Otot polos berperan membentuk jaringan penyokong pembuluh darah dan organ dalam tubuh yang berongga, seperti lambung, usus dan kandung kemih. Kerja otot ini bersifat involunter atau bekerja tanpa disadari, dan bergerak atas berbagai rangsangan. Sama seperti bagian tubuh lainnya, otot polos juga bisa terkena kanker.

Contoh kerja dari otot polos, yaitu saat Anda mengunyah makanan, maka otot polos pada kelenjar ludah akan mengalirkan air liur ke mulut. Hal itu dilakukan untuk membantu proses pengolahan makanan di dalam mulut. Contoh lain yaitu kontraksi usus untuk mencerna makanan. Apabila terjadi kelainan pada otot polos, tanpa penanganan yang cepat dan tepat, kerja otot polos dapat terganggu. Hal ini tentunya akan memengaruhi berbagai fungsi penting organ-organ tubuh.

Gawat, Otot Polos Ternyata Juga Bisa Kena Kanker - Alodokter

Mengenal Kanker Otot Polos Leiomiosarkoma

Salah satu penyakit mematikan yang dapat menyerang otot polos adalah leiomiosarkoma atau disebut juga LMS. Leiomiosarkoma adalah kanker yang muncul karena adanya pertumbuhan sel-sel otot polos yang tidak normal. Sebagian besar penderita penyakit ini berusia di atas 50 tahun.

Dalam klasifikasi penyakit, leiomiosarkoma termasuk kelompok sarkoma jaringan lunak (lemak, saraf, otot, darah, dan getah bening). Beberapa bagian tubuh yang paling sering menjadi lokasi tumbuhnya leiomiosarkoma, yaitu rahim, saluran pencernaan (khususnya lambung), dan tungkai. Hingga saat ini, faktor penyebab kanker otot polos ini belum diketahui secara pasti.

Pada sejumlah kasus, leiomiosarkoma dapat terjadi pada bagian tubuh yang pernah mengalami kanker atau pernah mendapat radioterapi. Kanker ini umumnya baru terbentuk hingga sepuluh tahun setelah radioterapi. Selain itu, paparan bahan kimia dari bahan pembuat plastik (vinil klorida), dioksin, dan beberapa jenis herbisida, diduga bisa meningkatkan risiko berkembangnya sarkoma.

Gejala dan Penanganan Leiomiosarkoma

Penderita leiomiosarkoma pada tahap awal sering tidak merasakan gejala apa pun. Gejala baru terasa saat kondisi ini sudah berada pada tahap lanjut. Berikut ini adalah gejala yang dapat dialami penderita leiomiosarkoma:

  • Perut kembung atau perut atas terasa tidak nyaman.
  • Adanya pembengkakan di bawah kulit.
  • Nyeri dan bengkak pada suatu area tubuh.
  • Demam, kelelahan, dan berat badan menurun.
  • Wanita yang memasuki masa menopause mengalami perdarahan. Sedangkan wanita yang belum menopause dapat mengalami perubahan haid.

Diagnosis akan penyakit ini biasanya disesuaikan dengan lokasi terjadinya kelainan. Penentuan tumor bersifat jinak atau ganas biasanya dilakukan melalui biopsi. Selain itu, dokter juga bisa melakukan USG, CT scan, ataupun MRI untuk mengetahui jenis tumor, ukuran, letak, dan penyebarannya.

Cara terbaik untuk menangani leiomiosarkoma adalah melalui operasi pengangkatan saat ukuran tumor masih kecil. Pada sejumlah kasus, pasien diharuskan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin setelah operasi dilakukan. Jika kanker kembali muncul, umumnya dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani pengobatan ulang, baik melalui terapi radiasi, kemoterapi, operasi, atau pengobatan lainnya.

Jangan tunda pemeriksaan ke dokter, jika Anda merasakan gejala-gejala yang tidak biasa di perut atau bagian tubuh lain. Semakin cepat terdeteksi, maka akan semakin cepat dilakukan pengobatan pada kanker otot polos atau leiomiosarkoma. Dengan demikian, tingkat keberhasilan pengobatan pun akan lebih besar.