Benjolan di payudara yang terasa nyeri bisa disebabkan oleh perubahan hormon hingga menjadi tanda adanya gangguan pada payudara, seperti kanker payudara. Oleh karena itu, pemeriksaan ke dokter penting untuk dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.
Benjolan di payudara terasa nyeri adalah kondisi munculnya tonjolan atau pembesaran pada jaringan payudara yang menimbulkan sensasi tidak nyaman. Nah, rasa nyeri yang dirasakan bisa muncul secara terus-menerus atau hanya saat disentuh, dan kadang disertai perubahan warna, tekstur, atau pembengkakan di sekitar payudara.
Benjolan di payudara sebenarnya cukup sering dialami oleh wanita usia subur. Diperkirakan, ada sekitar 60–70% wanita pernah mengalami benjolan di payudara setidaknya sekali seumur hidup. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beragam hal, mulai dari perubahan hormon, cedera, infeksi, kista, hingga tumor.
Meski tidak selalu berbahaya, benjolan ini tetap perlu diwaspadai ya. Karena jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa terus berkembang dan menimbulkan nyeri yang semakin mengganggu. Nah, agar benjolan di payudara dapat ditangani dengan tepat, penting untuk mengenali penyebabnya sejak dini dan tidak menunda pemeriksaan ke dokter ya.
Beragam Penyebab Benjolan di Payudara Terasa Nyeri
Berikut ini adalah beberapa kondisi yang menyebabkan munculnya benjolan di payudara terasa nyeri:
1. Perubahan hormon
Perubahan hormon menjadi salah satu penyebab utama benjolan di payudara terasa nyeri. Hormon estrogen dan progesteron yang naik turun sepanjang siklus menstruasi memengaruhi jaringan payudara, membuat kelenjar dan jaringan lemak menahan lebih banyak cairan. Akibatnya, payudara terasa padat, bengkak, dan kadang muncul benjolan sementara yang nyeri, terutama menjelang haid.
Pada masa kehamilan, peningkatan hormon ini juga akan lebih signifikan. Hal ini membuat payudara lebih sensitif, jaringan payudara membesar, dan benjolan nyeri bisa muncul sebagai bagian dari persiapan tubuh untuk produksi ASI.Tidak hanya itu saja, menjelang menopause, fluktuasi hormon juga bisa mengubah tekstur payudara, membuatnya lebih sensitif, dan muncul benjolan kecil.
Meski demikian, benjolan akibat perubahan hormon umumnya bersifat sementara dan akan berkurang dengan sendirinya setelah hormon kembali stabil. Namun, penting untuk tetap memantau kesehatan payudara secara rutin ya, agar setiap perubahan yang tidak biasa bisa segera diperiksa oleh dokter.
2. Kanker payudara
Benjolan di payudara terasa nyeri juga bisa disebabkan oleh kanker payudara. Hal ini terjadi karena pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dapat menekan jaringan, saraf, dan pembuluh darah di sekitarnya, sehingga menimbulkan rasa nyeri.
Selain itu, peradangan yang menyertai kanker payudara juga bisa membuat area payudara terasa sensitif dan tidak nyaman. Pada beberapa kasus, nyeri muncul bersamaan dengan perubahan bentuk payudara, kulit tampak menebal atau tertarik, serta keluarnya cairan dari puting, sehingga perlu segera diperiksakan.
3. Kista payudara
Kista payudara adalah kantung berisi cairan yang terbentuk di dalam jaringan payudara. Kondisi ini biasanya muncul akibat perubahan hormon, terutama menjelang menstruasi, selama kehamilan, atau saat penggunaan kontrasepsi hormonal.
Meski sebagian besar kista bersifat jinak dan tidak berbahaya, ukurannya yang membesar atau letaknya yang menekan jaringan di sekitar payudara dapat membuat rasa nyeri semakin terasa, sehingga pemeriksaan medis tetap dianjurkan untuk memastikan kondisi kista dan menentukan langkah perawatan yang tepat.
Kondisi ini termasuk salah satu penyebab paling umum dari benjolan di payudara terasa nyeri, terutama pada wanita usia subur.
4. Mastitis
Mastitis adalah salah satu penyebab umum benjolan di payudara terasa nyeri, terutama pada ibu menyusui. Kondisi ini terjadi ketika jaringan payudara mengalami peradangan akibat infeksi bakteri, yang biasanya masuk melalui puting saat menyusui.
Saat terjadi mastitis, saluran ASI bisa tersumbat sehingga ASI menumpuk di dalam jaringan payudara, menimbulkan benjolan yang terasa keras dan nyeri. Selain nyeri, payudara yang terkena mastitis sering tampak kemerahan, hangat saat disentuh, dan bisa disertai demam atau rasa lelah.
Jika tidak ditangani dengan cepat, benjolan akibat mastitis bisa berkembang menjadi abses lho. Makanya, penanganan dari dokter sangat diperlukan untuk kondisi ini.
