Penting Diketahui, Pantangan Ibu Hamil Muda Ini Hanya Mitos

Pantangan ibu hamil muda cukup bervariasi dimulai dari larangan mengonsumsi makanan tertentu, berolahraga, hingga berhubungan seksual. Namun, sejumlah pantangan ibu hamil muda ternyata hanyalah mitos belaka.

Kemajuan teknologi dan pengobatan mengubah pengalaman hamil wanita modern. Teknologi medis saat ini sudah mampu mendeteksi jenis kelamin bayi melalui pemeriksaan kehamilan (antenatal), berat badan bayi, hingga jumlah cairan ketuban di rahim ibu hamil. Namun, tetap saja mitos seputar kehamilan masih berseliweran.

things not allowed to do while pregnant_compress

Pantangan ibu hamil muda muncul dari opini masyarakat yang belum terbukti benar. Untuk ibu hamil, meski harus selalu waspada, namun sebaiknya tidak perlu terlalu membatasi diri dengan mitos atau pantangan yang tidak terbukti secara ilmiah.

  • Mitos: Mengonsumsi Durian, Nanas dan Air Kelapa Dapat Menggugurkan Kandungan

Durian dan nanas merupakan dua jenis buah yang banyak disebut terlarang bayi ibu hamil. Sebenarnya selama dikonsumsi tidak berlebihan, durian adalah buah yang aman bagi ibu hamil. Peneliti mempercayai konsumsi durian memiliki sejumlah manfaat dari kandungan organo-sulfur dan triptofan, yang bertindak sebagai antioksidan. Kandungan durian ini memiliki khasiat bagi kehamilan yang bekerja sebagai antimikroba, antibakteri, dan antijamur.

Seperti durian, mengonsumsi nanas ketika hamil tergolong aman. Mitos yang muncul adalah mengonsumsi nanas bisa mengakibatkan keguguran dini. Nyatanya, hal ini juga belum terbukti kaitannya menurut para ahli.

Mitos lain yang banyak berkembang adalah air kelapa dapat memicu keguguran pada hamil muda. Manfaat air kelapa sangat banyak. Selain mencegah dehidrasi, air kelapa terbukti bisa mengatasi kelelahan. Air kelapa juga dipercaya mampu membangun sistem imun, menstabilkan tekanan darah tinggi atau hipertensi, mencegah infeksi saluran kemih, dan meningkatkan fungsi ginjal. Air kelapa merupakan salah satu pilihan terbaik dibandingkan minuman berkafein seperti kopi, kola, atau teh.

Yang tidak kalah penting yaitu ibu hamil disarankan membatasi bahkan menghindari minuman berkafein. Mengingat bahwa kafein dapat tersalurkan pada janin melalui plasenta, sehingga memberikan pengaruh pada janin yang sedang dikandung, dan dapat membuat janin lebih aktif. Kadar kafein yang tinggi di dalam tubuh ibu hamil bisa menyebabkan berat badan bayi rendah dan keguguran. Namun bila Anda masih menginginkan minuman berkafein, batas jumlah asupan kafein harian pada ibu hamil adalah dibawah 200mg atau kurang dari 2 cangkir dalam sehari.

Pada dasarnya, tidak ada jenis-jenis makanan khusus yang disarankan untuk melancarkan kehamilan. Usaha yang wajib dilakukan untuk menjaga lancarnya proses kehamilan ialah dengan diet sehat dan seimbang. Ibu hamil muda disarankan mencukupi asupan nutrisi demi menjaga kesehatan diri dan janin.

  •  Mitos: Harus Berhenti Berolahraga Saat Hamil

Mungkin sebagian ibu hamil masih ragu berolahraga karena khawatir dapat mempengaruhi kondisi janin. Namun, kini aktivitas fisik justru disarankan bagi ibu hamil sesuai dengan kemampuan. Misalnya jalan pagi, yoga untuk ibu hamil ataupun senam hamil yang dapat mempermudah persalinan. Meski demikian, konsultasikan kepada dokter sebelum Anda memulai olahraga tertentu, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.

  •  Mitos: Melakukan Hubungan Seksual ketika Hamil Tidak Aman atau Menyakiti Bayi dalam Kandungan.

Saat hamil, sejumlah wanita umumnya tidak melakukan hubungan seksual karena takut menyakiti janin. Faktanya, pada kehamilan yang sehat, umumnya hubungan seksual tidak menyakiti janin. Kantung amniotik dan otot rahim cukup kuat untuk melindungi janin. Penetrasi penis juga tidak melampaui vagina sehingga tidak sampai menyakiti atau melukai bayi.

Walau begitu, ada kalanya Anda harus menunda hubungan seksual karena kondisi kehamilan tertentu. Untuk itu, konsultasikan kepada dokter mengenai hal ini agar hubungan seksual yang dilakukan tidak mengganggu kesehatan janin Anda.

Jangan langsung memercayai mitos tentang pantangan ibu hamil muda yang Anda dengar. Konsultasikan pada dokter untuk memastikan kebenaran serta keamanannya untuk kehamilan Anda.