Melahirkan secara normal mungkin akan menimbulkan beberapa perubahan atau keluhan pada vagina. Yuk, simak tips merawat vagina setelah melahirkan berikut untuk mengatasi keluhan dan rasa tidak nyaman tersebut.

Perempuan yang melahirkan secara normal mungkin mengeluhkan beberapa kondisi pada vagina, seperti rasa nyeri, mati rasa, bengkak, kering, atau terasa lebih longgar. Perubahan dan keluhan tersebut disebabkan oleh tekanan pada area vagina saat bayi melewati jalan lahir.

Tips Merawat Vagina Usai Melahirkan - Alodokter

Perubahan Vagina dan Cara Mengatasinya

Berikut adalah beberapa perubahan dan keluhan pada vagina setelah melahirkan dan hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya:

1. Vagina nyeri

Sesaat setelah melahirkan, vagina Anda mungkin akan terasa nyeri dan bengkak. Untuk mengatasi kondisi ini, Anda bisa mengompres dingin area vagina. Caranya, balutlah es batu dengan kain, lalu tempelkan ke area vagina selama 10-20 menit. Keluhan ini biasanya akan hilang sekitar 1-3 bulan setelah persalinan.

2. Vagina kering

Penurunan kadar hormon estrogen setelah melahirkan bisa mengurangi produksi cairan vagina dan membuat vagina terasa kering. Kondisi ini mungkin akan mengganggu aktivitas seks Anda.

Untuk mengatasi vagina kering, lakukanlah beberapa hal berikut ini:

3. Lubang vagina longgar

Lubang vagina yang lebih longgar biasanya disebabkan oleh peregangan otot dasar panggul akibat proses melahirkan. Untuk membantu mengencangkan kembali otot-otot yang ada di dasar panggul, Anda bisa melakukan senam kegel.

Cara melakukan senam Kegel sama seperti ketika Anda sedang berusaha menahan buang air kecil. Pada awal latihan, lakukan secara perlahan-lahan dan hindari melakukan pengencangan lebih dari 10 detik. Ulangi sebanyak 10 kali dalam setiap set latihan. Senam Kegel dapat dilakukan sebanyak 4-6 set setiap hari.

4. Jahitan di area vagina atau episiotomi

Jika saat melahirkan Anda mendapat jahitan di area vagina, rawat luka jahitan agar tetap bersih dan kering untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi pada area vagina. Cara yang bisa dilakukan adalah:

  • Mandi setidaknya satu kali sehari untuk membantu menjaga jahitan tetap bersih.
  • Mengganti pembalut secara rutin. Jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah menggantinya.
  • Membiarkan jahitan terpapar udara dan tidak membiarkannya Agar luka jahitan lebih cepat kering dan tidak terkena gesekan atau tekanan berlebihan, gunakanlah celana dalam berbahan katun dan longgar.

5. Nyeri pada luka jahitan

Selain nyeri pada vagina, Anda juga bisa merasakan nyeri pada luka jahitan. Untuk mengatasinya, lakukanlah beberapa cara berikut :

  • Kompres area jahitan selama 30 menit dengan kompres dingin. Ulangi 1 jam kemudian jika masih
  • Selalu bawa botol air hangat yang dicampur antiseptik. Cairan ini dapat digunakan untuk pembilasan akhir setelah buang air kecil ataupun buang air besar.
  • Campur cairan antiseptik dengan air hangat, dan gunakan untuk merendam area vagina. Cara ini bisa mengurangi nyeri pada luka jahitan dan menjaganya tetap bersih.
  • Jika luka jahitan terasa sakit saat duduk, letakkan bantal lembut di bawah bokong.
  • Saat buang air besar (BAB), jangan mengejan terlalu kuat. Untuk menghindari sembelit atau sulit BAB, perbanyaklah konsumsi makanan berserat dan minum air putih yang cukup.
  • Lakukan senam Kegel secara rutin untuk meningkatkan aliran darah ke area jahitan dan mempercepat proses penyembuhan.
  • Bila rasa nyeri semakin berat, konsumsilah obat anti nyeri, seperti paracetamol. Namun, konsultasikan dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsinya.

Anda bisa melakukan tips merawat vagina usai melahirkan seperti yang sudah dipaparkan di atas. Namun jika perubahan pada vagina setelah melahirkan dirasakan semakin mengganggu, sebaiknya konsultasikanlah ke dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.