Tumor hidung adalah pertumbuhan jaringan abnormal yang muncul pada area dalam hidung, rongga sinus, atau area hidung. Tumor ini dapat bersifat jinak maupun ganas (kanker), dan umumnya menimbulkan keluhan berupa hidung tersumbat, mimisan, atau nyeri wajah, tergantung pada jenis dan lokasinya.
Tumor hidung dapat berasal dari berbagai jaringan, seperti mukosa hidung, tulang sinus, kelenjar, pembuluh darah, maupun saraf. Penyebab utama tumor hidung adalah perubahan genetik yang membuat sel-sel di area hidung tumbuh tidak terkendali. Paparan zat kimia, polusi, atau infeksi kronis juga berperan meningkatkan risiko.

Tumor hidung bisa dialami oleh siapa saja, meski beberapa jenis lebih sering terjadi pada orang dewasa usia lanjut. Tingkat keberhasilan pengobatan sangat bergantung pada jenis dan stadium tumor saat terdiagnosis. Oleh karena itu, deteksi dan penanganan dini sangat penting agar hasil pengobatan lebih optimal.
Penyebab Tumor Hidung
Tumor hidung terjadi akibat perubahan atau mutasi pada materi genetik di sel-sel hidung. Perubahan ini menyebabkan sel-sel membelah dan tumbuh secara berlebihan, membentuk benjolan yang bisa bersifat jinak maupun ganas.
Umumnya, tumor jinak tidak menyebar ke jaringan lain dan tumbuh lambat. Namun, tumor ini bisa menekan struktur penting di area hidung sehingga dapat mengganggu fungsi normal hidung dan sinus. Sebaliknya, tumor ganas dapat merusak jaringan sehat di sekitarnya, bahkan menyebar ke tenggorokan, mata, atau kelenjar getah bening.
Selain berasal dari jaringan hidung itu sendiri, tumor ganas pada hidung juga bisa muncul akibat penyebaran kanker dari organ lain (metastasis), meski kasus ini jarang terjadi.
Baik jinak maupun ganas, tumor hidung memiliki beberapa jenis yang berbeda. Inilah beberapa jenis serta penjelasannya:
Tumor hidung jinak
Berikut ini adalah beberapa jenis tumor hidung jinak dan lokasi awal pertumbuhannya:
- Polip hidung, yaitu tumor jinak paling umum yang tumbuh di dalam rongga hidung atau sinus akibat peradangan kronis, alergi, atau infeksi berulang
- Inverted papilloma, berawal dari lapisan mukosa hidung yang biasanya terjadi akibat infeksi human papillomavirus (HPV)
- Hemangioma, yaitu tumor jinak pembuluh darah yang dapat tumbuh di mukosa hidung, sering kali muncul pada anak-anak dan remaja
- Osteoma, yaitu tumor tulang jinak yang sering tumbuh di area sinus, biasanya berkembang lambat dan jarang bergejala kecuali sudah cukup besar
Tumor hidung ganas
Beberapa jenis tumor ganas yang dapat terjadi pada rongga hidung dan sinus adalah:
- Karsinoma sel skuamosa, yaitu jenis kanker hidung tersering, berasal dari sel-sel mukosa yang melapisi rongga hidung dan sinus
- Adenokarsinoma, berasal dari kelenjar penghasil lendir di hidung atau sinus
- Melanoma mukosa, yaitu kanker agresif yang jarang terjadi, berasal dari sel penghasil pigmen (melanosit) di mukosa hidung
- Limfoma, yaitu kanker pada sistem getah bening yang dapat menyerang jaringan hidung dan menyebabkan pembengkakan, sumbatan, atau perdarahan
- Esthesioneuroblastoma, yaitu tumor ganas langka yang muncul di area saraf penciuman (olfaktorius) pada bagian atas rongga hidung
Faktor risiko tumor hidung
Ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tumor hidung, yaitu:
