Darah haid sedikit dan berlendir kerap membuat khawatir, terutama bagi wanita yang biasanya memiliki siklus haid teratur. Kondisi ini bisa menjadi tanda perubahan yang wajar pada tubuh, tetapi tak jarang juga bisa menandakan adanya gangguan pada organ reproduksi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab dan kapan harus mewaspadainya sehingga bisa segera di atasi.
Pada siklus haid normal, darah umumnya berwarna merah segar hingga merah tua, dengan volume darah sekitar 20–80 ml dalam satu siklus. Namun, sebagian wanita dapat mengalami perubahan pada darah haidnya, misalnya darah haid menjadi sedikit dan tampak berlendir.

Perubahan ini biasanya umum terjadi, terutama saat masa pubertas atau menjelang menopause dan dapat berlangsung 1–2 hari. Namun, jika terjadi berulang atau disertai keluhan lain, keluarnya darah haid sedikit dan berlendir sebaiknya tidak diabaikan.
Penyebab Darah Haid Sedikit dan Berlendir
Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan darah haid sedikit dan berlendir. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:
1. Perubahan hormon
Keseimbangan hormon estrogen dan progesteron sangat berperan dalam mengatur siklus haid. Saat hormon-hormon ini mengalami fluktuasi, misalnya pada masa pubertas, stres berat, kurang tidur, diet ekstrem, atau menjelang menopause, proses penebalan dan peluruhan dinding rahim bisa terganggu. Akibatnya, darah haid yang keluar menjadi lebih sedikit dari biasanya dan kadang bercampur lendir karena endometrium yang luruh tidak sebanyak siklus normal.
2. Penggunaan alat kontrasepsi hormonal
Pil KB, KB suntik, maupun implan KB bekerja dengan cara mengatur kadar hormon dalam tubuh agar mencegah kehamilan. Nah, salah satu efek sampingnya adalah menipisnya lapisan rahim, sehingga darah menstruasi yang keluar lebih sedikit. Pada beberapa wanita, darah haid bahkan bisa hanya berupa bercak ringan yang bercampur lendir serviks (leher rahim).
3. Sindrom polikistik ovarium
Sindrom polikistik ovarium (PCOS) adalah gangguan hormonal yang menyebabkan ovarium memproduksi banyak kista kecil dan mengganggu proses ovulasi. Akibatnya, sel telur tidak dapat berkembang dengan sempurna dan gagal dilepaskan (anovulasi) secara teratur.
Nah, hal itu kemudian menyebabkan siklus haid menjadi jarang, tidak teratur, atau jika terjadi, volume darahnya sangat sedikit dan kadang hanya berupa lendir bercampur darah.
Selain menyebabkan darah haid sedikit dan berlendir, penderita PCOS juga kerap mengalami gejala tambahan, seperti jerawat membandel, peningkatan berat badan, dan pertumbuhan rambut berlebih di area tubuh yang biasanya lebih banyak terjadi pada laki-laki (hirsutisme), seperti wajah, dada, atau punggung.
4. Infeksi pada organ reproduksi
Infeksi pada leher rahim maupun rahim, seperti servisitis atau endometritis, dapat memicu perubahan pada pola haid. Pasalnya, peradangan di jaringan reproduksi dapat membuat darah haid sedikit dan lendir serviks bercampur dengan darah haid sehingga warnanya tampak lebih pucat dan konsistensinya lebih kental atau berlendir.
Tidak hanya membuat darah haid sedikit dan berlendir, infeksi pada organ reproduksi biasanya juga disertai gejala lain, seperti keputihan abnormal, vagina berbau tidak sedap, nyeri saat berhubungan seksual, hingga demam.
5. Tanda awal kehamilan
Pada awal kehamilan, khususnya saat embrio menempel pada dinding rahim (implantasi), sebagian wanita bisa mengalami bercak darah ringan atau flek berwarna merah muda atau cokelat yang sering disalah artikan sebagai haid.
Flek ini biasanya terjadi lebih singkat dibanding haid normal, lebih sedikit volumenya, sering kali bercampur lendir, dan tidak disertai nyeri berat. Namun, tidak semua wanita hamil akan mengalami flek implantasi sehingga sebaiknya tetap pastikan kondisi ini dengan tes kehamilan.
