Untuk mendiagnosis Bell’s palsy, dokter akan melakukan tanya jawab mengenai gejala yang dialami pasien, termasuk kapan gejala tersebut muncul pada pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada kondisi wajah pasien.

Dokter akan meminta pasien melakukan beberapa gerakan, seperti menutup mata, mengangkat alis, atau mengernyitkan kening untuk mendeteksi kelumpuhan saraf wajah.

Guna memastikan penyebabnya, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan, seperti:

  • Elektromiografi (EMG), untuk mendeteksi adanya kerusakan saraf
  • MRI dan CT scan, untuk memastikan tidak ada kelainan pada otak
  • Tes darah, untuk mengetahui adanya penyakit lain yang memicu terjadinya Bell’s palsy, seperti diabetes atau penyakit Lyme