Begini Cara Menumbuhkan Keberanian Anak yang Pemalu

Sifat pemalu bisa menghinggapi kebanyakan anak-anak. Ada yang mengeluarkan sifat ini dalam kondisi tertentu saja, namun ada pula yang mengembangkannya secara permanen, bahkan hingga dia dewasa.

Sebenarnya, tidak ada yang salah jika anakmu memiliki sifat pemalu. Anak pemalu biasanya lebih mandiri, bijaksana dan bisa berempati. Yang jadi masalah adalah ketika anakmu sudah berlebihan mengembangkan sifatnya ini. Anak yang terlalu pemalu bisa mengalami kesulitan dalam menjalani kehidupannya. Jadi sebagai orang tua, yuk, bantu anakmu mengatasi sifat pemalu dalam dirinya.

Begini Cara Menumbuhkan Keberanian Anak yang Pemalu

Kamu mungkin pernah melihat ada anak yang bisa langsung akrab dengan orang yang baru dikenalnya dan berani tampil di hadapan banyak orang. Namun, anak pemalu biasanya kerap merasa takut ketika berada di kerumunan orang atau saat berinteraksi dengan orang lain. Jika hal ini berlangsung sementara dan setelahnya dia bisa secara perlahan-lahan beradaptasi, maka sifat pemalu ini merupakan hal wajar.

Nah, jika anakmu sudah tidak bisa lagi dan sangat ketakutan ketika berhadapan dengan orang banyak, sulit menjalin pertemanan, tidak mau pergi ke sekolah, atau menolak keras datang ke acara-acara, itu tanda bahwa dia butuh pertolongan.

Mengapa Anak Bisa Pemalu?

Kebanyakan anak-anak pemalu sudah memiliki sifat ini sejak lahir. Namun, ada pula penyebab lain yang mungkin bisa membuat anakmu menjadi pemalu atau tiba-tiba berubah menjadi sosok pemalu. Berikut penjelasannya:
  • Keturunan. Jika dulu kamu termasuk orang yang pemalu, maka ada kemungkinan anakmu akan mewarisi sifat tersebut.
  • Didikan keluarga. Anak itu bagaikan kanvas putih yang bisa dilukis hingga menjadi sedemikian rupa sesuai sang pelukis. Nah, jika kamu termasuk orang tua yang pemalu, kamu mungkin akan mengajarkan hal yang sama pula kepadanya. Sebagai contoh, kamu canggung saat berada di kerumunan, lalu mengajak anakmu untuk menyendiri. Didikan orang tua yang overprotektif juga mungkin bisa menjadi penyebabnya.
  • Tidak diajarkan bersosialisasi sejak dini. Jika selama beberapa tahun pertama kehidupannya dia selalu dikurung  di rumah, tidak diajarkan untuk berinteraksi dengan orang lain.
  • Korban bully (perundungan). Sifat pemalu mungkin bisa muncul secara tiba-tiba pada anak-anak korban bully atau perundungan.
  • Selalu dituntut untuk menjadi yang terbaik. Jika kamu selalu menekannya untuk menjadi yang terbaik, entah di sekolah atau tempat les, namun sayangnya anakmu tidak mampu melakukannya, dia mungkin bisa menjadi sosok yang pemalu.

Ini yang Bisa Kamu Lakukan

Sebenarnya anak pemalu mungkin ingin bersosialisasi, namun mereka takut dan tidak tahu bagaimana caranya. Sebagai orang tua, perananmu dalam mengatasi sifatnya ini sangatlah penting. Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan:
  • Dorong dia untuk menceritakan hal-hal yang membuatnya malu. Hal ini bisa memudahkanmu untuk membantu mengatasi sifatnya tersebut.
  • Meski dia pemalu, namun hindari menyebutnya anak pemalu karena anak-anak biasanya akan hidup menjadi seperti apa yang dilabeli orang kepada mereka. Katakan pula kepada orang-orang terdekatnya untuk tidak mengatakan hal serupa.
  • Ketika anak mulai menampakkan sifat pemalunya, jangan memarahi atau mengolok-oloknya. Jangan pula memaksa dia untuk melakukan hal yang dia takuti. Cobalah untuk memahami perasaannya.
  • Kamu bisa, lho, turun langsung membantu dia bergaul dengan teman-temannya. Sebagai contoh, saat ada acara sekolah dan kamu melihat teman-teman sekelasnya, kamu bisa berkata, “Wah, di situ ada teman-teman sekelasmu, kita ke sana, yuk!” Setelah itu kamu bisa mulai pembicaraan dengan teman-temannya dan pancing anakmu berinteraksi dengan mereka.
  • Bangun keberaniannya untuk berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal. Misalnya menyuruhnya untuk memesan makanan yang dia mau ke pelayan saat makan di restoran, atau memberinya uang untuk membayar barang belanjaan di kasir. Atau kamu bisa juga mengadakan pesta kecil-kecilan di rumah dan mengundang teman-temannya beserta orang tua mereka.
  • Jadilah contoh yang baik untuk anakmu.  Biasanya anak suka meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Nah, ketika kamu sering menyapa tetangga saat bertemu di jalan atau bersikap ramah kepada orang lain, anakmu mungkin bisa mencontohnya.
  • Berikan penghargaan. Ketika dia berhasil mengatasi rasa malunya, walaupun baru sekadar bilang “halo” ke orang lain, kamu harus memujinya.
Mengatasi sifat pemalu pada anakmu tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Jadi, kamu juga tidak boleh memaksanya, geregetan, atau memarahinya ketika dia tetap menjadi sosok yang pemalu. Jangan menyerah, tetaplah semangat demi kebaikan anakmu di masa mendatang.