6. Keguguran dini
Keguguran pada trimester pertama kadang tidak disadari karena gejalanya mirip dengan haid ringan, yaitu keluar darah sedikit dan berlendir, yang bisa disertai kram perut bagian bawah, nyeri punggung, atau rasa tidak nyaman di pinggul.
Meski begitu, perdarahan akibat keguguran biasanya berlangsung lebih lama dari haid biasa dan volumenya perlahan bertambah. Jika Anda mengalami perdarahan seperti ini disertai gejala hamil, segera periksakan diri ke dokter.
7. Polip rahim
Polip rahim adalah jaringan lunak yang tumbuh di dinding rahim akibat pertumbuhan sel endometrium yang tidak normal. Jika ukurannya besar, polip ini bisa menghalangi keluarnya darah menstruasi sehingga volume darah haid sedikit dan berlendir, atau bahkan memicu perdarahan di luar siklus haid.
Polip di rahim biasanya tidak menimbulkan gejala apapun selain darah haid sedikit dan berlendir. Namun, pada beberapa kasus, polip di rahim juga dapat menyebabkan gangguan kesuburan atau nyeri di perut bagian bawah.
8. Kista ovarium
Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang berkembang di indung telur. Beberapa jenis kista dapat mengganggu produksi hormon, sehingga siklus menstruasi berubah dan darah haid menjadi sedikit serta berlendir.
Selain itu, kista yang tumbuh di dalam ovarium juga bisa menyebabkan gejala lain, seperti nyeri saat haid atau di luar siklus, perut terasa kembung, dan siklus menstruasi menjadi lebih lama dari biasanya.
9. Perubahan berat badan drastis
Penurunan atau penambahan berat badan yang terjadi secara cepat, baik karena diet ketat, olahraga berlebihan, maupun kondisi medis tertentu, bisa memengaruhi produksi hormon reproduksi, yaitu hormon estrogen.
Hal ini bisa terjadi karena lemak tubuh dibutuhkan untuk pembentukan hormon estrogen, sehingga perubahan berat badan yang ekstrem membuat siklus haid menjadi tidak teratur serta darah haid sedikit dan berlendir. Selain itu, tubuh yang kekurangan nutrisi juga rentan mengalami gangguan pada sistem reproduksi.
Pencegahan dan Tips Sehat untuk Menjaga Siklus Haid
Untuk menjaga kesehatan siklus haid dan mencegah darah haid sedikit dan berlendir terjadi, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Berikut di antaranya:
- Rutin berolahraga, seperti jalan kaki atau yoga, agar tubuh tetap bugar dan kadar hormon di tubuh lebih seimbang.
- Kelola stres dengan baik, misalnya dengan melakukan teknik relaksasi atau menyalurkan hobi.
- Konsumsi makanan sehat kaya zat besi dan serat, seperti sayuran hijau, buah, serta kacang-kacangan.
- Jaga kebersihan area kewanitaan untuk mencegah risiko terjadinya infeksi.
- Konsultasikan terlebih dulu dengan dokter sebelum memilih alat kontrasepsi hormonal, terutama jika Anda memiliki riwayat gangguan menstruasi.
Jika darah haid sedikit dan berlendir sudah terlanjur terjadi dan disertai dengan tanda-tanda seperti:
- Darah haid sangat sedikit atau tidak keluar sama sekali selama tiga siklus berturut-turut.
- Timbul nyeri perut hebat, demam, atau keputihan berbau tidak sedap.
- Terjadi perdarahan di luar siklus haid normal.
- Anda menduga hamil, tetapi mengalami perdarahan berlendir dan nyeri perut.
- Disertai keluhan lain, seperti lemas, pusing terus-menerus, atau penurunan berat badan tanpa alasan jelas.
Segera periksakan diri ke dokter. Pasalnya, berbagai keluhan di atas bisa mengindikasikan bahwa darah haid sedikit dan berlendir merupakan tanda adanya gangguan hormon, infeksi, polip, kista, atau masalah serius di organ reproduksi Anda.
Untuk mengetahui penyebab Anda mengalami darah haid sedikit dan berlendir, dokter nantinya akan melakukan sesi tanya jawab terkait keluhan darah haid sedikit dan berlendir yang Anda alami terlebih dahulu, serta mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan beberapa pemeriksaan, seperti USG transvaginal, tes darah, pap smear, dan tes lain.
Setelah diketahui penyebab darah haid sedikit dan berlendir yang Anda alami, barulah dokter akan memberikan penanganan yang tepat sesuai kondisi Anda.