Pada mulanya, carpal tunnel syndrome (CTS) ditandai dengan jari-jari tangan (kecuali jari kelingking) yang terasa kesemutan, sakit, seperti terbakar, atau mati rasa. Gejala ini dapat membuat penderita terbangun saat tidur, karena pergelangan tangan yang tertekuk.

Gejala CTS dapat hilang dan timbul kembali. Ketika gejala kembali muncul, keluhan yang dirasakan dapat semakin buruk sehingga penderitanya mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, seperti membaca koran atau menggunakan smartphone.

Lama kelamaan, rasa sakit ini akan menyebar hingga ke siku, bahkan bahu. Tidak hanya pada satu tangan, CTS dapat terjadi pada kedua tangan sekaligus.

Selain rasa nyeri, kesemutan, atau mati rasa, CTS dapat membuat otot tangan dan jari menjadi lemah. Otot tangan yang lemah ini dapat mengakibatkan beberapa hal berikut:

  • Sulit memegang barang.
  • Sering menjatuhkan barang.
  • Sulit melakukan gerakan motorik halus, seperti mengancingkan baju.

Kapan Harus ke Dokter

Carpal tunnel syndrome dapat menghilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan. Untuk mengurangi nyeri, Anda dapat menggunakan penyangga pergelangan tangan (wrist support) dan minum obat pereda nyeri, seperti paracetamol.

Jika keluhan semakin memburuk hingga mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari, konsultasikanlah kepada dokter. Dokter dapat memberikan obat untuk mengurangi peradangan dan nyeri.

Bila dengan obat-obatan keluhan tetap tidak membaik atau justru memburuk, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter ortopedi. Dokter ortopedi dapat menyarankan operasi untuk mengurangi tekanan pada saraf pergelangan tangan.