Bupropion

Pengertian Bupropion

Bupropion adalah obat antidepresan yang digunakan untuk mengatasi gangguan depresi, baik depresi ringan maupun berat. Selain itu, obat ini juga bisa digunakan untuk membantu mengatasi kecanduan merokok.

Bupropion

Bupropion harus digunakan berdasarkan resep dokter. Selain itu, selama penggunaan bupropion, pasien dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter agar perkembangan kondisinya bisa terus terpantau, terutama di masa awal menggunakan obat ini.

Merek dagang: Zyban

Tentang Bupropion

Golongan  Antidepresan
Kategori  Obat resep
Manfaat  Mengatasi depresi dan membantu menghentikan  kecanduan kebiasaan merokok
Dikonsumsi oleh  Dewasa
Bentuk obat  Tablet
Kategori kehamilan dan  Kategori C: Studi pada binatang percobaan  memperlihatkan adanya efek samping terhadap  janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika  besarnya manfaat yang diharapkan melebihi  besarnya risiko terhadap janin.

Peringatan:

  • Konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu jika Anda memilki alergi terhadap obat, terutama obat antidepresan.
  • Pemberian obat ini dianjurkan untuk orang dewasa, karena belum ada pengujian keamanan bagi anak-anak.
  • Obat ini tidak dianjurkan untuk penderita kejang, gangguan makan, dan kecanduan alkohol.
  • Obat ini tidak boleh dikonsumsi dalam waktu 14 hari setelah konsumsi penghambat MAO.
  • Harap berhati-hati jika memiliki riwayat penyakit atau sedang menderita gangguan bipolar, stroke, tumor atau infeksi otak, hipertensi, psikosisskizofrenia, diabetes, penyakit jantung, gangguan hati, dan gangguan ginjal.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan lain, termasuk obat herbal, guna dipastikan keamanannya jika dikonsumsi bersama dengan bupropion.
  • Konsultasikan kepada dokter tentang penggunaan obat ini sebelum menjalani operasi atau tes tertentu, misalnya tes urine untuk mendeteksi amphetamine. Bupropion dapat menyebabkan kekeliruan pada hasil dalam pemeriksaan tersebut.
  • Jika terjadi reaksi alegi dan overdosis setelah mengonsumsi bupropion, segera temui dokter.

Dosis Bupropion

Kondisi Dosis
Depresi Dosis awal adalah 100 mg/hari selama 3 hari. Setelah itu, dosis dapat ditingkatkan hingga 150 mg/hari. Dosis maksimal adalah 450 mg/hari.

 

Dosis awal untuk lansia adalah 37,5 mg/hari selama 3 hari. Setelah itu, dosis dapat ditingkatkan hingga 100 mg/hari. Dosis maksimal adalah 300 mg/hari

 

Sedangkan untuk pasien yang juga menderita gangguan hati, dosis maksimal adalah 100 mg/hari.

Menghentikan kebiasaan merokok Dosis awal adalah 150 mg satu kali sehari selama 6 hari. Dosis maksimal adalah 300 mg/hari.

 

Sedangkan untuk pasien yang juga menderita gangguan ginjal atau hati, dosis yang dapat diberikan adalah 150 mg/hari.

Mengonsumsi Bupropion dengan Benar

Konsumsi bupropion sesuai dengan petunjuk dokter. Jangan menambah dosis tanpa sepengetahuan dokter karena hal tersebut dapat meningkatkan risiko kejang. Jangan mengubah atau menghentikan konsumsi obat ini secara tiba-tiba, kecuali jika timbul efek samping kejang.

Jika waktu konsumsi obat terlewatkan, abaikan dan jangan menggandakan dosis pada jadwal konsumsi berikutnya.

Selama mengonsumsi bupropion, hindari minuman yang mengandung alkohol karena dapat meningkatkan risiko kejang. Selain itu, obat ini juga dapat menaikkan tekanan darah. Karena itu, senantiasa lakukan pengukuran tekanan darah, terutama jika terasa pusing atau penglihatan menjadi kabur.

Konsumsi bupropion dapat menimbulkan kantuk, maka sebaiknya hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin yang memerlukan konsentrasi penuh.

Interaksi Obat

Berikut ini beberapa efek interaksi antar obat yang dapat terjadi jika menggunakan bupropion bersama dengan obat-obatan lain:

  • Gejala keracunan dan risiko yang membahayakan nyawa jika digunakan dengan obat penghambat monoamine-oksidase (MAO).
  • Risiko efek samping dapat meningkat jika digunakan dengan levodopa atau amantadine.
  • Efek pajanan akan meningkat jika digunakan dengan substrat CYP2D6, seperti antiaritmia tipe 1 C, antipsikotik, atau pengahambat beta.
  • Efek pajanan akan menurun jika digunakan dengan perangsang CYP2B, seperti ritonavir, lopinavir, atau efavirenz.
  • Meningkatkan risiko kejang jika digunakan dengan antidepresan, antipsikotik, teofilin, atau kortikosteroid sistemik.

Kenali Efek Samping Bupropion

Reaksi obat terhadap tiap orang berbeda-beda. Beberapa efek samping yang dapat timbul setelah mengonsumsi bupropion adalah:

  • Merasa gelisah.
  • Detak jantung tidak beraturan.
  • Napas pendek.
  • Mudah kesal.
  • Mulut kering.
  • Sulit tidur (insomnia).
  • Nyeri sendi.
  • Mual.
  • Sembelit.
  • Perubahan tingkah laku atau suasana hati.
  • Reaksi alergi, seperti ruam kulit atau bengkak pada mulut dan wajah.