Serum penghilang bekas jerawat biasanya mengandung bahan tertentu yang dapat menyamarkan noda bekas jerawat sekaligus mencerahkan kulit. Meski begitu, ada aturan penggunaan yang harus diperhatikan agar serum ini bisa bekerja secara optimal.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai serum penghilang bekas jerawat, mari ketahui lebih dulu apa itu serum. Pada dasarnya, serum merupakan produk perawatan kulit dengan kandungan bahan aktif tertentu untuk mengatasi berbagai masalah kulit, seperti kulit kering, berjerawat, kusam, atau bekas jerawat.

7 Kandungan Serum Penghilang Bekas Jerawat dan Penggunaanya - Alodokter

Serum memiliki tekstur yang ringan dan mudah meresap ke dalam kulit, sehingga dapat menutrisi kulit lebih maksimal dibandingkan produk skincare lainnya.

Kandungan Serum Penghilang Bekas Jerawat

Setiap serum mengandung bahan aktif dengan manfaat yang berbeda-beda, misalnya untuk menghilangkan bekas jerawat. Oleh karena itu, pastikan bahwa kandungan serum yang Anda pakai sudah sesuai dengan kebutuhan kulit.

Bila Anda memiliki masalah bekas jerawat yang sulit dihilangkan, sebaiknya pilih serum dengan kandungan berikut ini:

1. Vitamin C

Vitamin C berperan penting dalam menghambat produksi melanin, yaitu pigmen yang memberi warna pada kulit. Kemampuan serum vitamin C dalam menekan produksi melanin bisa membuat kulit terlihat lebih cerah, sehingga noda bekas jerawat pun dapat tersamarkan.

2. Retinol

Selain bisa mencegah munculnya jerawat, penggunaan serum retinol pada kulit juga mampu menghilangkan bekas jerawat yang membuat tekstur kulit tidak rata.

Manfaat retinol ini bisa diperoleh berkat kemampuannya dalam mengangkat sel kulit mati dan menutrisi sel kulit baru serta merangsang produksi kolagen, sehingga dapat menyamarkan bekas jerawat.

3. Niacinamide

Niacinamide juga dapat mengatasi masalah kulit berjerawat berkat sifat antiradang di dalamnya. Tak heran bila kandungan ini mampu meredakan kemerahan pada bekas jerawat akibat peradangan. Selain itu, niacinamide juga dipercaya efektif dalam mengurangi produksi minyak berlebih yang dapat memicu jerawat.

4. Asam kojic

Asam kojic merupakan salah satu kandungan yang biasa ditemukan dalam produk pemutih kulit, termasuk serum penghilang bekas jerawat. Manfaat ini bisa diperoleh karena asam kojic juga mampu menekan produksi melanin kulit layaknya vitamin C.

5. Asam salisiliat

Untuk menghilangkan bekas jerawat, Anda mungkin perlu memasukkan serum yang mengandung asam salisilat ke dalam produk perawatan kulit yang biasa digunakan. Pasalnya, serum ini bisa mengangkat sel kulit mati sehingga bekas jerawat bisa hilang secara perlahan dan kulit pun terlihat lebih cerah.

6. Arbutin

Serum yang mengandung arbutin juga dapat menghilangkan bekas jerawat. Ini karena arbutin memiliki manfaat yang sama dengan vitamin C dan asam kojic, yaitu mencerahkan kulit dengan cara menekan produksi melanin.

7. Asam glikolat

Serum penghilang bekas jerawat yang mengandung asam glikolat bekerja dengan cara mengangkat sel kulit mati, sehingga mampu meratakan warna kulit dan membuatnya terlihat lebih cerah.

Asam glikolat merupakan salah satu jenis alpha-hydroxy acid (AHA) yang dapat merangsang produksi kolagen untuk menjaga kelembapan dan elastisitas kulit.

Tak hanya kandungan di atas, kandungan lain yang juga dapat ditemukan dalam serum penghilang bekas jerawat adalah akar licorice, zinc, vitamin E, dan asam azaleat.

Aturan Penggunaan Serum Penghilang Bekas Jerawat

Sebelum menggunakan serum penghilang bekas jerawat, baca dulu aturan dan cara pakainya. Ini dilakukan agar Anda menggunakannya dengan benar, sehingga serum dapat bekerja dengan maksimal dan bekas jerawat pun bisa segera hilang.

Berikut ini adalah aturan penggunaan serum penghilang bekas jerawat yang perlu diperhatikan:

Jangka waktu penggunaan

Aturan penggunaan antara serum bisa berbeda. Ada yang dianjurkan untuk digunakan dalam jangka waktu singkat, ada pula yang perlu digunakan lebih lama, misalnya niacinamide. Serum dengan kandungan ini perlu digunakan setiap hari selama 1–2 bulan agar bekas jerawat bisa hilang.

Sementara itu, asam kojic membutuhkan waktu yang lebih lama, yaitu 3 bulan dengan pengolesan secara rutin setiap hari agar efektivitasnya dalam menghilangkan bekas jerawat bisa diperoleh secara maksimal.

Waktu penggunaan

Perhatikan pula kapan sebaiknya serum tersebut dioleskan ke wajah. Ada yang bisa digunakan pada pagi dan malam, ada pula yang tidak. Contohnya adalah serum penghilang bekas jerawat yang mengandung retinol. Anda dianjurkan untuk menggunakan serum ini pada malam hari saja.

Alasannya, karena pemakaian serum retinol pada siang hari bisa membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.

Tahap penggunaan

Guna mendapatkan manfaat serum secara maksimal, hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah urutan penggunaan skincare. Serum penghilang bekas jerawat sebaiknya digunakan sebelum menggunakan pelembap dan tabir surya.

Perhatikan pula anjuran yang benar untuk mengombinasikan zat aktif dalam serum penghilang bekas jerawat dengan kandungan dalam produk perawatan kulit lainnya. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko terjadinya iritasi kulit.

Bila bekas jerawat tidak kunjung memudar setelah menggunakan serum penghilang bekas jerawat secara rutin, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan merekomendasikan penanganan yang sesuai dengan masalah kulit Anda.