orang yang mengalaminya. Meski demikian, ada beragam cara untuk move on yang dapat dilakukan agar kehidupan setelah putus cinta bisa kembali berjalan normal. 

Putus cinta bagaikan mencabut plester pada luka yang terbuka. Sedih, marah, dan kecewa tentu melingkupi pikiran dan perasaan dalam waktu yang tidak singkat. Namun, jangan pernah menganggap remeh perasaan saat putus cinta, karena rasa sakit yang muncul bisa berdampak pada kesehatan fisik maupun mental.

Dampak Putus Cinta bagi Kesehatan dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Beragam Dampak Putus Cinta

Putus cinta tidaklah mudah dan begitu menyakitkan. Meski beberapa orang dapat menerima kenyataan dan move on dengan cepat, tetapi ada pula yang sampai mengalami depresi. Bahkan, putus cinta diduga dapat menyebabkan perubahan fungsi kognitif.

Sedih dan emosi merupakan reaksi normal yang dialami seseorang ketika putus cinta. Namun, putus cinta sebenarnya dapat menimbulkan dua jenis reaksi, yaitu reaksi sehat dan tidak sehat. Berikut ini adalah reaksi putus cinta yang sehat:

  • Marah dan frustrasi
  • Menangis
  • Sedih dan takut
  • Insomnia
  • Kehilangan semangat dan minat dalam beraktivitas

Keadaan ini akan membaik dan Anda bisa mulai menyesuaikan diri seiring berjalannya waktu. Rentang waktu seseorang untuk pulih dari putus cinta berbeda-beda. Jadi, bersabar adalah cara terbaik untuk move on dari putus cinta.

Reaksi putus cinta yang dikatakan tidak sehat adalah ketika rasa sakit hati dan kesedihan akibat putus cinta tidak kunjung membaik hingga beberapa minggu atau justru semakin parah. Reaksi putus cinta yang tidak sehat meliputi:

  • Sedih, hampa, atau putus asa hampir sepanjang hari dan setiap hari
  • Kurang tidur atau justru terlalu banyak tidur
  • Berat badan menurun dan kehilangan nafsu makan atau sebaliknya justru mengalami peningkatan nafsu makan dan berat badan
  • Sering merasa tidak berharga
  • Tidak semangat dalam beraktivitas
  • Kesulitan dalam berkonsentrasi atau membuat keputusan
  • Adanya pikiran kematian atau bunuh diri
  • Konsumsi minuman beralkohol atau obat-obatan untuk mengendalikan emosi

Jika reaksi putus cinta tersebut tidak kunjung membaik dalam 2–3 minggu, sebaiknya temui dokter atau psikolog. Selain memberikan konseling yang dapat membantu Anda mengelola emosi, dokter juga bisa meresepkan antidepresan bila memang diperlukan.

Langkah Move On Setelah Putus Cinta

Meski tidak mudah dan menyakitkan, bukan berarti Anda harus mengurung diri, menangis berhari-hari, hingga menolak makan dan tidur. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membuat perpisahan ini menjadi sedikit lebih mudah serta membantu Anda untuk bangkit dan kembali menjalani hidup.

Nah, berikut ini adalah beberapa langkah jitu untuk move on setelah putus cinta yang dapat Anda coba lakukan:

1. Terima kenyataan

Menerima kenyataan bahwa jalinan kasih Anda memang harus berakhir adalah kunci utama untuk move on setelah putus cinta. Proses ini memang sulit dan membutuhkan waktu yang tidak singkat. Namun, lebih baik menerima kenyataan dengan lapang dada daripada menyangkal atau menahan emosi Anda.

Intinya, terima kenyataan bahwa hubungan Anda dengannya memang sudah berakhir dan jalan yang terbaik adalah move on.

2. Luangkan waktu untuk diri sendiri

Beberapa orang tidak bermasalah dengan pekerjaan atau aktivitas sehari-hari setelah mengalami putus cinta. Namun, jika Anda belum merasa siap untuk melanjutkan aktivitas secara normal, luangkan waktu untuk menenangkan diri. Carilah tempat yang membuat Anda nyaman dan luapkan isi hati Anda.

