Disease Modifying Antirheumatic Drugs (DMARD) adalah kelompok obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit rheumatoid arthritis. Obat golongan ini juga digunakan untuk menangani penyakit autoimun lain dan beberapa jenis kanker.

DMARD bertindak sebagai imunosupresan yang menekan kerja sistem imun, atau sebagai imunomodulator yang mengatur respons sistem kekebalan tubuh sehingga peradangan pada sendi bisa berkurang. Cara kerja ini dapat membantu meredakan gejala radang sendi dan menghambat perkembangan penyakit tersebut.

DMARD - Alodokter

Selain untuk mengatasi radang sendi, obat-obat yang termasuk ke dalam golongan DMARD juga bisa digunakan untuk menangani penyakit autoimun berikut ini:

Selain kondisi gangguan autoimun di atas, DMARD juga digunakan dalam pengobatan kanker jenis tertentu, seperti limfoma dan kanker darah.

Peringatan Sebelum Menggunakan Disease Modifying Antirheumatic Drugs (DMARD)

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalani pengobatan dengan DMARD, yaitu:

  • Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. DMARD tidak boleh digunakan pada orang yang alergi terhadap golongan obat ini.
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita penyakit liver, penyakit jantung, penyakit ginjal, anemia, trombositopenia, leukopenia, kanker darah, kelainan sumsum tulang, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah (imunodefisiensi).
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami penyakit infeksi, terutama tuberkulosis, HIV/AIDS, herpes zoster, hepatitis B, atau hepatitis C.
  • Beri tahu dokter jika Anda sering mengonsumsi minuman beralkohol atau kecanduan alkohol.
  • Beri tahu dokter perihal riwayat vaksinasi Anda.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk mengantisipasi interaksi obat.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, mungkin hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui.
  • Gunakan alat kontrasepsi yang efektif untuk mencegah kehamilan selama menjalani pengobatan dengan obat golongan DMARD.
  • Ikuti jadwal kontrol yang disarankan oleh dokter selama Anda mengonsumsi obat golongan DMARD, agar dokter bisa memantau efektivitas obat dan efek samping yang mungkin muncul.
  • Jangan menghentikan konsumsi obat DMARD secara mendadak atau tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
  • Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat, efek samping serius, atau overdosis setelah menggunakan obat DMARD.

Efek Samping dan Bahaya Disease Modifying Antirheumatic Drugs (DMARD)

Efek samping yang bisa muncul setelah penggunaan DMARD tergantung pada jenis obatnya. Beberapa efek samping yang umum disebabkan oleh DMARD antara lain sakit perut, mual, muntah, diare, hilang nafsu makan, atau anemia. Konsultasikan ke dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung mereda atau bertambah berat.

Selain itu, beberapa jenis DMARD dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi berikut ini:

  • Infeksi bakteri, infeksi virus, atau infeksi jamur
  • Kambuhnya tuberkulosis, herpes zoster, hepatitis B, atau hepatitis C yang pernah diderita
  • Kolesterol tinggi
  • Peningkatan kadar enzim hati dalam darah
  • Penggumpalan darah yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah

Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius berikut ini:

  • Gangguan fungsi hati, yang bisa ditandai dengan nyeri perut, urine berwarna gelap, tinja berwarna pucat, atau warna kulit dan mata kekuningan
  • Gejala trombositopenia, seperti mimisan yang tidak kunjung berhenti, mudah memar, urine mengandung darah, atau BAB berdarah
  • Gejala leukopenia atau tanda infeksi, seperti demam tinggi, menggigil, sakit tenggorokan, nyeri saat buang air kecil, serta nyeri dan bengkak di bagian tubuh tertentu

Jenis Obat Disease Modifying Antirheumatic Drugs (DMARD)

DMARD terdiri dari obat konvensional dan obat biologis. DMARD konvensional merupakan obat generasi pertama yang memiliki efek kerja perlahan. Sementara itu, DMARD biologis tergolong sebagai obat baru yang bekerja lebih cepat daripada obat konvensional.

