Suhu tubuh dapat berbeda-beda pada setiap orang. Suhu tubuh cenderung lebih rendah di pagi hari dan akan meningkat pada siang serta sore hari.

Umumnya, suhu tubuh normal berada di antara suhu 36,10C sampai 37,20C. Demam terjadi ketika suhu tubuh meningkat hingga mencapai 380C atau lebih. Bagian di dalam otak yang disebut sebagai hipotalamus meningkatkan suhu tubuh untuk membantu melawan infeksi dan penyakit yang dialami oleh tubuh.

Demam paling sering disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, jamur, dan parasit. Selain itu, beberapa kondisi dan penyakit berikut juga bisa menyebabkan terjadinya demam:

  • Imunisasi tertentu, seperti difteri dan tetanus.
  • Pertumbuhan gigi pada bayi.
  • Obat-obatan seperti antibiotik.
  • Penyakit autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis, dan radang usus.
  • Gangguan hormon, seperti hipertiroidisme.
  • Kanker, misalnya kanker hati, dan kanker ginjal.
  • Berada dalam cuaca panas untuk waktu yang lama.

Diagnosis Demam

Demam dapat ditentukan melalui pengukuran suhu tubuh menggunakan termometer. Pengukuran suhu tubuh menggunakan termometer dapat dilakukan melalui mulut, ketiak, telinga, dan dubur.

Ada 2 jenis termometer yang umum digunakan, yaitu termometer air raksa dan termometer digital. Termometer air raksa memerlukan waktu lebih lama untuk mengukur suhu tubuh, yaitu 3 menit. Sementara itu, termometer digital hanya membutuhkan waktu sekitar 1 menit.

Saat demam, suhu tubuh mencapai 380C atau lebih. Demam bisa disertai gejala lain, tergantung penyebab yang mendasarinya. Penanganan awalnya bisa dengan minum air putih yang cukup dan mengonsumsi obat penurun demam, seperti paracetamol, untuk meredakan demam dan mengatasi rasa tidak nyaman akibat demam.

Jika demam tidak juga reda setelah 3 hari atau disertai gejala lain yang serius, perlu segera diperiksakan ke dokter. Dokter akan melakukan tanya-jawab seputar keluhan yang dirasakan dan riwayat kesehatan pasien, lalu melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pengukuran suhu tubuh.

Untuk menentukan penyebab demam, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan tambahan berupa:

Penyebab demam tidak selalu dapat diketahui. Jika demam berlangsung lebih dari 3 minggu dan tidak ditemukan penyebabnya meski telah dilakukan serangkaian pemeriksaan, dokter akan menyebutnya sebagai FUO (fever of unknown origin).

Untuk kondisi seperti ini, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, misalnya dengan endoskopi, PET scan, atau ekokardiografi, untuk mencari tahu penyebab demam.