5. Abses payudara
Abses payudara adalah salah satu penyebab benjolan di payudara terasa nyeri yang cukup serius dan perlu perhatian medis. Kondisi ini terjadi ketika infeksi bakteri berkembang di jaringan payudara sehingga membentuk kumpulan nanah. Nanah yang menumpuk ini menyebabkan jaringan di sekitarnya membengkak dan menegang, sehingga timbul benjolan yang keras dan nyeri saat disentuh.
Selain nyeri, area yang terkena abses biasanya akan terlihat kemerahan, terasa hangat, dan bisa disertai demam.
6. Infeksi kulit (selulitis)
Benjolan di payudara terasa nyeri juga bisa disebabkan oleh infeksi kulit atau selulitis lho. Kondisi ini terjadi ketika bakteri masuk melalui luka kecil, iritasi, atau kulit yang pecah di area payudara. Infeksi tersebut memicu peradangan sehingga kulit menjadi merah, bengkak, terasa hangat, dan nyeri, bahkan bisa membentuk benjolan yang makin terasa tidak nyaman bila tidak segera ditangani.
7. Cedera
Cedera pada payudara dapat menjadi penyebab benjolan di payudara terasa nyeri karena jaringan di dalamnya mengalami benturan atau tekanan langsung. Saat payudara terbentur, terjepit, atau mengalami tekanan berulang, pembuluh darah kecil bisa pecah dan memicu pembengkakan atau memar di jaringan payudara.
Kondisi ini kemudian terasa sebagai benjolan yang disertai nyeri saat disentuh atau digerakkan. Selain itu, tubuh akan merespons cedera dengan proses peradangan alami untuk memperbaiki jaringan yang rusak, sehingga area tersebut menjadi lebih sensitif dan tidak nyaman.
Nah, benjolan akibat cedera ini umumnya akan berangsur membaik seiring waktu kok. Namun, jika benjolan tidak mengecil, justru semakin nyeri, atau disertai perubahan pada kulit payudara, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisinya.
8. Fibroadenoma
Fibroadenoma merupakan benjolan jinak yang terbentuk dari pertumbuhan jaringan kelenjar dan jaringan ikat di payudara. Pada beberapa wanita, benjolan ini dapat terasa nyeri karena jaringan di sekitarnya ikut menegang, terutama saat terjadi perubahan hormon, misalnya menjelang menstruasi atau selama kehamilan.
Pengaruh hormon estrogen juga bisa membuat fibroadenoma bisa sedikit membesar, sehingga menekan jaringan payudara di sekitarnya dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Selain itu, payudara yang sensitif atau sering mengalami perubahan hormonal juga lebih mudah merasakan nyeri saat benjolan ini disentuh atau mengalami tekanan.
9. Fibrokistik
Fibrokistik berkaitan dengan perubahan struktur jaringan payudara yang menjadi lebih padat, berserat, dan mudah menahan cairan. Kondisi ini membuat payudara terasa lebih sensitif, terutama menjelang menstruasi ketika hormon estrogen meningkat. Akibatnya, dapat muncul benjolan di payudara terasa nyeri, terasa penuh, atau tidak nyaman saat disentuh.
Tekstur benjolan juga bisa berubah-ubah dan terasa lebih jelas pada waktu tertentu dalam siklus haid. Meski umumnya bersifat jinak, fibrokistik dapat mengganggu aktivitas karena rasa nyeri yang muncul berulang.
Tanda Benjolan di Payudara Terasa Nyeri yang Perlu Diwaspadai
Perlu diketahui kalau tidak semua benjolan di payudara berbahaya. Meski demikian, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele ya, karena ada beberapa tanda yang perlu Anda waspadai, seperti:
- Benjolan tidak menghilang setelah menstruasi
- Benjolan terasa keras, tidak dapat digerakkan, atau menempel pada kulit dan jaringan
- Perubahan pada bentuk, warna, atau tekstur kulit di sekitar payudara
- Puting tertarik ke dalam, berubah bentuk, atau keluar cairan
- Muncul luka di payudara yang tidak kunjung sembuh
- Pembesaran kelenjar getah bening di ketiak
- Nyeri hebat
- Berat badan turun tanpa sebab jelas
Jika Anda mengalami tanda-tanda di atas, segera periksakan diri ke dokter ya. Soalnya, penanganan yang cepat dapat membantu mencegah kondisi bertambah parah, mengurangi risiko komplikasi, serta meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.
Begini Penanganan Benjolan di Payudara Terasa Nyeri yang Bisa Dilakukan
Penanganan benjolan di payudara terasa nyeri dilakukan berdasarkan penyebab dan tingkat keparahannya. Oleh karena itu, langkah awal yang penting adalah memastikan diagnosis secara tepat melalui pemeriksaan medis.
