Vesperum adalah obat untuk mengatasi mual dan muntah. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati sakit atau rasa tidak nyaman di perut akibat gangguan gerakan lambung (gastroparesis). Obat ini hanya dapat diperoleh dengan resep dokter.

Vesperum tergolong obat antiemetik jenis antagonis dopamin. Bahan aktif domperidone yang terkandung di dalam obat ini bekerja dengan cara menghambat produksi dopamin. Cara kerja tersebut efektif mengurangi rangsangan untuk mual atau muntah yang berasal dari otak.

Vesperum

Vesperum juga dapat mengoptimalkan pergerakan makanan di saluran pencernaan sehingga bisa mempercepat pengosongan lambung. Dengan begitu, risiko muntah serta rasa tidak enak dan penuh pada perut juga akan berkurang.

Vesperum juga berguna untuk meningkatkan kadar prolaktin, yaitu hormon yang berperan dalam produksi ASI. Terkadang, dokter menggunakan obat ini dapat untuk meningkatkan jumlah ASI bila berbagai cara lain tidak efektif.

Produk Vesperum

Ada tiga varian produk Vesperum yang tersedia di Indonesia, yaitu:

  • Vesperum sirup (suspensi)
    Tiap 5 ml sirup Vesperum mengandung 5 mg domperidone
  • Vesperum drops
    Tiap 1 ml Vesperum drops mengandung 5 mg domperidone
  • Vesperum tablet
    Tiap tablet Vesperum mengandung 10 mg domperidone

Apa Itu Vesperum

Bahan aktif Domperidone
Golongan Obat resep
Kategori Antiemetik jenis antagonis dopamin dan prokinetik
Manfaat Mengatasi mual dan muntah, meningkatkan produksi ASI, dan mengobati gastroparesis
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Vesperum untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Vesperum untuk ibu menyusui Vesperum dapat digunakan sebagai antimual atau antimuntah pada ibu menyusui. Namun, penggunaan obat ini untuk meningkatkan produksi ASI harus berdasarkan anjuran dokter.
Bentuk obat Tablet dan suspensi

Peringatan sebelum Mengonsumsi Vesperum

Vesperum adalah obat resep yang harus digunakan dengan cermat. Ada berbagai hal yang perlu Anda ketahui sebelum mengonsumsi obat ini, di antaranya:

  • Beri tahu dokter riwayat alergi yang Anda miliki. Vesperum tidak boleh diminum oleh orang yang alergi terhadap obat ini atau obat lain dari golongan antiemetik jenis antagonis dopamin, seperti metoclopramide.
  • Jangan mengonsumsi Vesperum jika Anda memiliki berat badan di bawah 35 kg.
  • Jangan memberikan Vesperum kepada anak usia di bawah 12 tahun.
  • Beri tahu dokter jika Anda atau anggota keluarga Anda memiliki riwayat kanker payudara.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menderita perdarahan saluran cerna, tumor kelenjar pituari, gangguan ginjal, gangguan liver, obstruksi usus, atau radang usus, seperti penyakit Crohn atau diverkulitis.
  • Diskusikan dengan dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung atau kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung, seperti tekanan darah tinggi, obesitas, kadar kolesterol tinggi, diabetes, atau kebiasaan merokok.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda atau anggota keluarga Anda memiliki gangguan irama jantung, kelainan pada hasil EKG, atau henti jantung mendadak pada usia muda.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol jika Anda sedang menjalani terapi dengan Vesperum.
  • Beri tahu dokter jika Anda baru saja menjalani operasi lambung.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah mengonsumsi obat ini. Vesperum dapat menyebabkan kantuk.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Vesperum.

Dosis dan Aturan Pakai Vesperum

Dalam menentukan dosis Vesperum, dokter akan mengacu pada bentuk sediaan, usia pasien, dan tujuan pengobatan. Berikut ini adalah dosis Vesperum secara umum:

  • Tujuan: Mengatasi mual dan muntah
    Dewasa dan anak usia ≥12 tahun dengan BB ≥35 kg: 10 mg, 1–3 kali sehari. Dosis maksimal: 30 mg per hari. Durasi pengobatan maksimal 1 minggu.
  • Tujuan: Mengatasi gastroparesis
    Dewasa: 10 mg, 3–4 kali sehari. Dosis pada sebagian orang bisa ditingkatkan menjadi 20 mg, 3–4 kali sehari.
  • Tujuan: Meningkatkan jumlah ASI pada ibu menyusui
    Dewasa: 10 mg, setiap 8 jam. Dosis dapat berubah sesuai dengan respons tubuh terhadap obat.

Cara Mengonsumsi Vesperum dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan aturan pakai pada kemasan sebelum mengonsumsi Vesperum. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.

Agar manfaatnya optimal, Anda perlu memahami cara mengonsumsi Vesperum dengan benar. Berikut ini penjelasannya:

  • Vesperum sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong, setidaknya 15–30 menit sebelum makan. Vesperum umumnya bekerja 30–60 menit setelah dikonsumsi. Jika Anda minum Vesperum sesudah makan, butuh waktu lebih lama bagi obat untuk menghasilkan efek yang diharapkan.
  • Jika Anda mendapatkan Vesperum tablet dari dokter, telan tablet secara utuh dengan bantuan segelas air putih. Jangan menghancurkan atau mengunyah obat sebelum menelannya.
  • Jika Anda diresepkan Vesperum suspensi atau drops oleh dokter, kocok botol obat sebelum dikonsumsi. Gunakan sendok takar yang tersedia di dalam kemasan agar dosisnya akurat.
  • Jika Anda lupa mengonsumsi Vesperum, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila waktu minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis.
  • Jika gejala sudah hilang, Anda tidak perlu mengonsumsi obat ini lagi. Jangan menggunakan obat ini lebih dari 7 hari kecuali berdasarkan instruksi dokter.
  • Lakukan kontrol sesuai dengan jadwal yang diberikan dokter agar kondisi dan respons terapi dapat terpantau.
  • Simpan Vesperum di dalam wadah yang terhindar dari panas, lembap, dan sinar matahari langsung. Jangan memasukkan obat ini ke dalam freezer. Jauhkan Vesperum dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Vesperum dengan Obat Lain

Ada berbagai efek interaksi yang mungkin muncul jika obat dengan kandungan domperidone, termasuk Vesperum, dikonsumsi bersama obat lain. Interaksi obat tersebut antara lain:

  • Penurunan kadar domperidone di dalam darah jika digunakan bersama antasida, seperti kalsium karbonat, atau antagonis H2, seperti cimetidine dan ranitidin
  • Penurunan efektivitas domperidone dalam mengobati dispepsia jika digunakan dengan dextromethorphan atau diphenhydramine
  • Peningkatan risiko terjadinya aritmia atau henti jantung mendadak jika digunakan bersama amiodarone, cisapride, clarithromycin, erythromycin, haloperidol, atau ketoconazole

Selain itu, konsumsi Vesperum bersama grapefruit atau olahannya dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping domperidone. Oleh sebab itu, hindari konsumsi grapefruit selama Anda mengonsumsi obat ini.

Efek Samping dan Bahaya Vesperum

Efek samping yang umum terjadi sesudah mengonsumsi Vesperum adalah mulut kering. Meski begitu, efek samping ini biasanya ringan dan dapat membaik dengan sendirinya.

Efek samping lain yang dapat terjadi pada sebagian orang setelah mengonsumsi Vesperum meliputi:

  • Penurunan gairah seksual pada pria
  • Menstruasi jadi tidak teratur
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Nyeri atau bengkak pada payudara
  • Keluar susu dari payudara, baik pada laki-laki maupun perempuan
  • Hot flashes atau rasa hangat pada leher dan wajah
  • Biduran
  • Kulit terasa gatal
  • Mata gatal, nyeri, bengkak, atau kemerahan

Periksakan diri Anda ke dokter jika keluhan di atas tidak kunjung mereda atau malah memburuk. Segera cari pertolongan medis jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius di bawah ini:

  • Sulit berbicara
  • Linglung
  • Pusing atau merasa seperti melayang
  • Hilang keseimbangan
  • Pingsan
  • Gerakan yang tidak terkontrol, termasuk di mata
  • Kejang
  • Jantung berdebar atau berdenyut tidak beraturan