- Pernah tinggal atau bekerja di lingkungan industri, sehingga sering terpapar bahan kimia dan zat berbahaya, seperti debu kayu, nikel, dan formaldehida
- Sering terpapar asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif
- Pernah mengalami infeksi HPV
- Memiliki keluarga dengan riwayat kanker hidung
- Pernah menjalani radioterapi di area wajah
Gejala Tumor Hidung
Gejala tumor hidung sering kali tidak muncul pada tahap awal. Namun, jika sudah berkembang, beberapa gejala yang umumnya muncul adalah:
- Hidung tersumbat, baik pada satu sisi maupun kedua sisi, tanpa penyebab jelas
- Mimisan berulang tanpa riwayat cedera
- Nyeri atau tekanan pada hidung atau wajah
- Benjolan pada hidung bagian luar atau dalam
- Penurunan kemampuan mencium bau (anosmia)
- Perubahan bentuk hidung atau asimetri wajah
- Lendir hidung yang keluar terus-menerus, kadang bercampur darah
- Sakit kepala atau nyeri pada gigi bagian atas, terutama jika tumor menekan sinus
- Pembesaran kelenjar getah bening di leher
Pada tumor ganas, gejala bisa makin memburuk, seperti luka di hidung yang sulit sembuh, penurunan berat badan secara drastis, mata menonjol, atau gangguan penglihatan dan pendengaran.
Kapan harus ke dokter
Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami:
- Mimisan berulang, hidung tersumbat terus-menerus, atau benjolan pada hidung yang tidak membaik
- Perubahan bentuk hidung atau wajah yang kian terlihat
- Gangguan penciuman, penglihatan, atau pendengaran yang baru terjadi
- Keluarnya darah atau lendir tidak wajar dari hidung
Deteksi dini tumor hidung sangat penting, terutama bagi orang dengan faktor risiko tinggi atau riwayat keluarga dengan kanker hidung. Anda bisa memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk konsultasi awal yang praktis.
Jika dokter menyarankan pemeriksaan lebih lanjut, Anda dapat buat janji dengan dokter agar lebih mudah dan cepat.
Diagnosis Tumor Hidung
Diagnosis tumor hidung diawali dengan tanya jawab dengan dokter mengenai keluhan yang dirasakan, riwayat kesehatan, dan riwayat keluarga. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada hidung dan area wajah.
Untuk menegakkan diagnosis, dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut ini:
- Nasal endoskopi, yaitu pemeriksaan visual dengan kamera kecil ke dalam rongga hidung
- CT scan atau MRI, untuk mengetahui ukuran, lokasi, dan penyebaran tumor
- Biopsi jaringan hidung atau sinus, untuk memastikan jenis tumor, jinak atau ganas
Pada kasus tertentu, pemeriksaan tambahan, seperti PET scan atau X-ray dada, mungkin diperlukan untuk mendeteksi penyebaran tumor ke organ lain.
Pengobatan Tumor Hidung
Penanganan tumor hidung akan disesuaikan dengan kondisi pasien serta jenis dan ukuran tumor yang tumbuh. Pada beberapa kasus tumor hidung jinak, ukuran tumor sangat kecil atau pertumbuhannya sangat lambat sehingga pengobatan bisa ditunda.
Tindakan medis juga bisa saja lebih berisiko jika dilakukan terlalu dini, misalnya menimbulkan perdarahan atau gangguan struktur sinus.Pada kondisi seperti ini, dokter biasanya akan melakukan pemantauan rutin dengan endoskopi atau CT scan hingga tumor membesar atau mulai menimbulkan gejala baru.
Namun, jika tumor berukuran kecil tetapi terletak di area yang berpotensi mengganggu pernapasan atau berisiko menjadi ganas, dokter dapat mengangkat tumor dengan operasi endoskopi atau teknik bedah minimal invasif lainnya.
