Co-Diovan adalah obat kombinasi yang digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi. Obat ini mengandung dua bahan aktif, yaitu valsartan dan hydrochlorothiazide. Co-Diovan dapat diberikan apabila tekanan darah tidak terkontrol hanya dengan satu jenis obat saja.
Valsartan merupakan golongan ARB, sedangkan hydrochlorothiazide adalah kelompok obat diuretik tiazid. Kombinasi kedua bahan aktif dalam Co-Diovan ini bekerja dengan cara menghambat efek zat yang dapat mempersempit pembuluh darah dan meningkatkan pengeluaran cairan serta garam lewat urine.

Berbekal cara kerja valsartan-hydrochlorothiazide di dalamnya, Co-Diovan efektif digunakan untuk menurunkan dan mengontrol tekanan darah. Selain itu, obat ini juga bermanfaat untuk mengurangi risiko terjadinya komplikasi serius akibat hipertensi, seperti stroke, serangan jantung, atau gangguan ginjal.
Apa Itu Co-Diovan
| Bahan aktif | 160 mg valsartan dan 12,5 mg hydrochlorothiazide |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Kombinasi ARB (valsartan) dan diuretik thiazide (hydrochlorothiazide) |
| Manfaat | Menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Co-Diovan untuk ibu hamil | Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan valsartan berisiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa. |
| Co-Diovan untuk ibu menyusui | Ibu menyusui tidak dianjurkan untuk menggunakan Co-Diovan. Diskusikan dengan dokter perihal obat pengganti yang bisa digunakan selama menyusui. |
| Bentuk obat | Tablet salu selaput |
Peringatan sebelum Menggunakan Co-Diovan
Co-Diovan hanya bisa dibeli dengan resep dokter. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan Co-Diovan:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang dimiliki. Co-Diovan tidak boleh dikonsumsi oleh individu yang alergi terhadap valsartan, hydrochlorothiazide, atau obat lain dari golongan sulfa.
- Hindari penggunaan Co-Diovan jika Anda tidak bisa buang air kecil (anuria). Informasikan kepada dokter jika Anda jarang buang air kecil atau jumlah urine berkurang sebelum minum obat ini.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang atau pernah menderita penyakit ginjal, glaukoma, asma, penyakit hati dan kandung empedu, penyakit asam urat, gangguan kelenjar paratiroid, diabetes, atau lupus.
- Sampaikan kepada dokter bila Anda pernah atau sedang mengalami angioedema, hiperkalemia, asam urat tinggi, hipokalemia, hiponatremia, hipomagnesemia, hiperkalsemia, kolesterol tinggi, atau gula darah rendah (hipoglikemia).
- Bicarakan dengan dokter jika Anda sedang mengalami diare, muntah-muntah, atau kondisi lain yang bisa memicu terjadinya dehidrasi, baik sebelum maupun selama Anda mengonsumsi Co-Diovan.
- Diskusikan dengan dokter terkait penggunaan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal tertentu. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi interaksi obat yang berbahaya.
- Sampaikan ke dokter jika Anda sedang mengonsumsi suplemen atau pengganti garam yang mengandung kalium.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, mungkin hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan. Selama minum Co-Diovan, gunakan alat kontrasepsi paling efektif bagi Anda untuk mencegah kehamilan.
- Jangan mengonsumsi minuman beralkohol saat menjalani pengobatan dengan Co-Diovan karena dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya.
- Hindari paparan sinar matahari terlalu lama dan gunakan tabir surya saat beraktivitas di siang hari. Hal ini karena Co-Diovan dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari.
- Jangan langsung berkendara atau melakukan aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi setelah minum Co-Diovan. Obat ini dapat menyebabkan pusing atau kantuk.
- Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Co-Diovan.
Dosis dan Aturan Pakai Co-Diovan
Dosis Co-Diovan ditentukan oleh dokter sesuai dengan kondisi tekanan darah dan respons tubuh pasien terhadap pengobatan. Secara umum, dosis penggunaan Co-Diovan untuk mengobati hipertensi adalah:
- Dosis awal 1 tablet, 1 kali sehari. Dosis obat bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai respons tubuh pasien terhadap pengobatan.
