Gejala autisme sering kali muncul pada usia 2–3 tahun. Namun, pada sebagian kasus, gejala autisme tampak sejak bayi atau baru terlihat jelas saat anak mulai memasuki usia sekolah.
Gejala dan tingkat keparahan autisme dapat berbeda-beda pada tiap anak. Ada anak yang hanya mengalami hambatan ringan dalam komunikasi dan interaksi sosial, tetapi ada juga yang mengalami gangguan berat hingga membutuhkan pendampingan dalam aktivitas sehari-hari.
Berikut adalah beberapa gejala yang biasanya muncul pada penderita autisme:
Gangguan Komunikasi dan Interaksi Sosial
Sebagian anak dengan autisme mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain. Gejala tersebut umumnya terlihat ketika ia berumur 8 atau 10 bulan. Beberapa anak juga mungkin mahir berbicara, tetapi kemampuan tersebut dapat hilang seiring bertambahnya usia.
Gejala autisme yang terkait dengan gangguan komunikasi dan interaksi sosial adalah:
- Tidak merespons saat namanya dipanggil meski pendengarannya normal
- Tidak pernah mengungkapkan emosi dan tidak peka terhadap perasaan orang lain
- Tidak bisa memulai atau meneruskan percakapan, bahkan ketika hanya untuk meminta sesuatu
- Sering mengulang kata (ekolalia), termasuk latah, tetapi tidak memahami penggunaannya secara tepat
- Sering menghindari kontak mata dan kurang menunjukkan ekspresi wajah
- Memiliki nada bicara yang tidak biasa, misalnya datar seperti robot
- Lebih senang menyendiri, seperti berada dalam dunianya sendiri
- Tidak memahami pertanyaan atau petunjuk sederhana
- Enggan berbagi, berbicara, atau bermain dengan orang lain
- Menghindari atau menolak kontak fisik dengan orang lain
Gangguan Pola Perilaku
Penderita autisme memiliki pola perilaku, aktivitas, atau minat yang tampak tidak biasa, terbatas, dan dilakukan secara berulang-ulang.
Beberapa gejala yang berkaitan dengan gangguan pola perilaku tersebut adalah:
- Sensitif terhadap cahaya, sentuhan, atau suara, tetapi tidak merespons rasa sakit
- Pola aktivitas yang selalu sama, atau marah jika ada perubahan
- Kelainan pada sikap tubuh atau pola gerakan, misalnya selalu berjalan dengan berjinjit
- Gerakan repetitif atau berulang, misalnya mengibaskan tangan atau mengayunkan tubuh ke depan dan belakang
- Jenis makanan yang dipilih cenderung sama, misalnya makanan dengan tekstur tertentu
Gangguan Sensorik
Sebagian penderita autisme memiliki sensitivitas yang berlebihan atau justru kurang sensitif terhadap rangsangan tertentu. Kondisi ini disebutkan dengan gangguan sensorik atau sensory overload.
Beberapa gejala yang dapat muncul, antara lain:
- Sangat terganggu oleh suara keras atau keramaian
- Menutup telinga saat mendengar suara tertentu
- Tidak nyaman terhadap cahaya terang
- Tidak suka disentuh atau dipeluk
- Sangat memilih tekstur makanan
- Sensitif terhadap bau tertentu
- Tidak nyaman menggunakan pakaian dengan bahan tertentu
- Tidak peka terhadap rasa sakit, panas, atau dingin
Selain gejala di atas, penderita autisme juga sering mengalami kondisi lain, seperti:
- ADHD
- Epilepsi
- Gangguan tidur
- Sulit fokus
- Sindrom Tourette
- Gangguan obsesif kompulsif (OCD)
- Gangguan kecemasan
- Gangguan bipolar
- Depresi
Kapan Harus ke Dokter
Makin cepat autisme ditangani, makin efektif pula penanganan yang diberikan. Oleh sebab itu, lakukan pemeriksaan ke dokter jika anak menunjukkan gejala-gejala autisme yang telah disebutkan di atas.
Autisme umumnya dapat terdeteksi pada masa awal perkembangan anak. Segera periksakan anak ke dokter bila ia menunjukkan gejala di bawah ini:
- Mengalami keterbatasan dalam kemampuan berbicara atau berinteraksi
- Tidak menunjukkan respons bahagia atau tersenyum hingga usia 6 bulan
- Tidak meniru suara atau ekspresi wajah sampai usia 9 bulan
- Tidak berceloteh hingga usia 12 bulan
- Tidak melakukan gerakan, seperti melambai atau menunjuk, sampai usia 14 bulan
- Tidak mengucapkan satu kata pun hingga usia 16 bulan
- Menunjukkan perilaku berulang, misalnya mengepakkan tangan berulang kali
- Sangat sensitif terhadap rangsangan tertentu, misalnya menutup telinga saat mendengarkan suara
Untuk mempermudah pemeriksaan, orang tua juga dapat membuat janji konsultasi melalui fitur booking dokter di aplikasi ALODOKTER, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat.