Gejala dan tingkat keparahan autisme dapat berbeda pada tiap penderitanya. Pada penderita autisme dengan gejala yang ringan, aktivitas sehari-hari masih dapat dilakukan dengan normal. Tetapi bila gejala tergolong parah, penderita akan sangat membutuhkan bantuan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Gejala yang muncul adalah terkait dengan cara penderita berkomunikasi dan berinteraksi. Sekitar 80-90% penderita, mulai menampakkan gejala pada usia 2 tahun. Pada kasus yang jarang, gejala autisme nampak pada usia di bawah 1 tahun atau baru muncul setelah penderita beranjak dewasa.

Berikut adalah beberapa gejala yang biasanya muncul pada penderita autisme:

Gejala Terkait Komunikasi dan Interaksi Sosial

Sekitar 25-30% anak dengan autisme kehilangan kemampuan berbicara, meski mereka mampu berbicara saat kecil. Sedangkan 40% anak penderita autisme tidak berbicara sama sekali. Gejala lain terkait komunikasi dan interaksi sosial adalah:

  • Tidak merespons saat namanya dipanggil, meskipun kemampuan pendengarannya normal.
  • Tidak pernah mengungkapkan emosi, dan tidak peka terhadap perasaan orang lain.
  • Tidak bisa memulai atau meneruskan percakapan, bahkan hanya untuk meminta sesuatu.
  • Sering mengulang kata (echolalia), tapi tidak memahami penggunaannya secara tepat.
  • Sering menghindari kontak mata dan kurang menunjukkan ekspresi
  • Nada bicara yang tidak biasa, misalnya datar seperti robot.
  • Lebih senang menyendiri, seperti ada di dunianya sendiri.
  • Cenderung tidak memahami pertanyaan atau petunjuk sederhana.
  • Enggan berbagi, berbicara, atau bermain dengan orang lain.
  • Menghindari dan menolak kontak fisik dengan orang lain.

Gejala Pada Pola Perilaku

  • Sensitif terhadap cahaya, sentuhan, atau suara, tapi tidak merespons terhadap rasa sakit.
  • Rutin menjalani aktivitas tertentu, dan marah jika ada perubahan.
  • Memiliki kelainan pada sikap tubuh atau pola gerakan, misalnya selalu berjalan dengan berjinjit.
  • Melakukan gerakan repetitif, misalnya mengibaskan tangan atau mengayunkan tubuh ke depan dan belakang.
  • Hanya memilih makanan tertentu, misalnya makanan dengan tekstur tertentu.

Selain berbagai gejala di atas, penderita autisme juga sering mengalami gejala yang terkait dengan kondisi lain, misalnya ADHD, epilepsi, sindrom Tourette, gangguan obsesif kompulsif (OCD), dyspraxia, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, dan depresi.

Semakin dini autis ditangani, semakin efektif penanganan yang diberikan. Karena itu, sangat penting untuk menyadari gejala yang timbul. Segera periksakan anak ke dokter bila terlihat gejala di bawah ini:

  • Kehilangan kemampuan berbicara atau berinteraksi.
  • Tidak memberi respon bahagia atau senyum hingga usia 6 bulan.
  • Tidak meniru suara atau ekspresi wajah hingga usia 9 bulan.
  • Tidak mengoceh hingga 12 bulan.
  • Tidak memberi gestur tubuh seperti melambai hingga usia 14 bulan.
  • Tidak mengucapkan satu katapun hingga usia 16 bulan.