Perbedaan melasma dan flek hitam kerap membingungkan karena keduanya sama-sama menimbulkan bercak gelap di wajah. Meski tampak serupa, kedua kondisi ini memiliki penyebab dan cara penanganan yang berbeda, sehingga penting untuk memahaminya agar perawatan kulit lebih tepat sasaran.

Secara medis, melasma dan flek hitam termasuk dalam jenis hiperpigmentasi, yaitu kondisi ketika produksi melanin meningkat di bagian tertentu pada kulit. Kondisi ini menyebabkan munculnya bercak atau noda gelap di permukaan kulit.

3 Perbedaan Melasma dan Flek Hitam yang Perlu Diketahui - Alodokter

Karena sama-sama menyebabkan bercak gelap di kulit, tidak sedikit orang mengira melasma dan flek hitam adalah kondisi yang sama. Padahal, keduanya memiliki penyebab, karakteristik, dan cara penanganan yang berbeda.

Maka dari itu, penting untuk memahami perbedaan antara melasma dan flek hitam agar perawatan yang dipilih bisa lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi kulit.

Perbedaan Melasma dan Flek Hitam

Agar tidak salah dalam membedakannya, berikut adalah perbedaan melasma dan flek hitam yang perlu Anda ketahui:

1. Penampilan

Dari segi penampilan, biasanya tampak sebagai bercak berwarna coklat keabu-abuan atau coklat tua, berukuran cukup besar, dengan tepi yang tidak jelas. Bercak ini umumnya muncul secara simetris di kedua sisi wajah, seperti di pipi, dahi, hidung, atau atas bibir. Melasma juga cenderung menyatu membentuk area yang lebih luas, sehingga sering kali sulit ditutupi sepenuhnya dengan makeup.

Sementara itu, flek hitam biasanya muncul dalam bentuk bintik-bintik kecil yang berwarna coklat muda hingga kehitaman. Bentuknya bulat dengan tepi yang jelas dan terpisah satu sama lain, sehingga lebih mudah dikenali sebagai titik-titik individu.

2. Lokasi

Melasma paling sering muncul di area wajah yang sering terkena paparan sinar matahari, seperti pipi, dahi, hidung, dan atas bibir. Dalam beberapa kasus, melasma juga dapat muncul di lengan atau leher. Ciri khasnya adalah pola yang simetris, terutama di kedua sisi pipi atau dahi.

Di sisi lain, flek hitam lebih sering ditemukan di area tubuh yang sering terpapar sinar matahari dalam jangka panjang, seperti wajah, punggung tangan, lengan, dan bahu. Kondisi ini umumnya dialami oleh orang yang sering beraktivitas di luar ruangan atau tidak rutin menggunakan tabir surya, terutama seiring bertambahnya usia.

3. Penyebab

Melasma umumnya disebabkan oleh perubahan hormon, seperti yang terjadi saat kehamilan (kloasma), penggunaan pil KB, atau terapi hormon. Paparan sinar matahari juga berperan besar dalam memicu timbulnya melasma, terutama pada orang dengan riwayat keluarga melasma atau warna kulit sawo matang.

Sementara itu, flek hitam lebih sering disebabkan oleh proses penuaan dan paparan sinar matahari yang berlebihan tanpa perlindungan. Selain itu, flek hitam juga bisa muncul sebagai bekas jerawat, luka, peradangan pada kulit, penggunaan krim pemutih dosis tinggi. Kondisi ini lebih berisiko terjadi jika jerawat tidak ditangani dengan tepat atau jika kulit sering digaruk atau digosok secara berlebihan.

Perawatan Melasma dan Flek Hitam

Walaupun tampak mirip, penanganan melasma dan flek hitam tidak sepenuhnya sama. Berikut beberapa langkah perawatan yang sering direkomendasikan:

Perawatan melasma

  • Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 setiap hari untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
  • Hindari paparan sinar matahari secara langsung, terutama pada siang hari.
  • Gunakan krim resep dokter yang mengandung hidrokuinon, tretinoin, atau azelaic acid untuk membantu menghambat produksi melanin penyebab pigmentasi.
  • Lakukan perawatan kulit, seperti peeling atau laser, jika perawatan topikal tidak cukup mengurangi pigmentasi. Namun, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum melakukannya.
  • Konsultasikan ulang alat kontrasepsi atau terapi hormon yang digunakan jika dicurigai sebagai pemicu melasma.

Perawatan flek hitam

  • Gunakan skincare yang mengandung vitamin C, niacinamide, atau retinol untuk membantu memudarkan flek hitam secara bertahap.
  • Lakukan prosedur, seperti mikrodermabrasi, peeling, atau laser, untuk hasil yang lebih cepat.
  • Gunakan tabir surya setiap hari agar flek tidak makin gelap dan mencegah munculnya flek baru.
  • Hindari kebiasaan memencet jerawat atau bekasnya agar tidak meninggalkan noda yang lebih sulit dihilangkan.
  • Dukung perawatan dengan pola hidup sehat untuk membantu regenerasi kulit dan mencegah bekas jerawat makin parah.

Setelah memahami cara menangani melasma dan flek hitam, langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah mencegah keduanya agar tidak muncul kembali. 

Untuk itu, tetap lakukan perawatan kulit secara menyeluruh, mulai dari menggunakan tabir surya setiap hari, menghindari paparan sinar matahari langsung, memilih produk perawatan yang sesuai jenis kulit, hingga menjaga kebiasaan sehat, seperti tidak memencet kulit wajah.

Jika Anda masih bingung dalam memahami perbedaan melasma dan flek hitam, jangan ragu untuk bertanya ke dokter melalui Chat Bersama Dokter guna mendapatkan informasi yang lebih jelas serta rekomendasi perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit Anda.