Bleomycin adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker, yaitu:

  • Kanker di bagian kepala dan leher, termasuk kanker mulut, kanker lidah, kanker nasofaring, dan kanker tenggorokan.
  • Kanker di bagian organ reproduksi, termasuk kanker penis, kanker testis, kanker serviks, dan kanker vulva.
  • Kanker getah bening (limfoma) jenis Hodgkin.
  • Limfoma Non-Hodgkin.
  • Karsinoma sel skuamosa.

Bleomycin juga digunakan sebagai terapi lokal (setempat) untuk menghentikan terbentuknya cairan di rongga pleura (efusi pleura) atau rongga yang menyelimuti paru-paru, akibat kanker yang telah menyebar hingga ke organ paru.

Bleomycin merupakan obat kemoterapi yang bekerja dengan cara mengikat DNA sel kanker sehingga sel tidak dapat berkembang. Bleomycin juga menyebabkan terbentuknya radikal bebas yang dapat merusak DNA sel kanker. Dengan demikian, penyebaran sel kanker dalam tubuh dapat terhambat atau dihentikan.

Merek dagang: Bleocin

Tentang Bleomycin

Golongan Antikanker (kemoterapi)
Kategori Obat resep
Manfaat Mengatasi berbagai jenis kanker, seperti kanker di bagian kepala dan leher (mulut, lidah, tenggorokan), kanker di bagian reproduksi (penis, testis, serviks, vulva), limfoma Hodgkin, limfoma Non-Hodgkin, karsinoma sel skuamosa, dan efusi pleura yang disebabkan oleh penyebaran kanker.
Dikonsumsi oleh Dewasa dan lansia
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori D: ada bukti positif mengenai risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar dari risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa.

Bleomycin belum diketahui diserap oleh ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa memberi tahu dokter

Bentuk obat Suntik

Peringatan:

  • Bleomycin dapat menyebabkan gangguan paru yang berisiko mengancam nyawa. Hati-hati menggunakan obat ini apabila sedang atau pernah menderita penyakit paru.
  • Hati-hati menggunakan obat ini apabila menderita gangguan ginjal dan hati, serta gangguan sistem kekebalan tubuh.
  • Bleomycin sebaiknya digunakan secara hati-hati pada orang berusia di atas 50 tahun, karena dapat meningkatkan efek samping.
  • Beri tahu dokter, jika sedang mengonsumsi bleomycin sebelum menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
  • Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk suplemen dan produk herba.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Bleomycin

Kondisi

Bentuk obat Usia

Dosis

Limfoma Suntik ke otot Dewasa 15.000 IU, 1-2 kali seminggu.Total dosis kumulatif adalah 225.000 IU.
Karsinoma sel skuamosa, kanker testis Suntik ke pembuluh darah atau otot Dewasa 15.000 IU, 3 kali seminggu atau 30.000 IU, 2 kali seminggu. Pengulangan dosis diberikan dengan interval 3-4 minggu.Total dosis kumulatif 500.000 IU.
Efusi pleura Suntik ke dalam rongga pleura Dewasa 60.000 IU yang terkandung dalam 100 mL NaCl 0,9%, diberikan melalui selang yang dimasukkan ke ronggga pleura yang terkena.Total dosis kumulatif adalah 500.000 IU.

Menggunakan Bleomycin dengan Benar

Bleomycin tersedia dalam bentuk suntikan, sehingga pemberian obat harus diberikan oleh dokter atau petugas medis atas instruksi dokter. Dokter juga akan memantau pernapasan, tekanan darah, dan fungsi ginjal selama bleomycin diberikan.

Jika digunakan untuk mengatasi efusi pleura, bleomycin diberikan melalui selang yang ditempatkan ke dalam rongga pleura, masuk melalui dinding dada.

Selama menjalani pengobatan dengan bleomycin, dokter akan memantau kondisi paru melalui foto Rontgen dada atau tes fungsi paru. Tindakan ini dilakukan untuk memastikan obat tidak memberikan dampak berbahaya untuk paru-paru.

Interaksi Obat

Berikut ini adalah beberapa risiko yang dapat terjadi apabila bleomycin digunakan dengan obat lain:

  • Meningkatkan risiko gangguan organ paru, jika digunakan dengan cisplatin dan brentuximab.
  • Meningkatkan risiko agranulositosis, jika digunakan dengan clozapine.
  • Meningkatkan kadar bleomycin, jika digunakan dengan phenytoin.
  • Menurunkan jumlah sel darah putih dan fungsi sumsum tulang, jika digunakan dengan deferiprone.
  • Meningkatkan risiko penggumpalan darah, jika digunakan dengan thalidomide.
  • Meningkatkan risiko infeksi, jika digunakan dengan etanercept.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Bleomycin

Efek samping yang dapat terjadi setelah menggunakan bleomycin adalah:

  • Gatal yang bersifat ringan.
  • Mual dan muntah.
  • Nafsu makan menurun.
  • Perubahan pada kuku jari tangan atau kaki.
  • Rambut rontok.
  • Perubahan warna kulit (menghitam).
  • Nyeri di area dekat tumor.
  • Merah, gatal, atau pembengkakan pada area sekitar jarum infus.

Segera hubungi dokter jika efek samping makin memburuk atau timbul kondisi sebagai berikut:

  • Gejala alergi, seperti gatal, muncul ruam, pembengkakan di bagian wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan, serta sesak napas.
  • Lengan atau tungkai di satu sisi tubuh terasa lemah atau mati rasa.
  • Sulit berbicara.
  • Kehilangan keseimbangan dan koordinasi.
  • Sakit kepala berat.
  • Nyeri dada.