Jika ada seseorang mengalami kelumpuhan wajah secara tiba-tiba, sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit bagian IGD yang terdekat. Menurut studi, pengobatan Bell’s palsy akan sangat efektif jika dilakukan dalam 3 hari pertama setelah gejala awal muncul.

Meski tanpa pengobatan khusus, biasanya kasus Bell’s palsy dapat kembali pulih sepenuhnya. Pengobatan yang dilakukan biasanya diperlukan untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah munculnya komplikasi akibat Bell’s palsy.

Penanganan pada Bell’s Palsy

Berikut ini beberapa pengobatan dan penanganan yang dilakukan untuk Bell’s palsy.

  • Prednisolone. Obat ini sangat disarankan sebagai pengobatan Bell’s palsy yang paling efektif. Sebaiknya obat ini diberikan 72 jam sejak gejala awal muncul. Obat ini akan diresepkan selama 10 hari dan dikonsumsi sehari dua kali. Cari tahu lebih banyak tentang prednisolone.
  • Antivirus. Hingga kini, peran obat-obatan antivirus masih menjadi perdebatan. Namun demikian, dokter mungkin akan meresepkan antivirus atau antivirus yang dikombinasikan dengan prednison pada pasien dengan kelemahan saraf wajah yang cukup parah.
  • Perawatan mata. Penderita Bell’s palsy akan kesulitan untuk menutup mata. Hal ini bisa menyebabkan air mata menguap, sehingga mata menjadi lebih kering dan lebih rentan terkena infeksi. Air mata berperan penting untuk melindungi dan menjaga mata bebas dari kotoran dan bakteri. Dokter akan meresepkan obat tetes mata untuk siang hari dan obat oles mata pada malam hari.
  • Fisioterapi. Ahli fisioterapi akan mengajari Anda beberapa latihan yang bisa memperkuat otot-otot wajah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan koordinasi dan jangkauan gerakan. Prosedur ini sangat membantu dalam kasus-kasus Bell’s palsy, meski tidak semua orang sesuai dengan prosedur ini.
  • Suntikan Botox. Khususnya pada penderita Bell’s palsy kronis atau jangka panjang, suntik botox bisa diberikan untuk mengobati wajah yang terpengaruh maupun yang tidak terpengaruh. Suntikan ini berfungsi untuk melemaskan otot wajah yang mengencang atau mengurangi gerakan otot yang tidak diinginkan. Suntikan ini juga berfungsi untuk menyeimbangkan gerakan wajah, mengatasi ketidaknyamanan yang dirasakan saat makan, dan meningkatkan penampilan wajah secara keseluruhan. Suntik botox umumnya perlu diulangi tiap empat bulan sekali.
  • Operasi plastik. Dokter bedah akan membantu mengatasi kelemahan atau kelumpuhan pada wajah Anda. Meski prosedur operasi tidak bisa mengembalikan fungsi saraf seperti semula, tapi bisa melindungi mata dan memperbaiki penampilan wajah, serta meningkatkan fungsi wajah yang lemah. Prosedur operasi plastik dilakukan untuk memperbaiki fungsi kelopak mata, memperbaiki posisi mulut, membantu dalam bicara, makan, dan minum, serta memperbaiki keseimbangan bentuk wajah.
  • Pengobatan lainnya. Teknik relaksasi dan akupuntur dikatakan bisa membantu mempercepat pemulihan dari kondisi Bell’s palsy dan mengembalikan fungsi saraf wajah.