Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan telinga gatal. Walau berukuran kecil, namun telinga berperan penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Oleh karena dipenuhi dengan saraf yang sensitif, maka jika terjadi sedikit gangguan saja, telinga bisa memberikan reaksi tertentu, salah satunya adalah timbulnya rasa gatal.

Telinga gatal sering dianggap sebagai hal yang biasa. Padahal, telinga gatal dapat menjadi tanda adanya kondisi kesehatan yang lebih serius. Mengetahui berbagai kemungkinan penyebabnya dapat membuat Anda lebih siap menangani kondisi tersebut.

Tujuh Penyebab Telinga Gatal yang Bisa Berbahaya - Alodokter

Penyebab Telinga Gatal

Berikut terdapat beberapa penyebab telinga gatal yang perlu Anda ketahui, di antaranya:

  • Infeksi telinga (otitis eksterna)
    Otitis eksterna adalah infeksi pada saluran yang menghubungkan lubang telinga luar dengan gendang telinga. Kondisi ini disebut juga sebagai swimmer’s ear karena sering terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak yang menghabiskan banyak waktu dengan berenang.
    Air yang tersisa dalam saluran telinga dapat menjadi media perkembangbiakan bakteri dan jamur. Selain gatal dan nyeri, infeksi juga dapat menyebabkan telinga merah dan bengkak. Infeksi akibat kerusakan lapisan luar telinga dapat diakibatkan juga oleh luka garukan, gesekan oleh penggunaan headphones, atau cotton bud.
    Salah satu kondisi yang sering menyebabkan gejala telinga gatal adalah infeksi jamur telinga. Penyakit ini sering terjadi di daerah beriklim lembab dan panas, dan pada orang yang telinganya sering terpapar air. Gejalanya bisa menyerupai infeksi telinga karena bakteri, namun biasanya tidak membaik setelah pengobatan dengan antibiotik.
  • Penumpukan kotoran telinga
    Tubuh dapat memproduksi terlalu banyak kotoran telinga, sehingga terjadi penumpukan kotoran pada saluran telinga. Kondisi ini disebut juga serumen prop. Kotoran telinga ini sebenarnya berperan melindungi telinga bagian dalam dari bakteri dan debu. Mencoba mengeluarkan kotoran telinga dengan menggunakan cottonbud, dapat membuat kotoran telinga justru makin masuk ke dalam dan menutup liang telinga, sehingga timbul nyeri dan gatal pada telinga.
  • Psoriasis
    Psoriasis merupakan penyakit jangka panjang (kronis) yang menyerang kulit. Gejala psoriasis antara lain adalah ruam memerah, kulit menebal, terkelupas, dan terasa kering serta bersisik. Gejala ini bisa muncul di bagian kulit manapun termasuk telinga. Sel kulit penderita psoriasis berkembang lebih cepat dari normal, sehingga sel-sel kulit mati menumpuk dan mengakibatkan kulit menebal, kering dan gatal. Kondisi ini sering terjadi pada orang berusia 15-35 tahun, namun juga tak jarang ditemukan pada orang berusia di atas 50 tahun.
  • Kulit kering
    Kulit kering pada telinga dapat terjadi ketika telinga tidak memproduksi cukup kotoran telinga sebagai bahan pelumas. Selain rasa gatal, Anda mungkin juga akan mendapati kulit yang mengelupas dari dalam telinga.
  • Dermatitis saluran telinga
    Kondisi ini terjadi akibat peradangan pada kulit di dalam dan sekitar saluran telinga. Umumnya terjadi sebagai reaksi alergi terhadap benda asing, seperti penggunaan perhiasan atau produk kecantikan.
  • Penggunaan alat bantu dengar
    Telinga dapat bereaksi alergi terhadap alat bantu dengar yang digunakan. Selain itu, alat ini juga dapat menyebabkan air terjebak di dalam telinga.
  • Rhinitis
    Rhinitis merupakan peradangan pada lapisan rongga hidung yang dapat bersifat musiman ataupun terjadi secara terus-menerus. Kondisi ini bisa disebabkan oleh alergi, bisa juga tidak. Rhinitis alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap benda asing atau sumber penyebab alergi (alergen) dengan mengeluarkan histamin. Selain hidung berair dan sering bersin, gatal pada telinga dan tenggorokan dapat terjadi.

Penanganan dan Pencegahan Telinga Gatal

Penanganan telinga gatal akan disesuaikan dengan penyebab terjadinya kondisi tersebut. Secara umum, berikut cara-cara yang dapat dilakukan guna mengatasi telinga gatal, di antaranya:

  • Jika disebabkan oleh penggunaan produk kecantikan, maka pemakaiannya harus dihentikan.
  • Hindari memasukkan benda yang berisiko menimbulkan iritasi pada telinga.
  • Periksakan dan bersihkan telinga secara rutin pada dokter THT, atau pakailah obat tetes telinga yang dapat dibeli bebas. Hindari membersihkannya sendiri dengan benda asing, seperti cottonbud atau penjepit rambut.
  • Kenakan perhiasan antialergi untuk menghindari gatal akibat alergi.
  • Orang yang sering berenang dapat mengenakan penutup telinga atau membersihkan air yang masuk ke telinga secara teratur.

Walau umumnya tidak berbahaya, tapi segera periksakan diri ke dokter jika telinga gatal yang dialami juga disertai gejala-gejala lain, seperti demam, telinga bengkak, keluarnya cairan dari dalam telinga, telinga berdenging, atau adanya masalah pada pendengaran.

Sebagai pengobatan lebih lanjut, dokter spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorokan) dapat meresepkan antibiotik dalam bentuk obat tetes atau salep untuk mengatasi infeksi, kortikosteroid untuk meredakan peradangan, obat tetes telinga untuk melunakkan kotoran telinga, atau obat antijamur untuk mengatasi infeksi jamur.