Sementara itu, pada tumor hidung ganas, beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan dokter adalah:
Operasi
Operasi merupakan metode pengobatan utama untuk tumor hidung, baik jinak maupun ganas. Tindakan ini bertujuan mengangkat tumor beserta jaringan sekitarnya yang terlibat. Teknik operasi yang digunakan antara lain endoscopic sinus surgery dan operasi terbuka.
Endoscopic sinus surgery biasanya dilakukan untuk mengatasi papiloma inversi, osteoma, atau tumor berukuran kecil. Sementara itu, operasi terbuka digunakan pada tumor ganas atau tumor jinak yang sangat besar dan melibatkan tulang wajah, rongga sinus, atau dekat dengan mata atau otak.
Pada tumor ganas stadium lanjut, operasi dapat melibatkan pengangkatan sebagian tulang sinus, dinding hidung, atau jaringan lain agar kanker tidak menyebar.
Radioterapi
Radioterapi adalah pengobatan yang umum dilakukan untuk tumor hidung ganas, terutama karsinoma sel skuamosa, esthesioneuroblastoma, atau melanoma sinonasal.
Metode ini dilakukan dengan mengarahkan sinar radiasi untuk menghancurkan sel kanker atau mengecilkan tumor sebelum operasi. Radioterapi juga dapat diberikan setelah operasi untuk memastikan seluruh sel kanker mati dan mencegah kekambuhan.
Kemoterapi
Kemoterapi dapat diberikan sebagai terapi utama pada jenis tumor hidung tertentu, tetapi paling sering digunakan sebagai terapi kombinasi dengan radioterapi atau operasi.
Metode ini bermanfaat untuk mengecilkan tumor sebelum operasi, menghambat pertumbuhan kanker pada kasus stadium lanjut, serta mengatasi sel kanker yang sudah menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lain. Kemoterapi lebih sering digunakan untuk esthesioneuroblastoma, sarkoma, atau karsinoma agresif.
Terapi target
Terapi target dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang menargetkan protein atau mutasi tertentu dalam sel kanker. Terapi ini digunakan pada jenis tumor hidung ganas yang memiliki kelainan genetik tertentu, misalnya mutasi EGFR atau HER2.
Terapi target dapat membantu memperlambat pertumbuhan kanker sekaligus mengurangi kerusakan sel sehat di sekitarnya.
Imunoterapi
Imunoterapi adalah metode pengobatan yang bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker.
Terapi ini biasanya diberikan pada tumor hidung ganas yang tidak merespons pengobatan standar atau pada kasus kanker yang telah menyebar. Obat imunoterapi, seperti checkpoint inhibitors (misalnya pembrolizumab), dapat digunakan untuk beberapa kanker sinonasal, termasuk melanoma sinonasal dan karsinoma tertentu.
Komplikasi Tumor Hidung
Jika tidak ditangani dengan baik, tumor hidung dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius, antara lain:
- Penyebaran tumor ke area mulut, otak, mata, atau leher
- Sumbatan saluran napas, yang memicu sesak atau infeksi saluran napas berulang
- Perubahan bentuk wajah permanen
- Kehilangan kemampuan mencium dan mengecap
- Gangguan penglihatan atau pendengaran jika tumor menekan saraf di sekitar mata dan telinga
- Tumor ganas bisa menyebar ke organ lain, seperti paru-paru atau kelenjar getah bening
Pencegahan Tumor Hidung
Tidak semua tumor hidung dapat dicegah. Namun, risikonya dapat dikurangi dengan beberapa langkah berikut:
- Menghindari paparan bahan kimia berbahaya di tempat kerja, gunakan masker pelindung jika perlu
- Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok
- Menjaga kesehatan hidung untuk mencegah infeksi berulang
- Menjalani tes genetik sebelum merencanakan kehamilan jika memiliki keluarga yang menderita tumor hidung
- Menjalani gaya hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, dan cukup minum air putih
- Memeriksakan diri Anda atau anak Anda ke dokter jika ada anggota keluarga yang menderita tumor hidung