Gejala yang muncul pada Bell’s palsy berkembang dengan cepat dan mencapai puncaknya dalam waktu dua hari. Gejala yang terjadi bisa berbeda-beda. Berikut ini adalah gejala yang biasanya muncul pada Bell’s palsy.

  • Salah satu sisi wajah akan mengalami kelumpuhan atau kelemahan. Sisi wajah yang terpengaruh akan terlihat melorot dan Anda tidak bisa menggerakkannya. Anda akan kesulitan untuk membuka atau menutup mata dan mulut.
  • Sakit telinga pada sisi wajah yang mengalami kelumpuhan.
  • Telinga yang terpengaruh akan lebih sensitif terhadap suara.
  • Berdenging di salah satu telinga atau keduanya.
  • Penurunan atau perubahan pada indera perasa.
  • Bagian mulut yang terpengaruh akan mudah berliur.
  • Mulut terasa kering.
  • Rasa sakit pada sekitar rahang.
  • Sakit kepala dan pusing.
  • Kesulitan untuk makan, minum, dan berbicara.

Gejala-gejala yang muncul di atas biasanya akan mulai membaik dalam waktu dua hingga tiga minggu dan akhirnya pulih sepenuhnya dalam waktu sembilan hingga sepuluh bulan.

Tidak ada tes yang bisa dilakukan untuk memastikan diagnosis terhadap Bell’s palsy. Tes dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan saraf lainnya, seperti stroke. Kondisi lain yang bisa memunculkan gejala yang mirip adalah:

  • Tumor. Pertumbuhan jaringan secara abnormal.
  • Stroke. Terputusnya pasokan darah ke beberapa bagian otak yang berbahaya dan bisa mengancam nyawa.
  • Sindrom Moebius. Kondisi yang sangat jarang terjadi dan muncul sejak lahir.
  • Infeksi telinga tengah. Kondisi yang cukup umum terjadi pada anak-anak yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.
  • Penyakit Lyme. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang disebarkan oleh kutu.
  • Cedera kepala. Kondisi yang bisa terjadi pada semua orang akibat pukulan, terjatuh, atau kecelakaan.
  • Kolesteatoma. Jaringan kulit abnormal yang ada di telinga bagian tengah.

Dokter akan memeriksa kepala, telinga, dan leher Anda. Kemudian dokter juga akan memeriksa otot-otot wajah untuk memastikan apakah hanya saraf wajah yang terpengaruh. Jika dokter tidak mendapati adanya kondisi lain, bisa disimpulkan gejala yang terjadi itu adalah akibat Bell’s palsy.

Berikut ini beberapa tes yang dilakukan bisa dilakukan:

  • Elektromiografi. Pemeriksaan ini berguna untuk mengukur aktivitas elektrik dari otot dan saraf Anda. Informasi yang diberikan alat ini bisa digunakan untuk mengetahui apakah terdapat kerusakan saraf.
  • MRI. Prosedur ini bisa dilakukan untuk mengetahui penyebab munculnya tekanan pada saraf wajah Anda.
  • CT scan. Prosedur ini dilakukan untuk mengetahui kondisi lain yang menyebabkan gejala yang Anda alami, memeriksa apakah terdapat infeksi atau tumor. Prosedur ini juga bisa menentukan apabila terdapat keretakan tulang pada wajah.