Carpal tunnel syndrome (CTS) sering kali tidak memerlukan pengobatan khusus karena bisa pulih dengan sendirinya dalam beberapa bulan. Jika CTS perlu diobati, maka penanganan yang dilakukan tergantung kepada tingkat keparahannya dan sudah berapa lama pasien menderita kondisi ini.

Bila CTS muncul saat hamil, gejala akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu dua sampai tiga bulan setelah melahirkan. Namun apabila CTS cukup parah, dokter dapat memberikan pengobatan.

Untuk mencegah bertambah parahnya CTS, penderita perlu menghindari kegiatan yang banyak melibatkan gerakan jari dan tangan. Apabila gejala CTS tidak juga membaik setelah beberapa minggu, ada beberapa pengobatan yang bisa diberikan oleh dokter, yaitu:

  • Penggunaan penyangga pergelangan tangan (wrist support)
    Wrist support bertujuan untuk menempatkan pergelangan tangan agar selalu berada di posisi lurus dan tidak menekuk.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)
    Obat ini membantu meredakan rasa nyeri. Contohnya adalah ibuprofen atau diclofenac.
  • Obat kortikosteroid
    Obat ini dapat mengurangi peradangan dan pembengkakan pada lorong karpal, sehingga mengurangi tekanan pada saraf yang menyebabkan rasa sakit.
  • Operasi
    Prosedur ini dilakukan apabila teknik pengobatan lainnya tidak berhasil. Operasi untuk CTS dikenal dengan nama dekompresi lorong karpal. Pembedahan dapat dilakukan dengan operasi terbuka atau operasi lubang kunci (endoskopi).

Setelah operasi CTS, tangan penderita akan dibebat dan ditopang hingga setinggi dada. Penderita akan diminta menggerakkan jari-jarinya untuk mengurangi bengkak dan mencegah kaku. Fungsi tangan akan pulih dalam waktu 2-12 bulan, tergantung seberapa parah kondisi saraf penderita sebelum operasi.

Penderita tetap diperbolehkan menggunakan tangan yang dioperasi untuk melakukan kegiatan sehari-hari, seperti mandi, berganti pakaian, makan, menyetir mobil, serta mengangkat barang ringan, namun perlu menggunakan wrist support selama beberapa minggu.

Komplikasi

Ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat carpal tunnel syndrome yang tidak kunjung sembuh. Carpal tunnel syndrome dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saraf pergelangan tangan, sehingga tangan dan jari-jari tidak dapat digerakkan. Nyeri yang berkelanjutan (nyeri kronis) juga bisa terjadi pada penderita carpal tunnel syndrome.

Bukan hanya akibat penyakit CTS sendiri, komplikasi juga dapat terjadi akibat operasi CTS, di antaranya:

Oleh karena itu, diskusikan kembali dengan dokter mengenai manfaat dan risiko pengobatan yang akan Anda jalani, baik dengan obat-obatan maupun operasi.