Sedekat Inilah Pestisida dengan Kita

Dalam mengendalikan hama, pestisida sering dijadikan senjata utama. Maklum, produk ini memang didedikasikan untuk membunuh atau mengusir hama.

Selain membunuh atau mengusir hama, pestisida juga memiliki peran penting dalam mencegah dan mengontrol pertumbuhan hama. Hama sendiri sering diartikan sebagai makhluk hidup yang kehadirannya tidak diinginkan atau merusak tanaman, hewan, dan manusia. Hama ini termasuk serangga, tikus, jamur, dan tanaman liar.

sedekat inilah pestisida dengan kita - alodokter

Karena berfungsi mengendalikan hama, pestisida diduga dapat berdampak kepada kesehatan masyarakat. Banyak sumber penyakit yang bisa diberantas oleh pestisida, salah satunya adalah nyamuk. Selain itu, pestisida juga berperan penting dalam mengamankan pertanian dari kerusakan akibat hama.

Yang harus dipahami adalah potensi pestisida yang bisa menjadi racun bagi organisme lain, selain hama. Bahkan manusia pun bisa dirugikan oleh pemakaian pestisida. Oleh karena itu, prosedur penggunaan, penyimpanan, serta pembuangannya harus diperhatikan.

Pestisida di Tengah Kehidupan Manusia

Pemakaian pestisida sudah sangat biasa dalam kehidupan kita. Sayur-sayuran dan buah-buahan adalah contoh yang paling dekat dalam kehidupan. Bahan makanan pokok, seperti padi, gandum, dan jagung juga bisa dipanen berkat bantuan pestisida.

Beberapa produk pertanian berpotensi menyisakan pestisida. Kelompok buah-buahan seperti apel, pir, stroberi, kentang, dan anggur berkemungkinan besar mengandung sisa-sisa pestisida. Untuk contoh sayuran, terdapat seledri, bayam, selada, dan kangkung.

Agar sisa-sisa pestisida tidak membahayakan tubuh, faktor pengolahan menjadi hal yang krusial. Beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam rangka menghilangkan sisa pestisida dari buah dan sayur adalah dengan cara mencucinya hingga bersih. Selain mencuci, mengupas juga mampu mengeliminasi sumber-sumber penyakit akibat infeksi bakteri.

Selain itu, mengupas kulit buah-buahan bisa dijadikan metode alternatif untuk menghilangkan sisa pestisida. Sayangnya, metode ini juga berpotensi menghilangkan kandungan nutrisi berharga pada buah-buahan tersebut.

Selain makanan yang disebutkan sebelumnya, produk lainnya yang mengandung pestisida ada di dalam rumah kita. Beberapa di antaranya adalah sebagaimana yang tertera di bawah ini.

  • Racun yang digunakan untuk membasmi tikus.
  • Produk-produk pengusir atau pembunuh kecoak.Produk-produk untuk mengusir nyamuk.
  • Produk pembasmi kutu hewan peliharaan.
  • Bahan-bahan kimia yang diaplikasikan di kolam renang.
  • Pembasmi kuman untuk keperluan dapur, lantai, baju, dan kamar mandi.

Efek Negatif Bagi Kesehatan

Beberapa efek bisa langsung dirasakan oleh orang yang sedang menggunakan pestisida. Pusing, sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, dan masalah pada mata sering dikeluhkan oleh mereka yang dalam aktivitasnya bersentuhan langsung dengan pestisida.

Jika digunakan dalam jangka panjang, paparan pestisida berisiko menimbulkan beberapa masalah kesehatan bagi manusia seperti di bawah ini.

  • Pengaruh bagi janin

Banyak penelitian yang memiliki bukti kuat bahwa paparan pestisida berisiko bagi lahirnya anak cacat, kematian janin, dan pertumbuhan janin tidak normal. Bahkan pestisida menjadikan bayi yang terpapar olehnya berisiko lahir dengan berat badan rendah dan mengalami pertumbuhan tidak normal.

  • Parkinson dan demensia

Ada beberapa bukti yang menunjukkan kemungkinan pestisida mampu meningkatkan risiko terkena parkinson dan demensia. Namun, perlu kajian lebih lanjut untuk membuktikan klaim tersebut.

  • Mengganggu kesuburan pria

Paparan dari jenis tertentu pestisida kemungkinan bisa berdampak kepada kesuburan para pria jika terpapar produk tersebut dalam jangka waktu yang lama. Pestisida konon bisa mengurangi kuantitas sperma, terjadi perubahan genetik sperma, perubahan epitel germinal, dan berubahnya fungsi hormon.

  • Kanker

Telah banyak penelitian yang mengaitkan pestisida dengan meningkatnya risiko terkena kanker. Kanker leukimia, limfoma, ginjal, payudara, prostat, hati, paru-paru, dan kanker kulit adalah beberapa jenis kanker yang mungkin bisa diakibatkan terpapar pestisida dalam jangka panjang. Para pekerja pertanian adalah yang paling rentan terhadap risiko ini.

Mengingat pestisida masih akrab dalam kehidupan kita maka cara terbaik menghindari efek negatifnya adalah dengan menghindari kontak langsung dengannya. Jikapun tidak bisa menghindari kontak langsung, maka membersihkan diri setelah melakukan kontak wajib untuk dilakukan.