Cara membersihkan puting saat hamil perlu dilakukan secara lembut dan rutin. Soalnya, perubahan hormon pada masa kehamilan bisa membuat area tersebut lebih sensitif dan mudah mengalami iritasi. Oleh karena itu, penting untuk tahu caranya agar kulit tetap sehat sampai nanti akan menyusui.

Selama masa kehamilan, tubuh ibu hamil mengalami banyak perubahan, termasuk pada area payudara dan puting. Hormon kehamilan bisa menyebabkan payudara membesar, puting menonjol, berubah warna, atau bahkan mengeluarkan cairan bening.

7 Cara Membersihkan Puting Saat Hamil dengan Aman dan Benar - Alodokter

Tidak jarang, puting terasa lebih sensitif, kering, atau gatal. Nah, cara membersihkan puting saat hamil yang salah bisa memperparah masalah, seperti menimbulkan iritasi atau infeksi. Oleh karena itu, mengetahui cara yang tepat penting agar payudara tetap sehat dan siap untuk menyusui.

Berbagai Cara Membersihkan Puting Saat Hamil

Agar puting tetap bersih, sehat, dan tidak mudah iritasi selama kehamilan, berikut ini adalah cara membersihkan puting saat hamil yang bisa ibu hamil lakukan:

1. Mandi secara teratur dengan membatasi durasinya

Membersihkan puting paling baik dilakukan saat mandi, yaitu cukup 1–2 kali sehari. Hindari mandi terlalu lama, biasanya 5–10 menit, agar kulit tidak kehilangan minyak alami yang menjaga kelembapan puting. Gunakan air hangat, bukan air panas, supaya kulit tidak mudah kering.

2. Pakai sabun lembut atau tanpa pewangi

Untuk membersihkan puting, gunakan sabun yang lembut, bebas pewangi, dan tidak mengandung deterjen atau bahan kimia keras. Jika perlu, pilih produk khusus kulit sensitif. Jangan menggosok puting dengan spons atau sikat, cukup bersihkan dengan tangan dan bilas air mengalir. Sabun yang terlalu keras bisa merusak pelindung alami kulit puting, sehingga mudah kering atau pecah-pecah.

3. Keringkan dengan tepukan lembut

Setelah mandi, keringkan area payudara dan puting dengan handuk lembut. Tepuk pelan saja, jangan digosok atau ditekan kuat, agar kulit tidak iritasi atau lecet. Pastikan area puting benar-benar kering sebelum mengenakan pakaian atau bra, karena kondisi lembap bisa memicu pertumbuhan kuman.

4. Gunakan pelembap jika diperlukan

Jika puting sangat kering atau mengelupas, oleskan pelembap yang aman untuk ibu hamil, seperti krim tanpa pewangi, petroleum jelly, atau minyak kelapa murni. Pilih produk berbahan alami dan pastikan tidak mengandung alkohol, parfum, atau bahan yang berisiko menimbulkan iritasi. Penggunaan pelembap membantu menjaga kelembapan dan elastisitas kulit puting.

5. Ganti pakaian dan bra secara rutin

Kenakan bra berbahan katun yang mudah menyerap keringat dan mengurangi gesekan pada puting. Ganti bra dan pakaian jika sudah terasa lembap atau setelah berkeringat banyak, seperti setelah beraktivitas fisik. Kebersihan pakaian sangat berperan dalam mencegah iritasi, infeksi, atau bau tidak sedap pada puting.

6. Hindari bahan-bahan yang membuat kulit kering

Ada beberapa bahan yang bisa membuat kulit kering, yaitu alkohol, sabun antibakteri, dan pembersih yang kuat. Bahan-bahan ini bisa membuat kulit puting sangat kering, menimbulkan rasa perih, bahkan memicu luka. Penggunaan produk pembersih yang terlalu kuat sebaiknya dihindari, karena bisa merusak fungsi alami kulit sebagai pelindung.

7. Jangan mengelupas atau mengorek kulit puting

Apabila ada kulit kering atau sisik tipis di sekitar puting, biarkan lepas sendiri dengan alami. Hindari kebiasaan mengelupas dengan tangan atau alat, karena bisa menyebabkan luka dan meningkatkan risiko infeksi. Jika sangat mengganggu, konsultasikan ke dokter untuk saran perawatan yang tepat.

Menjaga kebersihan puting selama kehamilan bisa membuat area ini tetap sehat dan siap untuk proses menyusui. Kebiasaan sederhana seperti memilih sabun lembut dan utin mengganti bra dan pakaian sudah cukup untuk melindungi puting dari iritasi atau infeksi. Cara membersihkan puting saat hamil yang benar juga bisa mencegah masalah kulit yang bisa mengganggu kenyamanan saat menyusui.

Jika Bumil mengalami keluhan, seperti puting sangat gatal, nyeri, luka, keluar cairan berbau, atau muncul ruam yang tidak membaik dengan perawatan sederhana, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Penanganan dini perlu dilakukan agar keluhan tidak bertambah parah atau menimbulkan komplikasi lain.

Apabila masih ragu atau butuh saran lebih lanjut, Bumil juga bisa chat online bersama dokter melalui aplikasi ALODOKTER. Dengan begitu, Bumil akan mendapatkan solusi yang tepat sesuai dengan kondisi yang dialami.