TORCH adalah berbagai penyakit infeksi yang dapat menyebabkan masalah serius pada kehamilan. Karena sering tidak bergejala, infeksi ini perlu diwaspadai oleh semua wanita yang sedang merencanakan kehamilan atau tengah hamil. Makanya, deteksi dini dan pemeriksaan rutin sangat dibutuhkan guna mencegah komplikasi kehamilan akibat infeksi TORCH. 

Pernah dengar istilah TORCH saat pemeriksaan kehamilan? Banyak calon ibu mungkin sering mendengarnya ya, tapi belum benar-benar tahu apa artinya. TORCH adalah singkatan dari beberapa jenis infeksi, yaitu toxoplasma, other infection (infeksi lain, seperti sifilis dan varisela), rubella, cytomegalovirus (CMV), dan herpes simplex virus (HSV).

TORCH, Penyakit Infeksi yang Perlu Diwaspadai oleh Ibu Hamil - Alodokter

Ibu hamil yang menderita TORCH berisiko menularkannya ke janin melalui plasenta. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh janin belum cukup kuat sehingga membuatnya rentan mengalami infeksi. 

Nah, infeksi TORCH pada ibu hamil dan janin dapat menyebabkan beragam masalah, mulai dari keguguran, kelahiran prematur, cacat bawaan lahir, hingga meninggalnya janin

Penyebab dan Gejala Penyakit TORCH pada Ibu Hamil 

Penyebab dan gejala dari TORCH bisa berbeda-beda tergantung pada penyakit infeksi yang diderita oleh ibu hamil. Oleh karena itu, Anda perlu mengenali kelima jenis penyakit infeksi yang tergolong ke dalam TORCH. Berikut adalah penjelasannya: 

1. Toksoplasmosis

Toksoplasmosis atau infeksi Toxoplasma adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Ibu hamil dapat tertular penyakit ini apabila sering kontak langsung dengan kotoran kucing yang terinfeksi dan makanan yang belum matang. 

Pada orang sehat, infeksi ini sering tidak menimbulkan gejala. Namun, jika infeksi terjadi pada ibu hamil, parasit bisa menular ke janin dan menyebabkan cacat lahir, gangguan pada otak, mata, atau bahkan keguguran.

2. Other infection

Other infection atau infeksi lain yang termasuk bagian dari TORCH, yaitu HIV/AIDS, infeksi parvovirus B19 (fifth disease), virus Zika, sifilis, dan cacar air. Penyakit-penyakit tersebut memiliki gejala yang berbeda-beda. 

Infeksi ini bisa ditularkan dari ibu ke janin selama kehamilan atau saat proses persalinan. Penularan infeksi ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti keguguran, kelainan bawaan, pertumbuhan janin terhambat, hingga infeksi berat pada bayi baru lahir.

3. Rubella

Jenis penyakit TORCH lainnya adalah rubella atau campak Jerman. Penyakit infeksi ini bisa berbahaya pada ibu hamil, terutama di awal kehamilan. Soalnya, Rubella bisa menyebabkan ibu hamil mengalami keguguran. 

Sementara itu, bayi yang tertular rubella akan mengalami kelainan bawaan, seperti kelainan jantung, tuli, gangguan penglihatan, infeksi paru, kelainan darah, atau keterlambatan pertumbuhan. Selain itu, seiring bertumbuhnya bayi, infeksi rubella juga bisa menyebabkan gangguan saraf pusat, kelainan sistem imun, atau gangguan tiroid.

Gejala rubella bisa mirip dengan campak biasa, sehingga banyak ibu hamil yang tidak menyadarinya. Jika mengalami gejala berupa demam tinggi disertai munculnya ruam-ruam atau bercak kemerahan di tubuh selama hamil, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter ya. 

4. Cytomegalovirus (CMV)

Cytomegalovirus atau CMV juga termasuk salah satu jenis penyakit TORCH yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil. Pasalnya, ibu hamil bisa menularkan penyakit ini pada Si Kecil saat proses persalinan atau menyusui. 

Infeksi virus ini sering kali tidak menimbulkan gejala yang khas atau bahkan tidak bergejala. Namun, ketika berada di dalam tubuh, virus CMV bisa menyerang janin. 

Akibatnya, janin akan mengalami berbagai masalah, mulai dari gangguan pendengaran, gangguan tumbuh kembang, penyakit jantung bawaan, mikrosefalus, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah. 

5. Herpes simpleks

Jenis penyakit TORCH selanjutnya adalah herpes simpleks. Penyakit ini disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV) yang bisa menular melalui kontak langsung dengan luka, ludah, cairan tubuh. Selain melalui kontak langsung, penyakit herpes simpleks juga bisa melalui hubungan seks, termasuk seks oral.

Pada ibu hamil, infeksi aktif saat melahirkan dapat menular ke bayi. Nah, bayi yang tertular infeksi ini akan mengalami infeksi berat pada kulit, mata, otak, hingga dapat membahayakan nyawa jika tidak segera ditangani.

Perlu diketahui, sebagian besar infeksi TORCH pada ibu hamil tidak memunculkan gejala yang jelas. Makanya, ibu hamil sebaiknya menjalani pemeriksaan kesehatan atau skrining awal sejak masih merencanakan kehamilan ya. 

Nah, salah satu pemeriksaan yang mungkin akan dianjurkan dokter adalah pemeriksaan TORCH. Soalnya, hal ini penting dilakukan untuk memastikan kondisi tubuh Anda terbebas dari infeksi dan mencegah terjadinya komplikasi yang fatal pada janin. 

Cara Mencegah Penyakit TORCH pada Ibu Hamil 

Mengingat dampaknya yang bisa membahayakan janin, langkah pencegahan terhadap infeksi TORCH menjadi sangat penting dilakukan sejak awal kehamilan. Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu ibu hamil terhindar dari penyakit TORCH: 

  • Memasak daging hingga benar-benar matang, untuk mencegah toksoplasmosis 
  • Biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah memegang daging mentah, sayur atau buah yang belum dicuci, setelah berkebun, atau setelah membersihkan kotoran hewan peliharaan
  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan 
  • Menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang menderita penyakit infeksi
  • Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin 
  • Melakukan imunisasi atau vaksinasi sebelum hamil atau di awal kehamilan. 

Mencegah penyakit TORCH merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kehamilan tetap sehat dan mengurangi risiko komplikasi pada janin. Dengan memahami apa itu TORCH, bisa mengambil langkah pencegahan yang bijak untuk memastikan kehamilan berjalan aman hingga persalinan tiba.

Kalau Bumil masih ragu atau ingin tahu lebih banyak tentang penyakit dan pemeriksaan TORCH, konsultasikan langsung dengan dokter lewat Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter. Dokter akan membantu menjawab pertanyaan dan memberikan saran yang sesuai dengan kondisi kehamilan Bumil.