Jangan Selalu Kalah dengan Rasa Lapar

Rasa lapar adalah suatu hal yang manusiawi untuk dialami oleh tiap orang. Namun sebelum makan karena serangan rasa lapar, pahami dulu tingkatan-tingkatannya untuk menghindari kegemukan akibat asupan makanan berlebihan.

Lapar adalah sensasi fisik sebagai pertanda tubuh kita membutuhkan asupan makanan. Perut keroncongan, memikirkan makanan, kurang konsentrasi hingga mudah marah adalah gejala seseorang merasa lapar. Lapar bisa kembali dirasakan pada 3-4 jam setelah makan dan rasa lapar akan meningkat seiring bertambahnya waktu.

jangan selalu kalah dengan rasa lapar - alodokter

Skala Lapar

Ada kalanya kita merasa lapar kembali setelah baru saja menyantap hidangan. Atau merasa lapar setelah melihat makanan di majalah atau layar komputer. Skala lapar dapat membantu membedakan apakah Anda lapar karena lapar sebenarnya (lapar fisik) atau lapar psikologis. Lapar psikologis adalah keinginan makan yang disebabkan oleh emosi tertentu, seperti rasa bahagia, senang, sedih, bosan, atau stres.

Skala lapar dari 1 (kelaparan) hingga 9 (sangat begah) digunakan untuk menggambarkan tingkatan rasa lapar.

Kelaparan

Ditandai dengan  rasa pusing, sakit kepala, tidak bisa berkonsentrasi, bermasalah dengan koordinasi tubuh, dan kehilangan tenaga hingga harus berbaring. Hal ini bisa terjadi ketika seseorang menjalani diet yang sangat ketat.

Sangat lapar

Disertai dengan perasaan mudah marah dan tersinggung, energi sedikit, perut sangat keroncongan, mungkin merasa mual.

Cukup lapar

Merasakan dorongan kuat untuk makan, perut terasa kosong, dan koordinasi tubuh mulai berkurang.

Mulai merasa sedikit lapar

Mulai berpikir tentang makanan, tubuh memberi sinyal untuk makan.

Tidak kenyang tapi juga tidak lapar

Tubuh memiliki cukup bahan bakar alias energi dan secara fisik atau psikis, tubuh terasa nyaman.

Kenyang

Pada kondisi ini, tubuh berada pada tingkat kenyamanan penuh.

Perut sedikit tidak nyaman atau kekenyangan

Sebenarnya tidak ada ruang untuk makanan lagi. Tubuh bilang “tidak” pada makanan namun pikiran mengatakan “iya”. Kadang terjebak dalam sindrom “sayang bila dibuang”.

Ketidaknyamanan membuat perilaku antisosial

Perut terasa sakit, sangat tidak nyaman, dan begah. Tubuh terasa berat dan lelah, sehingga tidak ingin lagi bergaul. Lebih suka menyendiri di kamar.

Sangat begah hingga muak dengan makanan

Perut sangat penuh hingga tidak mau atau tidak bisa bergerak, dan merasa seperti tidak ingin melihat makanan lagi.

Jika keinginan untuk makan sering muncul, tanyakan pada diri sendiri apakah Anda benar-benar lapar?

  • Apa Alasan Anda ingin makan? Kapan terakhir Anda makan? Karena jika nyatanya baru kurang dari 2-3 jam yang lalu Anda makan, maka itu bukan lapar yang
  • Bisakah dengan makan kudapan bergizi yang kaya akan serat meredam lapar hingga waktu makan selanjutnya?
  • Bisakah Anda minum segelas air dan tunggu selama 20 menit? (Saraf di perut mengirimkan sinyal ke otak bahwa Anda kenyang, namun dibutuhkan waktu hingga 20 menit.)

Selain itu, jadwalkan waktu makan besar dan waktu mengemil. Bagilah porsi makan Anda lalu makanlah tiap 3 atau 4 jam sekali dengan porsi kecil.

Jangan sampai Anda makan berlebih ketika lapar karena makan terlalu banyak dapat memicu kelebihan berat badan.