3. Jaga jarak

Jangan tergoda dengan keinginan untuk menelepon atau mengirim pesan kepada sang mantan. Hindari pula mencari tahu tentang dia, baik melalui media sosial, kontak telepon, pesan teks, maupun surat elektronik.

Selain itu, Anda juga tidak perlu mengangkat telepon atau membalas pesan darinya. Jauhkan semua barang-barang kenangan yang bisa mengingatkan Anda dengannya. Anda bisa menyimpannya di tempat yang sulit terjangkau atau justru membuangnya.

4. Jangan membicarakannya

Membicarakan semua hal tentang mantan dengan teman mungkin menjadi salah satu cara untuk meluapkan emosi. Namun, cobalah untuk tidak membahas apa pun lagi tentang dia. Alihkan pembahasan ke topik menarik lainnya ketika Anda sedang bersama teman-teman.

5. Tak perlu saling menyalahkan

Tak perlu menyalahkan diri sendiri, menyalahkan dia, atau menyalahkan orang lain hanya untuk meluapkan emosi dan melupakannya. Lebih baik terima kenyataan dan alihkan perhatian pada hal-hal yang bersifat positif.

6. Belajar dari pengalaman

Putus cinta bisa mengajarkan Anda tentang bagaimana perilaku yang baik dan tidak baik dalam suatu hubungan. Anda dapat mempelajari tentang apa saja yang bisa menyebabkan putus cinta dan hal apa saja yang seharusnya dilakukan dalam sebuah hubungan.

7. Bayangkan bahagia tanpanya

Fokuslah pada diri sendiri dan buat diri Anda sibuk, seperti merawat diri ke salon dan tampil dengan potongan rambut baru, menghabiskan waktu bersama teman-teman dan keluarga, melakukan hobi yang diminati, menjadi sukarelawan di suatu tempat, atau mengikuti kelas kursus tertentu.

Jangan lupa untuk memberi nutrisi pada tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi. Jika musik membuat Anda bahagia, coba dengarkan musik bernada riang saat sedang beraktivitas.

8. Cobalah untuk kembali bersosialisasi

Berkumpul dengan teman, mengunjungi tempat baru, atau menghadiri acara seperti pernikahan atau seminar, bisa membuka peluang Anda untuk mengenal orang baru atau bahkan tambatan hati yang baru.

Selain itu, mencurahkan isi hati kepada teman atau keluarga juga dapat membantu Anda merasa lebih baik. Namun, sebisa mungkin hindari pergi ke acara di mana Anda bisa bertemu dengan mantan.

9. Usahakan untuk bersikap baik

Putus cinta memang membuat emosi Anda tidak stabil. Namun, jangan sampai Anda melampiaskannya ke orang lain yang tidak bersalah. Usahakan untuk selalu mengontrol emosi dan bersikap baik pada orang di sekitar. Dukungan orang sekitar justru dapat membantu Anda untuk lebih mudah move on.

10. Jangan berprasangka buruk

Tidak semua pria atau wanita yang Anda temui sama seperti orang yang membuat Anda putus cinta. Sadari bahwa hubungan Anda sebelumnya kandas karena suatu alasan. Jadi, buka pikiran lebih luas dan berpikirlah tentang hubungan yang berbeda atau bahkan lebih baik dari sebelumnya.

Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk pulih setelah putus cinta. Lakukan hal positif yang membuat Anda senang dan berikan diri Anda waktu untuk pulih.

Hal penting lainnya yang harus dilakukan setelah putus cinta adalah tetap berpikir dan bersikap positif. Selalu ingat bahwa melupakannya akan membantu Anda merasa lebih baik.

Putus cinta memang pengalaman yang tidak menyenangkan. Namun, berusahalah untuk belajar dari pengalaman tersebut agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Jika putus cinta membuat Anda merasa sedih berlebihan atau terlalu lama, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog untuk mengetahui solusinya.