Formoterol-budesonide adalah obat yang digunakan untuk mengontrol dan mencegah gejala asma serta penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), seperti sesak napas, batuk kronis, dan mengi. Formoterol-budesonide tersedia dalam bentuk inhaler dan hanya boleh digunakan sesuai resep dokter.
Formoterol-budesonide sering dikombinasikan karena memiliki cara kerja yang saling melengkapi. Formoterol fumarate dapat melebarkan saluran napas agar pernapasan lebih lancar. Sementara itu, budesonide bekerja dengan cara meredakan peradangan di saluran pernapasan.

Merek dagang formoterol-budesonide: Symbicort
Apa Itu Formoterol-Budesonide
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Kombinasi obat golongan kortikosteroid (budesonide) dan bronkodilator (formoterol fumarate) |
| Manfaat | Mengatasi gejala sesak napas akibat asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia di atas 12 tahun |
| Formoterol-budesonide untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Formoterol-budesonide hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. Oleh karena itu, pastikan untuk berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat ini selama kehamilan. | |
| Formoterol-budesonide untuk ibu menyusui | Kandungan budesonide dan formoterol dalam Formoterol-budesonide dapat terserap ke dalam ASI. Bila sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter. |
| Bentuk obat | Inhaler |
Peringatan sebelum Menggunakan Formoterol-Budesonide
Sebelum menggunakan formoterol-budesonide, penting untuk memahami beberapa hal berikut ini agar penggunaan obat tetap aman, efektif, dan memberikan manfaat optimal:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. formeterol-budesonide tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap budesonide dan formoterol, atau obat lain yang satu golongan dengan obat ini.
- Diskusikan dengan dokter jika Anda sedang atau pernah mengalami penyakit liver, ginjal, tiroid, epilepsi, hipertensi, divertikulitis, tukak lambung, osteoporosis, myasthenia gravis, tuberkulosis atau penyakit infeksi lainnya.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda atau anggota keluarga, seperti orang tua atau saudara kandung, memiliki riwayat penyakit jantung, termasuk jantung koroner, serangan jantung, gagal jantung, aritmia, atau kelainan pada hasil EKG.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, merencanakan kehamilan atau sedang menyusui.
- Informasikan kepada dokter semua obat resep, obat bebas, suplemen vitamin, atau produk herbal yang sedang Anda atau yang akan Anda konsumsi selama memakai formoterol-budesonide.
- Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan formoterol-budesonide.
Dosis dan Aturan Pakai Formoterol-Budesonide
Dosis formoterol-budesonide berbeda-beda, tergantung pada usia, kondisi medis, dan tingkat keparahannya. Berikut ini adalah dosis umum formoterol-budesonide:
Tujuan: untuk mengobati dan mencegah serangan asma
- Dosis: 1–2 kali hirupan (inhalasi) sebanyak 2 kali sehari, sesuai anjuran dokter.
Tujuan: untuk mengobati penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
- Dosis: 2 kali hirupan (inhalasi) sebanyak 2 kali sehari, atau sesuai petunjuk dokter.
Apabila keluhan tidak membaik, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Cara Menggunakan Formoterol-Budesonide dengan Benar
Gunakan formoterol-budesonide sesuai anjuran dokter dan petunjuk yang tertera pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
Untuk mendapatkan hasil pengobatan yang maksimal, pahami dan ikuti panduan penggunaan formoterol-budesonide dengan benar:
- Gunakan formoterol-budesonide hanya dengan cara dihirup lewat mulut.
- Kocok formoterol-budesonide sebelum digunakan. Apabila baru pertama kali dipakai, atau tidak digunakan lebih dari 2 minggu, semprotkan dulu 2–3 kali ke udara dan jauh dari wajah sebelum menghirup dosis.
- Buka kunci pengaman formoterol-budesonide dengan memutarnya ke kanan lalu ke kiri secara cepat hingga terdengar suara klik.
- Buang napas perlahan sebelum menghirup obat dan jangan buang napas ke dalam alat.
- Letakkan moncong formoterol-budesonide di dalam mulut, tutup rapat bibir di sekelilingnya, lalu tarik napas dalam-dalam sambil menghirup obat.
- Tahan napas selama sekitar 10 detik, kemudian keluarkan napas perlahan.
- Ulangi langkah di atas jika disarankan oleh dokter.
- Setelah selesai, tutup kembali formoterol-budesonide dan berkumur dengan air bersih untuk mencegah iritasi pada mulut atau tenggorokan.
- Cuci corong plastik dengan air hangat mengalir selama ±30 detik. Kocok agar sisa air keluar, lalu biarkan kering dengan udara.
- Bersihkan corong setidaknya 1 kali seminggu. Jika memiliki lebih dari satu inhaler, bersihkan masing-masing secara terpisah agar tidak tertukar serta jangan menukar tabung obat antar inhaler.
- Jika corong tersumbat, cuci corong dengan air hangat, lalu biarkan kering kembali.
- Jika corong belum kering sepenuhnya, semprotkan 2 kali ke udara sebelum menggunakan dosis. Setelah itu, cuci dan keringkan kembali.
- Gunakan formoterol-budesonide pada waktu yang sama setiap hari, sesuai jadwal yang ditentukan dokter. Obat ini digunakan secara rutin untuk mengontrol asma atau PPOK, bukan untuk meredakan serangan mendadak.
- Lama penggunaan ditentukan oleh dokter sesuai dengan kondisi dan respons tubuh terhadap pengobatan. Jangan menghentikan penggunaan tanpa persetujuan dokter, meskipun gejala sudah membaik.
- Jika Anda lupa menggunakan formoterol-budesonide, gunakan segera setelah Anda ingat. Namun, jika sudah mendekati waktu dosis berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan gunakan sesuai jadwal berikutnya. Jangan menggandakan dosis untuk menggantikan dosis yang terlewat.
- Jangan gunakan formoterol-budesonide yang sudah kedaluwarsa.
- Simpan formoterol-budesonide pada suhu ruangan, di tempat yang kering dan terhindar dari sinar matahari langsung serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Formoterol-Budesonide dengan Obat Lain
Penggunaan formoterol-budesonide bersama dengan obat-obatan tertentu bisa menurunkan efektivitas pengobatan. Berikut ini adalah beberapa interaksi obat yang perlu Anda ketahui:
- Peningkatan kadar budesonide jika digunakan dengan ketoconazole, itraconazole, atau clarithromycin
- Peningkatan risiko terjadinya gangguan irama jantung jika digunakan dengan obat antidepresan trisiklik, beberapa jenis antiaritmia, beberapa jenis antihistamin, atau obat bius
- Peningkatan risiko terjadinya krisis hipertensi jika digunakan dengan obat golongan MAOI
Untuk menghindari efek interaksi di atas, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan formoterol-budesonide dengan obat lain.
Efek Samping dan Bahaya Formoterol-Budesonide
Penggunaan formoterol-budesonide umumnya aman. Namun, jangan tunda untuk ke dokter jika muncul efek samping berikut selama pemakaian formoterol-budesonide:
- Batuk atau suara serak
- Sakit kepala
- Iritasi tenggorokan atau mulut kering
- Nyeri perut ringan
Segera ke dokter jika Anda mengalami efek samping yang lebih serius, seperti:
- Reaksi alergi, seperti ruam hebat, bengkak di bibir, lidah, atau wajah, sesak napas berat
- Jantung berdebar kencang, pusing hebat, atau tremor
- Infeksi jamur di mulut
Konsultasikan ke dokter dengan menggunakan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter atau buat janji konsultasi di rumah sakit.