Cara Menggunakan Co-Diovan dengan Benar
Gunakan Co-Diovan sesuai anjuran dokter dan bacalah aturan pakai yang terdapat pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis obat tanpa persetujuan dokter.
Agar manfaat obat optimal dan risiko efek samping dapat diminimalkan, ikutilah cara mengonsumsi Co-Diovan yang benar berikut:
- Konsumsilah Co-Diovan saat sebelum atau sesudah makan. Telan tablet obat dalam kondisi utuh dengan bantuan air putih, tanpa mengunyah atau menghancurkannya terlebih dahulu.
- Apabila Anda lupa minum Co-Diovan, segera konsumsi obat ini bila masih pada hari yang sama. Namun, jika sudah berbeda hari, abaikan dosis yang terlewat dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal tanpa menggandakan dosis.
- Pengobatan dengan Co-Diovan sebaiknya diiringi dengan penerapan pola hidup sehat, seperti diet rendah garam dan rendah lemak, berolahraga teratur setidaknya 30 menit setiap hari, dan tidak merokok atau menghindari konsumsi minuman beralkohol.
- Pastikan untuk selalu berhati-hati dan jangan terburu-buru berdiri setelah Anda duduk atau berbaring selama minum Co-Diovan, terutama pada awal pengobatan. Hal ini untuk mengurangi risiko terjadinya efek samping pusing setelah minum Co-Diovan.
- Patuhi jadwal kontrol yang ditentukan oleh dokter. Selama menggunakan Co-Diovan, Anda mungkin akan diminta untuk menjalani pemeriksaan rutin agar kondisi dan respons tubuh terhadap obat selalu terpantau.
- Simpan Co-Diovan di tempat yang sejuk, kering, dan tidak terkena paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan menggunakan Co-Diovan yang sudah melebihi tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Co-Diovan dengan Obat Lain
Penggunaan Co-Diovan bersama obat lain dapat menimbulkan interaksi, seperti:
- Peningkatan risiko terjadinya hiperkalemia, hipotensi, dan kerusakan fungsi ginjal jika digunakan dengan ACE inhibitor atau aliskiren, terutama pada penderita diabetes
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari lithium
- Penurunan efektivitas Co-Diovan dan peningkatan risiko terjadinya kerusakan ginjal jika digunakan dengan OAINS, termasuk COX-2 inhibitor
- Peningkatan risiko terjadinya hiperkalemia atau hiponatremia jika dikonsumsi dengan thiazide, obat diuretik hemat kalium, atau suplemen kalium
Agar aman, selalu konsultasikan dengan dokter jika Anda berencana menggunakan Co-Diovan bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Co-Diovan
Penggunaan Co-Diovan mungkin dapat menimbulkan efek samping yang meliputi:
- Hilang nafsu makan
- Pusing atau sakit kepala
- Kram atau nyeri otot
- Mual dan muntah
- Sering buang air kecil
- Sakit maag
- Rambut rontok
- Lemas atau kelelahan
Konsultasikan dengan dokter melalui chat jika efek samping di atas tidak kunjung membaik. Dokter dapat memberikan saran dan pengobatan untuk mengatasi efek samping.
Segera periksakan diri ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:
- Kepala terasa ringan seperti akan pingsan
- Tubuh terasa sangat lelah
- Sesak napas
- Nyeri perut yang yang menjalar ke punggung
- Gangguan penglihatan atau nyeri pada mata
- Kulit pucat, perdarahan dari hidung, mulut, vagina, atau dubur
- Hiperkalemia, yang ditandai dengan detak jantung tidak teratur, kram otot, tubuh terasa lemas, dan kesemutan
- Gejala trombositopenia, misalnya mudah memar, muncul bintik-bintik merah keunguan di kulit, gusi berdarah, atau mimisan
- Keluhan penyakit liver, seperti kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan