Kol merupakan tanaman sayuran berdaun hijau atau ungu dari jenis Brassica oleracea. Ternyata, manfaat kol atau sayuran yang juga disebut kubis ini sangat banyak.

Kol adalah salah satu sayuran jenis Brassica yang mudah ditemui di mana-mana. Secara biologis, kol masih berhubungan dengan brokoli, kembang kol, dan sayur kale. Seperti sayuran lainnya, kol sarat akan kandungan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Kol mengandung vitamin C, vitamin K, vitamin B6, folat, karbohidrat, protein, mangan, serat, kalsium, kalium, magnesium, dan vitamin B1 (thiamin). Sejumlah mikronutrien lain dalam jumlah kecil seperti vitamin A, zat besi, dan riboflavin juga terkandung dalam kol. Mengonsumsi 50 gram kol yang sudah dimasak bahkan sudah dapat memenuhi sekitar 54 persen kebutuhan vitamin C harian. Sayuran ini juga rendah kalori dan nyaris tidak mengandung lemak.

Walau Bikin Perut Kembung, Manfaat Kol Ternyata Banyak Lo! - Alodokter

Selain itu, kol mengandung antioksidan, seperti polifenol, flavonoid, dan anthocyanin. Senyawa-senyawa berkhasiat tersebut lebih banyak terkandung dalam kol ungu dibandingkan kol hijau.

Mempertimbangkan Manfaat Kol Bagi Kesehatan

Dilihat dari banyaknya nutrisi dalam kol, tak heran jika kol memiliki segudang khasiat yang baik untuk tubuh jika dikonsumsi. Beberapa manfaat kol antara lain adalah:

  • Mencegah kanker

Kol mengandung senyawa antikanker sulforaphane yang diduga mampu menurunkan risiko kanker. Sulforaphane diduga bisa menghambat enzim berbahaya yang membuat sel kanker berkembang. Kol juga memiliki kandungan antioksidan yang baik. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi kol dan sayuran sejenisnya diduga dapat menunda atau menghambat berbagai jenis kanker, seperti kanker kolorektal, payudara, prostat, dan pankreas.

  • Kesehatan jantung

Selain melindungi tubuh dari penyakit kanker, antioksidan polifenol dan anthocyanin juga mampu menekan peradangan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung. Caranya, dengan mencegah penumpukan platelet dan mengurangi tekanan darah. Kol mengandung serat larut air dan zat fitosterol yang diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Hasil analisa dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi 2-10 gram serat larut setiap harinya mengalami sedikit penurunan kadar kolesterol LDL.

  • Meredakan peradangan

Kandungan beragam antioksidan dalam kol dapat membantu meredakan peradangan, baik yang bersifat akut ataupun kronis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi sayuran, termasuk kol, lebih jarang mengalami peradangan dibandingkan yang jarang mengonsumsi sayur.

  • Kekebalan tubuh dan pencernaan

Kol yang difermentasi, kaya akan probiotik yang berguna untuk sistem kekebalan tubuh dan pencernaan. Vitamin dan mineral pun lebih mudah terserap oleh tubuh dengan bantuan bakteri baik ini. Selain itu, kandungan serat dan air dalam kol mampu membantu mencegah sembelit dan menjaga saluran pencernaan tetap sehat.

  • Manfaat kol lainnya

Salah satu senyawa dalam kol diperkirakan mampu melindungi tubuh dari efek samping terapi radiasi. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut guna membuktikan klaim manfaat kol tersebut.

Walaupun kol memiliki segudang khasiat, jangan pula mengonsumsi sayuran yang satu ini secara berlebihan. Terlalu banyak banyak mengonsumsi kol dapat menyebabkan perut kembung dan mual.  Ada beragam manfaat kol yang bisa dinikmati, tapi tetap harus berhati-hati dalam mengonsumsinya. Tanyakan pada dokter ahli gizi untuk mengetahui manfaatnya lebih jauh.