Cedera kepala ringan atau trauma kepala ringan adalah kondisi ketika seseorang mengalami cedera ringan di bagian kepala. Ringan atau beratnya kondisi cedera kepala, dapat dinilai dari Glasgow Coma Scale (GCS). GCS merupakan kumpulan respon penderita yang diberikan nilai untuk melihat tingkat kesadaran. Nilai tertinggi adalah 15, sedangkan nilai terendah adalah 3. Nilai tersebut ditentukan berdasarkan kemampuan penderita membuka mata, pergerakan penderita, dan isi pembicaraannya.

Cedera kepala ringan jarang menyebabkan kerusakan otak permanen. Pada orang dewasa, cedera kepala ringan umumnya terjadi karena kecelakaan kendaraan bermotor, membentur atau terbentur sesuatu, terjatuh, atau karena terkena pukulan di bagian kepala. Sedangkan pada anak-anak, kondisi ini lebih sering disebabkan karena terjatuh dan terbentur.

alodokter-trauma-kepala-ringan

Gejala Cedera Kepala Ringan

Cedera kepala ringan bisa menimbulkan berbagai gejala, baik gejala fisik maupun gejala psikologis. Beberapa gejala bisa muncul seketika setelah kejadian, sedangkan gejala lain dapat muncul beberapa hari atau beberapa minggu kemudian.

Gejala fisik cedera kepala ringan antara lain:

  • Hilang kesadaran selama beberapa detik atau menit.
  • Tidak hilang kesadaran, tapi linglung dan bingung.
  • Pusing dan sakit kepala.
  • Hilang keseimbangan.
  • Lelah dan mengantuk.
  • Gangguan bicara.
  • Mual dan muntah.
  • Sulit tidur.

Selain gejala fisik, cedera kepala ringan juga dapat menimbulkan gejala pada sistem sensorik, seperti perubahan pada kemampuan indra penciuman, sensitif terhadap cahaya dan suara, penglihatan kabur, rasa tidak enak di mulut, dan berdengung di telinga. Sedangkan gejala mental yang dapat muncul, antara lain adalah masalah pada ingatan dan konsentrasi, suasana hati yang mudah berubah, serta mudah merasa cemas, dan depresi.

Diagnosis Cedera Kepala Ringan

Dokter akan bertanya bagaimana pasien bisa cedera dan apa gejala yang dirasakan. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui seberapa berat cedera yang dialami pasien. Dokter akan menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS) untuk mengukur tingkat kesadaran pasien, dan menggolongkannya menjadi cedera kepala ringan, sedang, dan cedera kepala berat. Tingkat kesadaran diukur berdasarkan respons verbal, respons gerakan, dan respons mata pasien, serta akan diberi nilai dari 3 hingga 15. Nilai 15 menunjukkan kondisi seseorang dalam kesadaran penuh, sedangkan nilai 3 menunjukkan kondisi koma. Cedera kepala ringan terjadi bila GCS bernilai 13-15.

Pemeriksaan dengan CT scan atau MRI kepala dapat dilakukan oleh dokter untuk melihat seberapa parah cedera kepala.

Pengobatan dan Pencegahan Cedera Kepala Ringan

Cedera kepala ringan umumnya tidak memerlukan penanganan khusus. Pasien hanya disarankan untuk beristirahat. Namun, pasien harus dipantau untuk memastikan tidak ada gejala yang memburuk atau gejala baru yang muncul, terutama 24 jam pertama setelah mengalami cedera.

Gejala-gejala yang harus diwaspadai dalam 24 jam pertama adalah:

  • Kejang.
  • Penglihatan kabur atau berbayang.
  • Cairan bening keluar dari hidung atau telinga.
  • Gangguan dalam bicara dan memahami orang lain.
  • Hilang keseimbangan atau sulit berjalan dengan normal.
  • Hilang kesadaran baik sesaat atau dalam waktu yang cukup lama.
  • Amnesia.
  • Tubuh kehilangan tenaga, seperti lemah pada lengan dan tungkai.
  • Rasa kantuk yang berlebihan.
  • Memar atau perdarahan pada telinga.
  • Sakit kepala yang makin memburuk.
  • Ada perubahan perilaku, seperti mudah marah.
  • Gangguan dalam menulis dan membaca.
  • Muntah

Hal yang penting untuk diperhatikan pada saat pemulihan cedera kepala ringan, antara lain adalah:

  • Jangan mengonsumsi alkohol.
  • Banyak istirahat.
  • Hindari obat pereda nyeri aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid, kecuali diperbolehkan oleh dokter. Obat nyeri yang disarankan hanya paracetamol.
  • Sebelum benar-benar sembuh, jangan melakukan aktivitas seperti berkendara, mengoperasikan mesin, atau berolahraga yang berisiko melibatkan kontak fisik, misalnya sepak bola.
  • Tanyakan pada dokter kapan diperbolehkan untuk kembali bersekolah, berolahraga, atau bekerja.

Beberapa langkah pencegahan untuk menghindari terjadinya cedera kepala ringan, adalah dengan:

  • Memakai alat pelindung diri di lingkungan yang berisiko terjadi kecelakaan.
  • Mengenakan helm saat berkendara dengan motor.
  • Tidak meletakkan barang berat di atas lemari atau tempat tinggi lainnya agar tidak menimpa kepala.

Komplikasi Cedera Kepala Ringan

Beberapa hari setelah cedera kepala, dapat muncul sindrom pasca gegar otak. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala seperti:

  • Merasa lemah dan kelelahan.
  • Sulit konsentrasi.
  • Gangguan tidur.
  • Pusing.
  • Tinnitus.
  • Mual.
  • Sakit kepala berkepanjangan.
  • Gangguan ingatan.