DMARD dapat diberikan dalam bentuk sediaan obat tunggal atau dikombinasikan dengan obat lain, seperti obat kortikosteroid dosis rendah.

Jenis DMARD yang akan diresepkan dokter akan ditentukan berdasarkan kondisi dan riwayat penyakit pasien, serta tingkat keparahan penyakit yang diderita. Dokter juga akan mempertimbangkan mengenai manfaat yang perlu dicapai, serta kemungkinan efek samping yang akan dialami pasien.

Berikut ini adalah uraian jenis obat DMARD:

1. Disease Modifying Antirheumatic Drugs (DMARD) konvensional

DMARD konvensional memberikan efek menyeluruh pada sistem kekebalan tubuh, tetapi bekerja secara perlahan. Oleh karena itu, manfaat DMARD jenis ini biasanya baru muncul setelah 4–6 bulan.

Berikut ini adalah beberapa jenis obat yang termasuk dalam golongan DMARD konvensional beserta merek dagang dan dosisnya:

Methotrexate

Merek dagang methotrexate: Ferxate, Metoject, Methotrexate, Rheu-Trex, Kemotrexate, Sanotrexat, Methorexate Ebewe

Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai obat ini, silahkan kunjungi laman obat methotrexate.

Leflunomide

Merek dagang leflunomide: Arava

Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai obat ini, silahkan kunjungi laman obat leflunomide.

Sulfasalazine

Merek dagang sulfasalazine: Lazafin, Sulcolon, Sulfasalazine, Sulfitis

Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai obat ini, silahkan kunjungi laman obat sulfasalazine.

Hydroxychloroquine

Merek dagang hydroxychloroquine: Aluquine, Esele, Farneltik, Hydroxin, Hydroxychloroquine Sulfate, Hyloquin, Kalquine, Sanloquin

Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai obat ini, silahkan kunjungi laman obat hydroxychloroquine.

Azathioprine

Merek dagang azathioprine: Imuran

Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai obat ini, silahkan kunjungi laman obat azathioprine.

Cyclophosphamide

Merek dagang cyclophosphamide: Cyclophosan, Cyclophosphamide, Cyclophosphamide Monohydrate, Cyclovid, Endoxan

Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai obat ini, silahkan kunjungi laman obat cyclophosphamide.

Mycophenolate mofetil

Merek dagang mycophenolate mofetil: Cellcept, Celmunos, Kamyfet, Mycocell, Myrept

Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai obat ini, silahkan kunjungi laman obat mycophenolate mofetil.

Ciclosporin

Merek dagang ciclosporin: Cipol-N, Ikervis, Sandimmun Neoral

Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai obat ini, silahkan kunjungi laman obat ciclosporin.

2. Disease Modifying Antirheumatic Drugs (DMARD) biologis

Dokter akan meresepkan DMARD biologis jika kondisi pasien tidak membaik dengan obat DMARD konvensional. Selain itu, DMARD biologis juga diberikan kepada pasien yang mengalami efek samping serius setelah menggunakan DMARD konvensional.

DMARD biologis memberikan efek yang lebih spesifik daripada DMARD konvensional. DMARD biologis bekerja dengan menghambat unsur spesifik pada sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan. Oleh karena itu, obat jenis ini bekerja lebih cepat dan lebih efektif dibandingkan DMARD konvensional.

Berikut adalah jenis obat DMARD biologis dan contoh obatnya:

A. Tumor necrosis factor (TNF) inhibitor

Obat ini bekerja dengan cara menghambat TNF, yaitu protein yang diproduksi tubuh saat terjadi peradangan. Dengan begitu, peradangan bisa mereda sehingga kerusakan sel dan jaringan dapat diperlambat atau dicegah.

Di bawah ini adalah contoh obat TNF inhibitor beserta merek dagang dan dosisnya:

Etanercept

Merek dagang etanercept: Enbrel, Etarfion

Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai obat ini, silahkan kunjungi laman obat etanercept.

Infliximab

Merek dagang infliximab: Remicade, Remsima

Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai obat ini, silahkan kunjungi laman obat infliximab.

Adalimumab

Merek dagang adalimumab: Humira, Idacio

Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai obat ini, silahkan kunjungi laman obat adalimumab.

