Diagnosis wasir bertujuan untuk memastikan bahwa keluhan yang dialami memang disebabkan oleh pembengkakan pembuluh darah di anus atau rektum, serta untuk menilai tingkat keparahannya. Pemeriksaan juga penting guna membedakan wasir dari kondisi lain yang memiliki gejala serupa, seperti fisura ani, polip usus, radang usus, atau kanker kolorektal.
Secara umum, dokter dapat mengenali wasir melalui tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan bila perlu pemeriksaan penunjang.
Tanya Jawab
Dokter akan menanyakan beberapa hal berikut:
- Keluhan yang dirasakan, seperti nyeri, gatal, benjolan di anus, atau perdarahan saat buang air besar
- Sejak kapan gejala muncul dan apakah bersifat menetap atau hilang timbul
- Kebiasaan buang air besar, termasuk riwayat sembelit atau sering mengejan
- Riwayat kehamilan (pada wanita)
- Riwayat penyakit saluran cerna atau perdarahan sebelumnya
- Riwayat penggunaan obat tertentu, seperti obat pencahar atau pengencer darah
Informasi ini membantu dokter memperkirakan jenis wasir serta kemungkinan penyebab lainnya.
Pemeriksaan Fisik
Setelah tanya jawab, dokter akan melakukan pemeriksaan pada area anus untuk melihat adanya pembengkakan, benjolan, tanda peradangan, atau perdarahan.
Pada dugaan wasir internal, dokter dapat melakukan pemeriksaan colok dubur atau digital rectal examination (DRE). Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan jari yang telah menggunakan sarung tangan dan pelumas ke dalam anus untuk meraba adanya benjolan atau kelainan di dalam rektum.
Prosedur ini umumnya berlangsung singkat dan dilakukan dengan menjaga kenyamanan serta privasi pasien.
Pemeriksaan Penunjang
Bila diperlukan, terutama pada pasien dengan perdarahan rektal, usia di atas 40–50 tahun, atau memiliki faktor risiko kanker kolorektal, dokter dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan, seperti:
- Anoskopi, untuk melihat bagian dalam anus dan rektum bagian bawah
- Sigmoidoskopi, untuk memeriksa rektum dan bagian bawah usus besar
- Kolonoskopi, untuk menilai seluruh usus besar dan menyingkirkan kemungkinan penyakit lain
Pemeriksaan ini menggunakan alat berbentuk selang tipis berkamera (endoskop) yang dimasukkan melalui anus.
Biopsi jarang diperlukan pada kasus wasir. Namun, bila ditemukan jaringan yang tampak tidak normal atau mencurigakan selama pemeriksaan endoskopi, dokter dapat mengambil sampel jaringan untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.
Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan dilakukan, dokter akan menentukan derajat atau tingkat keparahan wasir (terutama pada wasir internal yang dapat mengalami prolaps) dan merencanakan metode penanganan yang paling sesuai dengan kondisi pasien.