Pertama, dokter akan menanyakan keluhan yang Anda alami, seperti waktu munculnya benjolan, tingkat nyeri, serta riwayat kesehatan dan siklus menstruasi. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada payudara dan area ketiak untuk menilai ukuran, bentuk, dan pergerakan benjolan.
Bila diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan penunjang seperti USG payudara, MRI, dan mammografi. Pada kasus tertentu, biopsi dilakukan untuk mengambil sampel jaringan guna memastikan apakah benjolan bersifat jinak atau ganas.
Selain itu, dokter juga akan menyesuaikan rencana penanganan berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, kondisi kesehatan secara keseluruhan, serta usia dan faktor risiko yang dimiliki, sehingga terapi yang diberikan lebih tepat dan aman. Berikut penanganan yang bisa dilakukan:
1. Pemantauan rutin
Pemantauan rutin dilakukan bila benjolan di payudara terasa nyeri tergolong jinak dan tidak menunjukkan tanda berbahaya. Pada kondisi ini, dokter akan menyarankan kontrol berkala untuk memantau perubahan ukuran, bentuk, atau tingkat nyeri. Tujuannya agar jika terjadi perubahan yang mencurigakan, penanganan bisa segera dilakukan tanpa menunggu kondisi memburuk.
2. Pemberian obat-obatan
Pemberian obat-obatan, seperti obat pereda nyeri dan antibiotik bertujuan untuk meredakan nyeri dan mengatasi penyebab yang mendasari benjolan di payudara terasa nyeri.
Obat pereda nyeri, seperti paracetamol, membantu menurunkan rasa sakit dan membuat aktivitas sehari-hari tetap nyaman. Sementara itu, antibiotik diberikan bila benjolan disebabkan oleh infeksi, misalnya mastitis atau selulitis, untuk membunuh bakteri penyebab dan mencegah infeksi menyebar.
Pada kondisi tertentu, obat anti-radang juga dapat membantu mengurangi pembengkakan jaringan. Dengan pengobatan yang tepat, nyeri berkurang, peradangan mereda, dan proses penyembuhan dapat berlangsung lebih optimal.
3. Tindakan drainase
Tindakan drainase dilakukan pada benjolan di payudara yang berisi cairan atau nanah, seperti kista atau abses. Prosedur ini bertujuan mengeluarkan cairan penyebab pembengkakan sehingga tekanan berkurang dan nyeri mereda. Drainase juga membantu mencegah infeksi semakin menyebar ke jaringan sekitar.
4. Terapi hormonal
Terapi hormonal diberikan bila benjolan di payudara terasa nyeri berkaitan dengan ketidakseimbangan hormon. Perubahan hormon dapat memicu pembengkakan jaringan payudara dan nyeri berulang. Dengan terapi ini, kadar hormon menjadi lebih stabil sehingga ukuran benjolan dan rasa nyeri dapat berkurang secara bertahap.
5. Operasi
Operasi menjadi pilihan bila benjolan di payudara terasa nyeri terus membesar, sering kambuh, atau dicurigai ganas. Tindakan ini bertujuan mengangkat benjolan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan keluhan berulang dan mencegah komplikasi. Setelah operasi, pasien biasanya tetap perlu kontrol rutin untuk memantau kondisi payudara.
Selain operasi, penanganan benjolan di payudara terasa nyeri akibat kanker juga dapat melibatkan terapi tambahan, seperti kemoterapi, radioterapi, terapi hormon, atau terapi target. Terapi ini bertujuan untuk membunuh sel kanker yang tersisa, mencegah penyebaran, serta menurunkan risiko kekambuhan sehingga hasil pengobatan menjadi lebih optimal.
Pencegahan Benjolan di Payudara Terasa Nyeri
Benjolan di payudara terasa nyeri tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya, karena sebagian penyebabnya berkaitan dengan perubahan hormon alami tubuh. Meski begitu, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk menurunkan risikonya dan menjaga kesehatan payudara, antara lain:
- Rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
- Menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak buah dan sayur, serta membatasi makanan tinggi lemak.
- Mengelola stres dengan baik
- Menggunakan bra yang nyaman dan sesuai ukuran agar payudara tidak mengalami tekanan berlebih.
- Menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan
- Menjaga kebersihan payudara, terutama saat menyusui untuk mencegah infeksi seperti mastitis.
- Melakukan pemeriksaan rutin ke dokter, terutama bila memiliki riwayat benjolan payudara atau faktor risiko tertentu.
Benjolan di payudara terasa nyeri memang sering membuat tidak nyaman, tetapi kondisi ini tidak selalu berbahaya. Meski begitu, setiap perubahan pada payudara tetap perlu diperhatikan dengan baik agar penyebabnya bisa dikenali sejak awal dan ditangani secara tepat.
Maka dari itu, jika Anda merasakan benjolan di payudara terasa nyeri atau perubahan lain yang mengganggu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter melalui fitur Chat di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran medis yang sesuai tanpa perlu menunda pemeriksaan.