Golimumab

Merek dagang golimumab: Simponi

Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai obat ini, silahkan kunjungi laman obat golimumab.

B. Interleukin-1 inhibitor

Obat ini bekerja dengan cara menghambat aktivitas interleukin-1 alfa dan beta (IL-1). IL-1 bertanggung jawab memicu respons sistem imun dan peradangan di dalam tubuh.

DMARD biologis yang tergolong sebagai interleukin-1 inhibitor yaitu:

Anakinra

Merek dagang anakinra: -

Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai obat ini, silahkan kunjungi laman obat anakinra.

C. Interleukin-6 inhibitor

Obat ini bekerja dengan cara menghambat produksi protein alami dalam sistem kekebalan tubuh yang bernama interleukin 6 (IL-6). Dengan cara kerja ini, respons sistem kekebalan tubuh yang berlebihan akan menurun dan peradangan akan mereda.

Berikut ini adalah contoh obat interlukin-6 inhibitor beserta merek dagang dan rincian dosisnya:

Tocilizumab

Merek dagang tocilizumab: Actemra

Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai obat ini, silahkan kunjungi laman obat tocilizumab.

D. T-cell inhibitor

Obat ini bekerja dengan cara menghambat aktivitas sel T. Sel T merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang bertanggung jawab memicu peradangan dan kerusakan sendi pada penderita rheumatoid arthritis. Contoh obat T-cell inhibitor adalah abatacept.

Berikut adalah rincian dosis abatacept:

Abatacept

Merek dagang abatacept: -

Bentuk obat: Suntikan intravena

Kondisi: Rheumatoid arthritis

  • Dewasa dengan berat badan <60 kg: 500 mg, diberikan melalui infus selama lebih dari 30 menit. Dosis dapat diulang setelah 2–4 minggu, dan kemudian tiap 4 minggu.
  • Dewasa dengan berat badan 60–100 kg: 750 mg, diberikan melalui infus selama lebih dari 30 menit. Dosis dapat diulang setelah 2–4 minggu, dan kemudian tiap 4 minggu.
  • Dewasa dengan berat badan >100 kg:000 mg, diberikan melalui infus selama lebih dari 30 menit. Dosis dapat diulang setelah 2–4 minggu, dan kemudian tiap 4 minggu.

Kondisi: Juvenile idiopathic arthritis

  • Anak usia 6–7 tahun dengan berat badan <75 kg: 10 mg, diberikan melalui infus selama 30 menit atau lebih. Dosis dapat diulang setelah 2–4 minggu, dan kemudian tiap 4 minggu.
  • Anak usia 6–7 tahun dengan berat badan >75 kg: dosis sama dengan dewasa.

Bentuk obat: Suntikan di bawah otot

Kondisi: Rheumatoid arthritis

  • Dewasa: 125 mg, 1 kali seminggu.

E. B-cell inhibitor

Obat ini bekerja dengan cara menghambat aktivitas sel B, yaitu bagian dari sistem imun yang berperan untuk menghasilkan antibodi. Contoh obat DMARD biologi dari B-cell inhibitor adalah:

Rituximab

Merek dagang rituximab: Mabthera, Rituxikal, Rituxsanbe, Truxima, Redditux

Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai obat ini, silahkan kunjungi laman obat rituximab.

F. Janus kinase inhibitors

Obat DMARD lain yang bisa diresepkan oleh dokter adalah janus kinase inhibitors. Biasanya, dokter akan meresepkan janus kinase inhibitors jika radang sendi pasien tidak membaik dengan obat DMARD lain.

Janus kinase inhibitors bekerja dengan memengaruhi gen dan aktivitas sistem imun. Cara kerja ini bisa menghambat proses peradangan dan menghentikan kerusakan sendi dan jaringan tubuh.

Di bawah ini adalah contoh obat DMARD jenis janus kinase inhibitors beserta merek dagang dan rincian dosisnya:

Baricitinib

Merek dagang baricitinib: Umitiy

Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai obat ini, silakan kunjungi laman obat baricitinib.