Artem adalah obat untuk mengatasi malaria yang disebabkan oleh parasit Plasmodium falciparum. Penggunaan Artem biasanya dikombinasikan dengan obat lain, seperti lumefantrine, untuk memastikan parasit benar-benar hilang dan meminimalkan risiko kekambuhan maupun resistensi.
Artem mengandung artemether yang bekerja dengan cara membunuh parasit yang hidup di dalam sel darah merah. Dengan cara kerja tersebut, Artem dapat membantu menurunkan jumlah parasit dalam darah sehingga gejala malaria, seperti demam, menggigil, dan lemas, dapat cepat mereda.
Obat ini biasanya diberikan sebagai terapi awal sebelum dilanjutkan dengan pengobatan oral untuk memastikan seluruh parasit terbunuh secara efektif. Perlu diketahui, Artem tidak bisa digunakan untuk mencegah malaria.
Di Indonesia, Artem tersedia dalam sediaan serbuk injeksi berisi 80 mg artemether.
Apa Itu Artem
| Bahan aktif | Artemether |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Obat antimalaria |
| Manfaat | Mengobati malaria |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak-anak |
| Artem untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Artem tidak disarankan untuk digunakan pada trimester pertama kehamilan. Namun, obat ini bisa dipertimbangkan jika tidak ada obat alternatif lain selama trimester kedua dan ketiga kehamilan, terutama bila manfaat yang diharapkan lebih besar dibandingkan potensi risikonya terhadap ibu dan janin. | |
| Artem untuk ibu menyusui | Artem dapat terserap ke dalam ASI dalam jumlah yang kecil. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa persetujuan dokter. |
| Bentuk obat | Suntik |
Peringatan sebelum Menggunakan Artem
Artem termasuk dalam golongan obat keras yang penggunaannya harus mengikuti anjuran dokter. Oleh karena itu, sebelum menggunakan obat ini, pastikan untuk memperhatikan hal-hal berikut ini:
- Beri tahu dokter riwayat alergi yang Anda miliki. Artem tidak boleh digunakan oleh orang yang memiliki alergi terhadap obat ini.
- Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami penyakit jantung, aritmia, perpanjangan interval QT, penyakit liver, penyakit ginjal, hipokalemia, atau hipomagnesemia.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
- Obat ini dapat mengurangi efektivitas kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, implan, atau suntik KB. Diskusikan dengan dokter terkait metode kontrasepsi yang efektif untuk menunda kehamilan selama menjalani pengobatan dengan Artem.
- Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menjalani pengobatan dengan artemether sebelum menjalani tindakan medis, termasuk operasi gigi.
- Sampaikan ke dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Hal ini untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah menggunakan Artem. Obat ini dapat menyebabkan pusing.
- Hindari mengonsumsi alkohol, grapefruit atau jus grapefruit jika sedang menjalani pengobatan dengan Artem, karena bisa menyebabkan timbulnya efek samping.
- Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius setelah menggunakan Artem.
Dosis dan Aturan Pakai Artem
Dosis Artem ditentukan oleh dokter sesuai dengan usia, berat badan, dan tingkat keparahan malaria. Artem akan diberikan melalui suntikan ke otot (intramuskular/IM) oleh dokter atau tenaga medis di awal pengobatan.
Berikut ini adalah dosis Artem untuk mengatasi malaria:
- Dewasa dan anak-anak dengan berat badan ≥ 5 kg : dosis awal 3,2 mg/kgBB pada hari ke-1. Setelah itu, pada hari ke-2 hingga hari ke-5, dosis lanjutan 1,6 mg/kgBB, 1 kali sehari.
Perlu diketahui, pemberian Artem tidak lebih dari 5 hari. Setelah kondisi stabil, pengobatan dilanjutkan dengan antimalaria oral sesuai petunjuk dokter.
Cara Menggunakan Artem dengan Benar
Artem akan diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter. Hal-hal yang perlu Anda perhatikan selama menjalani pengobatan dengan Artem adalah:
- Pemberian Artem biasanya dilakukan selama rawat inap. Artem akan disuntikkan secara perlahan ke dalam otot (intramuskular/IM).
- Anda mungkin akan diberikan obat malaria tambahan selama atau setelah menjalani pengobatan.
- Jika Anda mengalami gejala baru yang mengganggu selama pengobatan dengan Artem, segera beri tahu dokter.
- Setelah selesai pengobatan atau keluar rumah sakit, Anda perlu menjalani tes kesehatan, seperti hitung darah lengkap, 1 minggu sekali sampai setidaknya 4 minggu setelah dosis terakhir. Tujuannya adalah agar perkembangan penyakit atau efek samping obat dapat terpantau.
- Selama menggunakan Artem, penting untuk mengikuti jadwal kontrol yang diberikan oleh dokter.
Interaksi Artem dengan Obat Lain
Kandungan Artemether dalam Artem bisa menimbulkan efek interaksi berikut jika digunakan bersama obat tertentu:
- Peningkatan perpanjangan interval QT dan penyakit jantung jika digunakan bersama erythromycin, terfenadine, quinidine, procainamide, disopyramide, amiodarone, probucol, phenothiazine, atau antidepresan trisiklik
- Penurunan efektivitas kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, implan, atau suntik KB
- Penurunan efektivitas artemether dalam Artem jika digunakan bersama obat antiepilepsi, seperti carbamazepine atau phenytoin
Guna menghindari efek interaksi yang tidak diinginkan, diskusikan dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter, jika Anda berencana menggunakan Artem bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Artem
Inilah efek samping yang dapat terjadi setelah menggunakan Artem, antara lain:
- Pusing
- Sakit kepala
- Demam
- Hilang nafsu makan
- Lelah
- Nyeri sendi dan otot
- Mual dan muntah
- Sulit tidur
- Telinga berdenging (tinnitus)
- Detak jantung lambat
Periksakan diri ke dokter jika keluhan tersebut tidak kunjung reda atau memburuk. Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:
- Sesak napas atau mengi
- Jantung berdebar kencang
- Pembengkakan kelenjar getah bening
- Sulit menelan
- Sulit berbicara
- Pusing berat sampai merasa seperti akan pingsan
