Uplores adalah obat antibiotik yang mengandung roxithromycin. Obat ini bermanfaat untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, mulai dari infeksi saluran pernapasan atas dan bawah, infeksi kulit, hingga infeksi jaringan lunak. Uplores tersedia dalam bentuk tablet.
Uplores mengandung roxithromycin sebanyak 150 mg. Bahan aktif ini bekerja dengan cara menghambat produksi protein yang dibutuhkan bakteri untuk bertahan hidup. Dengan begitu, bakteri penyebab infeksi akan berhenti tumbuh dan mati.

Uplores dapat digunakan untuk mengatasi bronkitis kronis, sinusitis, faringitis, infeksi saluran kemih, pneumonia, serta infeksi kulit dan jaringan lunak. Penggunaan Uplores harus sesuai petunjuk dokter guna mencegah resistensi antibiotik dan memastikan keberhasilan pengobatan.
Apa Itu Uplores
| Bahan aktif | Roxithromycin |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antibiotik makrolid |
| Manfaat | Mengobati infeksi bakteri |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak-anak |
| Uplores untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Jika Anda sedang hamil, konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini. | |
| Uplores untuk ibu menyusui | Uplores umumnya bisa digunakan oleh ibu menyusui selama mengikuti arahan dokter. |
| Pantau kemungkinan timbulnya efek samping pada bayi, seperti diare, sariawan, atau ruam popok. Segera hubungi dokter bila timbul keluhan tersebut. | |
| Bentuk obat | Tablet |
Peringatan sebelum Menggunakan Uplores
Uplores merupakan obat resep yang harus digunakan secara hati-hati. Sebelum menggunakan obat ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang dimiliki. Orang yang alergi terhadap roxithromycin atau antibiotik makrolida lainnya, seperti erythromycin, tidak boleh mengonsumsi obat ini.
- Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, hipomagnesemia, hipokalemia, penyakit hati, atau myasthenia gravis.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda maupun keluarga pernah mengalami penyakit jantung, seperti gagal jantung kongestif, gangguan irama jantung (aritmia), henti jantung mendadak pada usia muda, atau hasil elektrokardiogram (EKG) yang tidak normal (perpanjangan QT).
- Diskusikan dengan dokter mengenai obat-obatan, termasuk suplemen dan produk herbal yang sedang Anda konsumsi. Tujuannya adalah agar terhindar dari interaksi obat yang berbahaya.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah Anda mengonsumsi Uplores. Obat ini dapat menyebabkan pusing atau pandangan kabur.
- Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Uplores.
Dosis dan Aturan Pakai Uplores
Dosis penggunaan Uplores akan ditentukan dokter sesuai jenis infeksi, usia pasien, tingkat keparahan, serta kondisi kesehatan pasien. Umumnya, dosis Uplores untuk mengobati infeksi bakteri sesuai usia pasien adalah:
- Dewasa: 300 mg, 1 kali sehari, atau 150 mg, 2 kali sehari. Lama pengobatan bisa 5–10 hari atau lebih, tergantung respons pasien terhadap pengobatan.
- Anak dengan berat badan ≥40 kg: 150 mg, 2 kali sehari. Durasi pengobatan adalah 5–10 hari.
- Anak dengan dengan berat badan 6–40 kg: 5–8 mg/kgBB per hari yang diberikan dalam 2 kali jadwal konsumsi. Lama pengobatan adalah 5–10 hari.
Cara Menggunakan Uplores dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan bacalah informasi yang tertera pada label kemasan obat sebelum mengonsumsi Uplores. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa seizin dokter.
Agar pengobatan efektif dan mencegah terjadinya risiko efek samping, berikut cara penggunaan Uplores yang benar:
- Konsumsilah Uplores saat perut dalam keadaan kosong, yaitu 15 menit sebelum makan atau 3 jam setelah makan. Telan obat dengan bantuan air putih.
- Jika lupa minum Uplores, segera konsumsi obat ini begitu teringat. Namun, bila waktu minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis berikutnya.
- Pastikan Anda tetap mengonsumsi Uplores hingga batas waktu yang ditentukan oleh dokter meski dirasa keluhan sudah membaik sebelum itu. Hal ini untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik yang dapat membuat penyakit kambuh dan lebih sulit untuk diatasi.
- Patuhi jadwal kontrol yang ditentukan oleh dokter selama menjalani pengobatan dengan Uplores. Anda mungkin perlu menjalani tes darah secara rutin untuk memantau respons tubuh terhadap obat.
- Simpan Uplores di tempat bersuhu ruangan, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan menggunakan Uplores jika sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Uplores dengan Obat Lain
Penggunaan Uplores dengan obat lain berpotensi meningkatkan risiko interaksi obat, seperti:
- Peningkatan risiko terjadinya gejala keracunan ergot atau penyempitan pembuluh darah jika digunakan dengan ergotamine
- Peningkatan risiko terjadinya aritmia atau gangguan jantung bila dipakai dengan amiodarone, terfenadine, atau cisapride
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari digoxin, ciclosporin, atau teofilin
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan dengan warfarin
Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu bila hendak menggunakan Uplores bersama obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal tertentu.
Efek Samping dan Bahaya Uplores
Setiap penggunaan obat, termasuk antibiotik berisiko menimbulkan efek samping. Berikut efek samping yang mungkin terjadi saat menggunakan Uplores:
- Mual atau muntah
- Diare
- Perut kembung
- Sakit kepala atau pusing
- Penglihatan kabur
- Hilang nafsu makan
- Telinga berdenging
Beri tahu dokter melalui chat jika efek samping di atas tidak kunjung reda atau justru memberat. Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:
- Nyeri dada
- Detak jantung cepat atau tidak teratur
- Pingsan
- Diare parah, berair atau berdarah, yang disertai demam dan kram perut
- Ruam yang disertai pengelupasan kulit atau lepuh pada area bibir, mulut, atau mata
- Lemah otot yang parah
- Penyakit kuning