Yusimox sirup adalah obat yang digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, seperti infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, infeksi kulit, hingga infeksi telinga. Obat antibiotik ini mengandung bahan aktif amoksisilin.
Kandungan amoksisilin dalam Yusimox sirup bekerja dengan cara menghambat pembentukan dinding sel bakteri sehingga pertumbuhan bakteri penyebab infeksi dapat dihentikan dan keluhan berangsur mereda. Yusimox sirup tersedia dalam bentuk sirup kering yang perlu dilarutkan dengan air sebelum diminum dan hanya dapat diperoleh dengan resep dokter.

Apa Itu Yusimox Sirup
| Bahan aktif | Tiap 5 ml mengandung 125 mg amoxicillin |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antibiotik penicillin |
| Manfaat | Mengobati infeksi bakteri |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa dan anak-anak |
| Yusimox sirup untuk ibu hamil dan menyusui | Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Jika Anda sedang hamil, konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini. | |
| Yusimox sirup untuk ibu menyusui | Produk amoxicillin, seperti Yusimox sirup, dapat dikonsumsi oleh ibu menyusui. Obat ini terkadang menyebabkan diare ringan, ruam, dan kantuk, pada bayi yang disusui. Namun, kondisi ini biasanya tidak memerlukan penanganan medis. |
| Hubungi dokter bila bayi tidak mau menyusu, atau mengalami ruam kulit, diare berat, maupun infeksi jamur mulut, selama Anda menjalani terapi dengan obat ini. | |
| Bentuk obat | Sirop kering |
Peringatan sebelum Menggunakan Yusimox Sirup
Yusimox sirup hanya bisa digunakan atas anjuran dokter. Ada hal-hal lain yang penting Anda perhatikan sebelum menjalani pengobatan dengan Yusimox sirup, yaitu:
- Informasikan kepada dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Yusimox sirup tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap amoxicillin atau obat lain yang tergolong antibiotik jenis penisilin maupun sefalosporin.
- Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami sakit tenggorokan dan pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak membaik setelah 1–2 minggu, bahkan dengan pengobatan. Beri tahu pula jika ada kemungkinan Anda tertular mononukleosis dari orang sekitar.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita asma, penyakit ginjal, epilepsi, penyakit liver, leukemia limfositik, buang air kecil berkurang, atau diare akibat penggunaan antibiotik.
- Diskusikan dengan dokter jika sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui. Beri tahu juga apabila Anda sedang menunda kehamilan dengan pil KB, karena obat ini dapat menurunkan efektivitas pil KB.
- Informasikan kepada dokter perihal penggunaan Yusimox sirup jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya interaksi antarobat.
- Berkonsultasilah ke dokter sebelum menjalani vaksinasi apa pun selama menggunakan Yusimox sirup. Kandungan amoxicillin dalam obat ini bisa menurunkan efektivitas vaksin tertentu.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Yusimox sirup jika direncanakan untuk menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah minum Yusimox sirup.
Dosis dan Aturan Pakai Yusimox Sirup
Berikut ini adalah rincian dosis Yusimox sirup berdasarkan kondisi dan usia pasien:
Tujuan: Mengatasi infeksi bakteri di kulit dan jaringan lunak, saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan saluran kemih
- Dewasa dan anak dengan BB >20 kg: 250–500 mg tiap 8 jam.
- Anak dengan BB <20 kg: 20–40 mg/kgBB per hari yang dibagi dalam 3 kali konsumsi.
Tujuan: Mengatasi uretritis akibat gonore
- Dewasa: 3.000 mg sebagai dosis tunggal.
Cara Menggunakan Yusimox Sirup dengan Benar
Yusimox sirup dapat dibeli di apotek dengan resep dokter. Gunakan obat ini sesuai anjuran dokter dan petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan obat. Jangan mengurangi atau menambah dosis yang dikonsumsi tanpa sepengetahuan dokter.
Berikut adalah panduan penggunaan Yusimox sirup yang benar:
- Konsumsilah Yusimox sirup pada waktu makan untuk mencegah timbulnya sakit perut.
- Campurkan Yusimox sirup kering dengan air putih hingga batas yang tertera pada petunjuk penggunaan. Kocok botol sebelum obat dikonsumsi. Gunakan sendok atau gelas takar yang terdapat dalam kemasan agar dosisnya tepat.
- Jika Anda lupa mengonsumsi Yusimox sirup, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, abaikan dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Pastikan Anda mematuhi jadwal yang telah diberikan oleh dokter. Anda perlu menjalani pemeriksaan fungsi ginjal dan liver, terutama jika menggunakan Yusimox sirup dalam jangka panjang.
- Jangan menghentikan pengobatan lebih cepat dari yang dianjurkan dokter meskipun gejala infeksi sudah hilang. Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan anjuran dokter dapat membuat bakteri penyebab infeksi menjadi kebal terhadap pengobatan (resistensi antibiotik).
- Simpan Yusimox sirup di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung, serta jauh dari jangkauan anak-anak.
- Jangan mengonsumsi Yusimox sirup jika sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Yusimox sediaan sirup kering tidak boleh digunakan lebih dari 7 hari setelah obat dicampur dengan air atau pelarut.
Interaksi Yusimox Sirup dengan Obat Lain
Amoxicillin yang terkandung dalam Yusimox sirup dapat menimbulkan interaksi jika digunakan bersama obat-obat tertentu. Efek yang terjadi bisa berupa:
- Penurunan efektivitas amoxicillin dalam mengatasi infeksi bakteri jika digunakan dengan chloramphenicol, antibiotik golongan makrolid, sulfonamida, atau tetracycline
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping pada kulit, misalnya ruam, jika digunakan dengan allopurinol
- Peningkatan kadar methotrexate di dalam darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya efek samping obat tersebut
- Penurunan efektivitas pil KB dalam mencegah kehamilan
- Penurunan efektivitas vaksin bakteri hidup, seperti vaksin BCG
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan dengan obat pengencer darah, seperti warfarin
Agar terhindar dari efek interaksi yang tidak diinginkan, konsultasikan ke dokter jika hendak menggunakan obat lain bersama Yusimox sirup.
Efek Samping dan Bahaya Yusimox Sirup
Mengingat Yusimox sirup mengandung amoxicillin, efek samping yang bisa timbul setelah minum obat antibiotik ini adalah:
- Perubahan rasa pada lidah
- Sakit kepala
- Mual atau muntah
- Ruam
- Diare
- Perubahan warna gigi menjadi kekuningan atau kecokelatan, terutama pada anak-anak
Konsultasikan dengan dokter melalui chat jika terjadi efek samping yang tidak segera mereda atau makin parah. Dokter dapat memberikan saran dan pengobatan untuk menangani keluhan tersebut.
Segera periksakan diri ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:
- Ruam kulit berwarna kemerahan atau keunguan yang melepuh atau mengelupas
- Diare berat yang tidak kunjung reda, BAB berdarah, atau kram perut yang berat
- Mudah memar atau perdarahan yang tidak jelas penyebabnya
- Infeksi jamur di mulut, yang gejalanya berupa bercak putih yang nyeri di mulut
- Demam, sakit tenggorokan, mata terasa panas seperti terbakar
- Infeksi jamur vagina, yang ditandai dengan keputihan yang menggumpal dan rasa gatal atau panas
- Gangguan fungsi liver, yang gejalanya antara lain urine berwarna gelap, tinja berwarna pucat, perut bengkak dan nyeri, kulit atau bagian putih mata menguning (penyakit kuning)