Pencegahan wasir berfokus pada upaya menjaga tinja tetap lunak dan buang air besar (BAB) berlangsung lancar tanpa perlu mengejan berlebihan. Langkah ini penting terutama bagi orang yang sering mengalami sembelit, duduk terlalu lama, sedang hamil, atau memiliki riwayat wasir berulang.
Berikut beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya wasir:
1. Konsumsi makanan tinggi serat
Perbanyak asupan serat dari sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta biji-bijian utuh. Kebutuhan serat harian orang dewasa umumnya sekitar 25–35 gram per hari. Bila Anda tidak suka makan sayur-sayuran atau buah-buahan, suplemen serat bisa menjadi alternatif yang praktis untuk dicoba.
Serat membantu melunakkan dan menambah volume tinja, sehingga BAB menjadi lebih teratur dan tidak perlu mengejan kuat. Jika asupan serat dari makanan dirasa kurang, suplemen serat dapat dipertimbangkan sesuai anjuran dokter.
2. Penuhi kebutuhan cairan
Minum air putih yang cukup, sekitar 2 liter per hari atau disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, dapat membantu menjaga konsistensi tinja tetap lunak dan mencegah sembelit.
Kebutuhan cairan dapat meningkat pada cuaca panas, aktivitas fisik berat, atau kondisi tertentu, seperti kehamilan.
3. Hindari mengejan berlebihan
Mengejan terlalu kuat saat BAB dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di rektum dan anus, sehingga memicu atau memperparah wasir.
Usahakan untuk BAB secara santai tanpa terburu-buru. Bila tinja keras, perbaiki pola makan dan cairan terlebih dahulu, bukan dengan memaksakan mengejan.
4. Jangan menunda buang air besar
Segera ke toilet saat muncul dorongan BAB. Menahan BAB dapat membuat tinja menjadi lebih keras dan kering, sehingga lebih sulit dikeluarkan dan meningkatkan tekanan pada area anus.
5. Lakukan aktivitas fisik secara teratur
Olahraga rutin, seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda, membantu merangsang pergerakan usus dan mencegah sembelit. Aktivitas fisik juga membantu menjaga berat badan ideal, karena kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di area panggul dan anus.
6. Batasi duduk terlalu lama
Duduk dalam waktu lama, terutama di toilet, dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah anus. Hindari kebiasaan membaca atau bermain ponsel saat BAB agar waktu duduk tidak terlalu lama.
Selain itu, bagi pekerja yang banyak duduk, disarankan untuk berdiri dan bergerak ringan setiap 1–2 jam guna melancarkan sirkulasi darah.