Velthrom adalah obat untuk mengatasi kelebihan hormon tiroid yang ditandai dengan gejala seperti, jantung berdebar, tangan gemetar, cemas, berkeringat, dan penurunan berat badan berlebihan. Velthrom tersedia dalam tablet salut selaput dan hanya bisa digunakan dengan resep dokter.

Velthrom mengandung thiamazole, yang bekerja dengan cara menghambat produksi hormon tiroid berlebih sehingga kadar hormon kembali normal dan gejala berkurang. Obat ini bisa digunakan jangka panjang atau sebagai persiapan sebelum operasi tiroid (tiroidektomi) atau dikombinasikan dengan terapi yodium radioaktif. 

Velthrom

Produk Velthrom

Velthrom tersedia dalam 2 sediaan:

  • Velthrom 5 mg 10 Tablet, dengan kandungan 5 mg thiamazole tiap tabletnya
  • Velthrom 10 mg 10 Tablet, yang tiap tabletnya mengandung 10 mg thiamazole

Apa Itu Velthrom

Bahan aktif Thiamazole 
Golongan Obat resep
Kategori Antitiroid 
Manfaat Mengatasi hipertiroidisme
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Velthrom untuk ibu hamil Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan obat berisiko terhadap janin manusia. Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa.
Velthrom untuk ibu menyusui Thiamazole dalam Velthrom aman digunakan oleh ibu menyusui. Meski demikian, disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini.
Bentuk obat Tablet salut selaput

Peringatan sebelum Menggunakan Velthrom

Velthrom hanya bisa dibeli setelah berkonsultasi dengan dokter. Sebelum menggunakan obat ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Velthrom tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang alergi terhadap thiamazole atau obat lain yang termasuk dalam golongan yang sama.
  • Sampaikan ke dokter jika Anda sedang atau pernah menderita penyakit liver, ginjal, leukopenia, agranulositosis, gangguan sistem imun, atau penyakit ginjal.
  • Konsultasikan ke dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung koroner, angina pektoris, aritmia, hipertensi, stroke hemoragik atau kelainan pada hasil EKG.
  • Beri tahu dokter jika Anda baru menjalani operasi jantung dalam 6 bulan terakhir, atau memiliki anggota keluarga dengan riwayat henti jantung mendadak.
  • Sampaikan ke dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
  • Konsultasikan ke dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Informasikan ke dokter bahwa Anda sedang mengonsumsi Velthrom sebelum menjalani prosedur medis apa pun, termasuk operasi gigi, untuk memastikan keamanan dan mencegah risiko komplikasi.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah mengonsumsi obat ini. Velthrom dapat menyebabkan pusing dan kantuk.
  • Segera laporkan ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat, atau efek samping serius, setelah menggunakan Velthrom.

Dosis dan Aturan Pakai Velthrom

Sebelum memulai pengobatan dengan Velthrom, penting untuk memahami aturan dosis obat agar penggunaannya aman dan efektif. Dosis yang tepat membantu obat bekerja maksimal sekaligus meminimalkan risiko efek samping.

Berikut adalah dosis umum thiamazole yang terkandung di dalam Velthrom:

  • Dewasa: Dosis awal 15–60 mg per hari, yang diberikan dalam 3 dosis terbagi. Dosis obat bisa dikurangi secara bertahap menjadi 5–15 mg, 1 kali sehari. Penggunaan obat selama 6 bulan sampai 2 tahun.
  • Anak-anak: Dosis awal 0,3–0,5 mg/kgBB per hari, yang diberikan dalam 3 dosis terbagi. Dosis pemeliharaan: ½ dari dosis awal.

Cara Menggunakan Velthrom dengan Benar

Gunakan Velthrom sesuai anjuran dokter dan aturan pakai yang tertera pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari Velthrom, pastikan Anda mengetahui cara penggunaannya yang benar. Berikut adalah panduannya: 

  • Velthrom dapat dikonsumsi sebelum atau setelah makan. Telan tablet secara utuh dengan air putih, tanpa membelah, mengunyah, atau menghancurkannya.
  • Minumlah Velthrom di waktu yang sama setiap hari. Jika Anda lupa, segera minum obat ini saat Anda teringat. Namun, jika waktu minum berikutnya sudah dekat, lewati dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis.
  • Teruskan penggunaan Velthrom sesuai petunjuk dokter meskipun gejala sudah membaik, untuk memastikan efektivitas pengobatan dan mencegah kekambuhan.
  • Lakukan kontrol rutin sesuai jadwal yang ditentukan dokter. Anda mungkin diminta menjalani pemeriksaan darah untuk memantau kadar hormon tiroid maupun fungsi hati secara berkala untuk memantau efektivitas dan efek samping obat.
  • Jangan berikan Velthrom ke orang lain, meskipun gejalanya mirip dengan Anda serta jangan menggunakan obat yang sudah kedaluwarsa.
  • Simpan Velthrom di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Velthrom dengan Obat Lain

Penggunaan Velthrom dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan interaksi obat. Efek interaksi yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Peningkatan risiko terjadinya penurunan sel darah putih jika digunakan bersama obat-obatan penekan sumsum tulang, seperti kemoterapi.
  • Penurunan efek antikoagulan dari warfarin, sehingga diperlukan penyesuaian dosis.
  • Penurunan efektivitas Velthrom jika digunakan bersama obat tiroid lain atau terapi pengganti hormon tiroid.

Selalu konsultasikan ke dokter mengenai semua obat yang sedang Anda konsumsi untuk mencegah interaksi yang merugikan.

Efek Samping dan Bahaya Velthrom

Penggunaan Velthrom dapat menimbulkan beberapa efek samping. Segera konsultasikan ke dokter jika muncul keluhan berikut selama pemakaian Velthrom, seperti:

  • Ruam kulit atau gatal-gatal
  • Gangguan saluran cerna, seperti mual atau muntah
  • Rasa tidak enak di mulut

Meskipun jarang terjadi, Velthrom dapat menimbulkan efek samping serius, seperti:

  • Reaksi alergi, seperti ruam, gatal-gatal, wajah bengkak, atau sesak napas.
  • Peradangan saraf (neuritis)
  • Perubahan warna kulit
  • Vertigo
  • Pembengkakan pada kaki atau tangan
  • Penyakit kuning
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Konsultasikan diri Anda ke dokter bila keluhan dan efek samping di atas tidak kunjung mereda atau malah memburuk. Agar lebih mudah, Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter atau buat janji konsultasi di aplikasi Alodokter.