Langkah Alternatif Obat Sakit Gigi di Rumah

Sakit gigi dapat dikatakan sebagai penyakit yang umum menimpa segala jenis usia, dari sakit yang ringan hingga berat. Jika hanya sakit gigi ringan, Anda mungkin dapat menanganinya sendiri di rumah dengan obat sakit gigi.

Sakit gigi biasanya disebabkan oleh kerusakan gigi. Sisa makanan, terutama yang mengandung gula, terjebak di sela-sela gigi dan menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya bakteri. Bakteri-bakteri tersebut kemudian membentuk plak lengket yang menempel di permukaan gigi. Zat asam yang diproduksi oleh bakteri pada plak dapat menggerogoti lapisan luar gigi dan membentuk rongga pada gigi.

Langkah Alternatif Obat Sakit Gigi di Rumah - Alodokter

Gejala awal kerusakan gigi antara lain sensasi nyeri ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang manis, sangat dingin, atau sangat panas. Umumnya, sakit pada gigi dapat ditangani dengan antibiotik dan obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen. Namun pada beberapa kasus, dokter gigi mungkin akan menyuntik area di sekitar gigi untuk mengurangi rasa sakit.

Selain kerusakan gigi, sakit gigi dapat disebabkan oleh beragam kondisi berikut.

  • Tumbuh gigi.
  • Gigi bengkak bernanah.
  • Infeksi pada gusi atau akar gigi.
  • Keretakan pada gigi atau akar gigi secara tiba-tiba.
  • Infeksi sinusitis yang membuat gigi terasa nyeri.
  • Penumpukan sisa makanan, terutama jika jarak antara gigi yang satu dengan yang lainnya cukup longgar.
  • Trauma pada gigi akibat cedera.
  • Gerakan berulang seperti mengunyah permen karet.
Pada sebagian orang, sakit gigi dapat terjadi secara konstan, atau sebaliknya sakit hanya terasa ketika gigi mendapat tekanan. Selain itu, sakit gigi biasanya disertai dengan sakit kepala, pembengkakan di sekitar gigi, dan keluar banyak air liur yang terasa busuk dari area gigi yang sakit. Beberapa langkah pertolongan pertama berikut dapat dilakukan di rumah untuk membantu mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman akibat sakit gigi.
  • Bersihkan Gigi Dengan Benar

Tentu saja Anda harus membersihkan gigi dengan benar dan menyeluruh. Sering kali akar masalah sakit gigi adalah kurangnya kebersihan gigi dan mulut.

Gunakan sikat gigi yang dapat menjangkau sela-sela gigi. Berkumurlah dengan obat kumur. Cara ini sebenarnya dapat mengatasi masalah gigi akibat sisa makanan yang menyangkut di sela gigi. Namun, jika kondisi tersebut terus berulang sebaiknya periksakan ke dokter karena kemungkinan ada masalah dengan gusi.

  • Hindari Pasta Gigi Pemutih

Sebaiknya jangan menggunakan pasta gigi yang berfungsi untuk memutihkan gigi jika Anda memiliki gigi sensitif. Sebaiknya gunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. Namun, jika rasa sensitif pada gigi terus berkelanjutan, Anda memerlukan pemeriksaan dokter.

  • Gunakan Minyak Cengkeh

Minyak cengkeh memiliki senyawa kimia eugenol yang bersifat anestesi dan antibakteri. Campurkan tiga tetes minyak cengkeh dengan seperempat sendok teh minyak zaitun. Gunakan kapas untuk menyerap campuran tersebut kemudian taruh kapas di gigi yang sakit. Minyak cengkeh biasanya tersedia di toko obat. Walaupun tidak dapat dikatakan efektif menghilangkan sakit gigi, cara ini dipercaya bermanfaat meringankan sakit gigi.

  • Kompres Gigi Dengan Kantung Teh

Rendam sekantung teh dalam air panas selama beberapa detik, kemudian letakkan kantung teh panas tersebut di gigi yang sakit. Cara ini dipercaya dapat mengurangi pembengkakan karena teh mengandung asam tannin.

  • Kompres Pipi Dengan Air Dingin

Jika rasa sakit pada gigi disebabkan oleh trauma pada gigi, Anda dapat mengompres menggunakan air dingin pada sisi luar pipi untuk meredakan rasa nyeri.

  • Makan Makanan Yang lembut

Jika rahang terasa sakit, sehingga sulit untuk mengunyah makanan, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan yang lembut agar rasa sakit tidak bertambah parah. Selain itu, hindari makanan atau minuman yang sangat panas atau sangat dingin.

Ingatlah bahwa langkah pengobatan sakit gigi di atas hanya merupakan pertolongan pertama. Segera hubungi dokter jika sakit gigi berlangsung lebih dari dua hari, terasa nyeri ketika membuka mulut, mengalami demam, telinga terasa sakit, sulit untuk bernapas dan menelan, serta terdapat gejala infeksi seperti bengkak, sakit ketika mengigit, gusi memerah, dan keluar liur yang terasa busuk.